ANALYSIS OF THE MAYANG TWIN TRADITION IN JAVANESE TRADITIONAL WEDDING CEREMONIES IN SIDODADI VILLAGE WONGSOREJO DISTRICT
Analisis Tradisi Kembar Mayang Dalam Upacara Pernikahan Adat Jawa di Desa Sidodadi Kecamatan Wongorejo
DOI:
https://doi.org/10.36526/santhet.v10i1.5957Keywords:
Kembar Mayang, , Javanese wedding, , Symbolic tradition, , Cultural preservation, , Modernization.Abstract
This study examines the Kembar Mayang Tradition, where each element has a profound meaning. The background of the study shows a gap in studies related to the Kembar Mayang tradition in Javanese traditional wedding ceremonies. Most previous studies have focused more on wedding rituals and have not discussed the Kembar Mayang tradition more specifically. The novelty of this study lies in the cultural transformation that occurs in the Kembar Mayang tradition. The purpose of this study is to analyze the implementation process, transformation of forms, and symbolic meaning of the Kembar Mayang tradition in Sidodadi Village, Wongsorejo District, Banyuwangi. The research findings show that there have been significant changes in the Kembar Mayang tradition in terms of materials, visual design, and community understanding. Traditional elements such as janur (young coconut leaves), banana stems, and symbolic figures such as birds, keris, and snakes are gradually being replaced by synthetic materials and simplified forms. Nevertheless, symbolic meanings such as harmony, prosperity, and the transition to a new life are still respected. However, there is a decline in philosophical awareness among the younger generation. This study emphasizes the importance of preserving the original form to maintain cultural values. This research contributes to the documentation of local heritage and highlights the need for cultural transmission amidst modernization. By focusing on previously unexplored areas, it provides new insights into the evolution of traditional symbols and reinforces the value of preserving cultural identity in the modern era.
References
Akhsan, E. F., Puspitorini, A., Usodoningtyas, S., & Faidah, M. (2022). Kajian Nilai-Nilai Budaya Dalam Prosesi Temu Manten Adat Jawa Di Kabupaten Kediri. Jurnal Tata Rias, 11(1), 12–23. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-rias/article/view/44398
Aliyudin Mail, M. (2020). Narasi Sejarah Dalam Upacara Adat Sunda: Kajian Etnografi Atas Upacara Adat Ngalaksa Di Rancakalong Sumedang. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Humaniora, 22(2), 259–266. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v22i2.21887
Ambaristi Hersita Milanguni. (2025). NILAI FILOSOFIS TRADISI TEMU MANTEN PADA PROSESI PERNIKAHAN ADAT JAWA. Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 7(1).
Ambarwati, A. P. A., & Mustika, I. L. (2018). Pernikahan Adat Jawa Sebagai Salah Satu Kekuatan Budaya Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra Indonesia (SENASBASA), 2(2).
Anggraini, D., & Mappunna, H. D. (2021). Tradisi Ngidak Endhog dalam Perkawinan Adat Jawa Perspektif Mazhab al-Syafi’i; Studi Kasus di Desa Joho Kabupaten Sukoharjo. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Dan Hukum, 98–106. https://doi.org/10.24252/shautuna.v2i1.16651
Bachtiar, A. (2016). Menikahlah, Maka Engkau Akan Bahagia. Empati, 5(3), 417–423.
Erlin wulandari, Jaenullah, M. S. A. (2024). Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Panggih Manten Pada Upacara Pernikahan Adat Jawa (Studi Kasus Desa Tulung Itik Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah). Jurnal Pendidikan Islam Dan Sosial, 03(02), 18–26.
Ermawati, E., Chalimi, I. R., & Firmansyah, H. (2022). Pergeseran Makna Tradisi Temu Manten Pada Perkawinan Adat Jawa Di Dusun Wonosari Desa Tebang Kacang Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 11(1), 409–416. https://doi.org/10.26418/jppk.v11i1.52052
Fajar Fanjalu, A. M. (2022). Kajian Nilai-Nilai Tradisi Kembar Mayang Dalam Prosesi Pernikahan. Bakaba, 10(1), 33–42. https://doi.org/10.22202/bakaba.2022.v10i1.5864
Fitriani, L. U. (2025). Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Amin Integrasi Agama dan Sains di Tengah Arus Modernitas. 2(1), 53–66.
Gorontalo, K., Manoppo, R., Caco, R., Ibrahim, Z. S., & Darwis, R. (2024). 5(2), 14–25.
Istiqomah, N., Waryanti, E., & Nusantara PGRI Kediri, U. (2022). “Strategi Menghadapi Sistem Pendidikan Pasca Pandemi Covid-19 Untuk Generasi Indoneisa yang unggul dan Tangguh” SIMBOLISME KEMBAR MAYANG DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KABUPATEN KEDIRI. Semdikjar, 5(Vol. 5 (2022): SEMDIKJAR 5), 566–587.
