PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PADA CUMI-CUMI (Loligo sp.) DAN SOTONG (Sepia sp.)

Authors

  • Alya Hamdah Universitas Negeri Padang
  • Fhuji Winardi Departemen biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Fadila Aulia Departemen biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Muhammad Nazif Zen Departemen biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Siska Alicia Farma Departemen biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang
  • Linda Advinda Departemen biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.7035

Keywords:

Lama pentimpanan, pertumbuhan bakteri, cumi-cumi, sotong

Abstract

Cumi-cumi (Loligo sp.) dan Sotong (Sepia sp.) adalah komoditas perikanan bernilai tinggi di Indonesia, dikenal karena kandungan protein dan rasanya yang lezat. Penyimpanan yang tidak tepat dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pembusuk, menurunkan kualitas produk dan membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh lama penyimpanan terhadap pertumbuhan bakteri pada daging Cumi-cumi (Loligo sp.) dan Sotong (Sepia sp.). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Sampel daging cumi-cumi dan sotong diberikan perlakuan penyimpanan pada suhu ruang dan suhu kulkas selama 2, 4, dan 6 jam dan kontrol yaitu sampel yang tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bakteri. Pada suhu ruang, jumlah bakteri pada Cumi-cumi dan Sotong meningkat tajam setelah 6 jam penyimpanan. Penyimpanan pada suhu dingin atau kulkas pada lama penyimpanan 6 jam pada Cumi-cumi dan Sotong mengalami peningkatan jumlah bakteri walaupun tidak terlalu signifikan, hal ini terjadi karena pada suhu dingin terdapat bakteri psikrofilik yang mampu bertahan pada suhu dingin.

References

Augelletti, F., Jousset, A., Agathos, S. N., & Stenuit, B. (2020). Diversity Manipulation of Psychrophilic Bacterial Consortia for Improved Biological Treatment of Medium-Strength Wastewater at Low Temperature. Frontiers in Microbiology, 11. https://doi.org/10.3389/fmicb.2020.01490

Gemilang, P. S. (2023). Gangguan Kesehatan pada Masyarakat yang Disebabkan oleh Bakteri Mesofilik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi Dan Sains, 2(2), 56–61. https://doi.org/10.30998/jpmbio.v2i2.2376

Hariyoto, F. (2023). Potensi Cumi-Cumi Sebagai Komoditas Perikanan Non-Ikan di Indonesia. Buletin Matric, 20(1), 19–25.

Kop, A., Çiğdem, T., Berna, K., Leyla, U., Sevda, A., & Karatas, B. (2022). Advantages In Aquaculture And Fisheries Research (A. Kop & B. Karatas, Eds.). Iksad publishing house .

Muliani, R., Ujianti Dwi, & Muflihati, I. (2020). Diversifikasi Produk Olahan Hasil Perikanan Laut. (M. Nasrudin, Ed.; 1st ed., Vol. 1). PT. Nasya Expanding Management.

Oh, H., & Lee, J. (2024). Psychrotrophic Bacteria Threatening the Safety of Animal-Derived Foods: Characteristics, Contamination, and Control Strategies. Food Science of Animal Resources, 44(5), 1011–1027. https://doi.org/10.5851/kosfa.2024.e70

Oktari, A., Bidayani, E., Syaputra, D., Program, A. K., Akuakultur, S., Perikanan, P., Biologi, D., & Bangka Belitung, U. (2023). Respon Organoleptik Cumi-Cumi (Loligo sp) Yang Direndam Dengan Mentimun (Cucumis sativus) Pada Durasi Dan Konsentrasi Berbeda. Journal of Aquatropia Asia, 8(1), 39–44.

Schmidt, C. V., & Mouritsen, O. G. (2022). Cephalopods as Challenging and Promising Blue Foods: Structure, Taste, and Culinary Highlights and Applications. Foods, 11(17), 2559. https://doi.org/10.3390/foods11172559

Wulandari, D. (2018). Peranan Cumi-Cumi Bagi Kesehatan. Oseana, XLIII, 52–60.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Hamdah, A., Winardi, F., Aulia, F., Zen, M. N., Farma, S. A., & Advinda, L. (2026). PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PADA CUMI-CUMI (Loligo sp.) DAN SOTONG (Sepia sp.). JURNAL BIOSENSE, 9(1), 387–395. https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.7035

Most read articles by the same author(s)