Jati, P., Orang, D., Generasi, T., Terhadap, M., Tedhak, T., Sains, M. P., Psikologi, F., & Surabaya, U. (2025). IDENTITY FORMATION OF MILLENNIAL GENERATION PARENTS. 9(3), 1050–1054. https://doi.org/10.36526/js.v3i2.5321
Junita, P., Harapan, B., Parepare, K., Selatan, S., & Sosial, P. (2024). PENGARUH MODERNISASI DAN PERUBAHAN SOSIAL TERHADAP NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DI DESA. 5, 252–259.
Lutfiani Latifa, Y., Margaretha Sinaga, R., Basri, M., Unila Jalan Soemantri Brojonegoro No, F., & Lampung, B. (2019). Analisis Fungsi Perlengkapan Kacar-Kucur dalam Upacara Perkawinan Adat Jawa di Yosomulyo. Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah (PESAGI), 1(1), 1–12.
M, A. A. R. (2024). Makna Sinduran dalam Kultur Pernikahan Adat Jawa di Desa Ngunut Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Jurnal Global Ilmiah, 1(7), 489–497.
Meidinata, M. I., & Raharso, A. T. (2022). Pendahuluan Pernikahan merupakan momen yang penting bagi setiap individu , karena melalui pernikahan seseorang akan memasuki hidup yang baru dan mulai meninggalkan cara hidup lama sebagai seorang bujangan . Dengan melangsungkan pernikahan , seseorang laki. Jurnal Ilmu Hukum, 18, 37–51.
Nirmawan, R. I. (2023). Analisis Nilai Budaya Lempar Sirih Pada Pernikahan Adat Jawa di Desa Karang Anyar Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhan Batu Utara. Journal of Educational Research and Humaniora (JERH), 1(September), 12–22. https://doi.org/10.51178/jerh.v1i3.1537
Oktaviana, D. (2022). Kembar Mayang dalam Upacara Pernikahan Masyarakat Jawa (Tinjauan Filosofis). Fisalfat Agama Hindu, 13(1), 37–43. https://doi.org/10.33363/wk.v13i1.821
Puspitasari, D. P., & Kuswari, U. (2021). Sikap Berbahasa MC Wedding Bandung Terhadap Bahasa Sunda. Lokabasa, 12(2), 132–140. https://doi.org/10.17509/jlb.v12i2.39937
Risyanti, Y. D., & Rahayu, E. (2023). Penguatan Nilai Luhur Warisan Budaya Kajian Adat Istiadat Pernikahan Jawa Pasca Pandemi Covid-19 di Kota Surakarta. Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 6(1), 144–154. https://doi.org/10.37329/ganaya.v6i1.2229
Rosidah, A. (2019). Makna Filosofis Kembar Mayang dalam Ritual Pernikahan Adat Jawa di Desa Kungkai Baru Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. vi.
Rosyadi, I. (2022). Tradisi Kembar Mayang Dalam Pernikahan Adat Jawa: Kajian Filosofis Masyarakat Kampung Karya Jitu Mukti Kec. Rawajitu Selatan Kab. Tulang Bawang Prov Jurnal Pendidikan Profesi Guru Madrasah, 2, 301–314. http://studentjournal.iaincurup.ac.id/index.php/skula/article/view/534%0Ahttp://studentjournal.iaincurup.ac.id/index.php/skula/article/download/534/498
Sakinah, R., & Surtikanti, H. K. (2024). Upaya pelestarian pertanian oleh masyarakat dayak Meratus berbasis kearifan lokal manugal: Studi literatur. Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience, 1(2), 119–126. https://doi.org/10.61511/jscsr.v1i2.2024.427
Saputri, I. R. (2022). Tradisi Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa Di Desa Gulurejo. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 24(1), 92. https://doi.org/10.26623/jdsb.v24i1.3529
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2nd ed.). CV Alfabeta.
Widayanti, S. (2008). Makna Filosofis Kembar Mayang Dalam Kehidupan Masyarakat Jawa. Jurnal Filsafat, 18(2), 115–129.
Widiansyah, S., & Hamsah. (2018). Dampak Perubahan Global terhadap Nilai-Nilai Budaya Lokal dan Nasional (Kasus pada Masyarakat Bugis-Makasar). Hermeneutika: Jurnal Hermeneutika, 4(1), 39–48. https://media.neliti.com/media/publications/296826-dampak-perubahan-global-terhadap-nilai-n-a2c892f7.pdf





















