Keragaman Bulu Babi (Echinoidea) di Perairan Pantai Pulau Merah Pesanggaran Banyuwangi

  • Aimatuzzahro Aimatuzzahro Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI Banyuwangi
  • Agus Sufajar Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI Banyuwangi
  • N. Nurchayati Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI Banyuwangi
Keywords: Echinoidea, Diversity, Dominancy, Pulau Merah

Abstract

Echinoidea has found in many marine defferences. This invertebrates were usually live in individualisia or in groups. They are live in rough substrate like rock and coastal but there are small group of  echinoidea has live in sandy and muddy subtrate. The purpose of  this research was to obtain the diversity ofechinoideain pulau merah shore Banyuwangi this research has been done in july 2016. This research used transek quadrat methode, divide 3 station. Station 1 lie down in side bouder of cea water, station 2 lie down in the middle of sea water and station 3 lie down prorude from sea water. In each station divide in 3 transeks and every transecs there were 3 plot. The result of this research showed there were 4 luind of echinoidea, Trineustes gratilla, Echinometra mathaei, Diadema sitosum, Sea urchin. the most many quantities of echinoidea species that found al most in all of the station was Echinometra mathaei the most hig herst diversity indees was Trineustes gratilla in station 2 (H’=1) in station 3(H’=1). In station 3 (H’=1). The most highast dominancy andecs was Echinometra mathaei in station 2 (D=0,664)

 

References

Alfiati N, Djuwito, haeruddin 2007. Buku Ajar Mata Kuliah Avertebrata Air. Universitas Diponegoro. Semarang.
Anwar Chairul. 2015.Bioekologi Bulu Babi (Echinoidea) di Perairan Laut Teluk Dalam Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan.
Ayyagari, A, dan Kondamundi, R, B. 2014. Ecological Significance Of The Association Between Stomopneustes Variolaris (Echinoidea) And Lumbrinerislatreilli (Polychaeta) From Visakhapatnam Coast India. Jurnal of Marine Biologi. India
Arnold dan birtles 1989. Taksonomi Avertebrata Pengantar Praktikum Laboratorium, UI-PRESS. Jakarta.

Aziz, A, 1987. Makanan dan Cara Makan Berbagai Jenis Bulu Babi. Jurnal Osean. Volume 12(4)
Darsono, P. Dan. A. Aziz. 2002. Komunitas ekhinodermata dari beberapa pulau didaerah Sulawesi Utara. Majalah Ilmu Kelautan 26 (7): 77-88.
Aziz, A. 1994. Tingkah Laku Bulu Babi Di Padang Lamun. Balai Penelitian Biologi Laut, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Oseanologi-LIPI, Jakarta.
Barnes,Robert D. (1982). Invertebrate Zoology. Philadelphia, PA: Holt-Saunders International
Bengen, D. G. 2004. Ekosistem Dan Sumberdaya Alam Pesisir Dan Laut Serta Prinsip Pengelolaanya. Pusat Kajian Sumberdya Pesisir dan Lautan. IPB. Bogor.
Bernard. 1977. Keanekaragaman Dan Dominansi Komunitas Bulu Babi (Echinodea) Di Perairan Pulau Menjangan Kawasan Nasional Bali Barat, sains dan teknologi.,2(2)
Brotowidjoyo. 1993. Keanekaragaman Hayati Laut. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Colemon 1991Umur dan Pertumbuhan Bulu Babi Diadema setosum Leske di Perairan Terumbu karang Gugus Pulau Pari, Pulau-Pulau Seribu. Puslitbang Oseanologi LIPI. Jakarta.
Dahuri, R. 2003. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisirdan Lautan Secara
Terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta.
Darsono, P. 1986. Mengenal Perikanan Bulu Babi. Oseana 8 (5): 21 – 26.
Darmono. 1995.Sebaran dan Kepadatan Bulu Babi Di Perairan Kepulauan Padaido Biak Irian Jaya. Prosiding Seminar Laut Nasional III. Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia. Jakarta.
Fachrul, F. M. 2007. Metode Sampling Bioekologi. bumi aksara. jakarta
Jasin, M. 1992. Zoology Invertebarata.Sinar Wijaya. Surabaya. 278 hal.
Jumanto. 2013. Struktur Komunitas Echinodermata Dipadang Lamun Perairan Desa Pengudang Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Skripsi, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjung Pinang.
Nontji, A. 2007. Laut Nusantara, Djambatan, Jakarta
Nybakken. J. W. 1992. Biologi Laut, Suatu Pendekatan Ekologi. ( Terjemahan ) PT Gramedia: Jakarta
Nystrom et, al. 2000. Biologi Laut, Suatu Pendekatan Ekologis. PT Gramedia Pustaka, Jakarta 458 Hlm. (Diterjemahkan Oleh M.Eidmann, et al).
Odum, E.P. 1998. Fundamental of ecology. W.E. Saunders, Philadelphia, USA:
574 pp.
Puspitasari, Suryanti, dan Ruswahyuni. 2014. Studi Taksonomi Bintang Laut (Asteroidea, Echinodermata) Dari Kepulauan Karimunjawa, Jepara, of Management of Aquatic Resources., 1(1), 7.
Radjab, AW. 2004. Sebaran dan kepadatan bulu babi di perairan Kepulauan
Padaido, Biak Irian Jaya. Dalam: Setyawan, W.B., Y. Witasari, Z. Arifin, O.S.R. Ongkosongo, S. Birowo. Pros. Sem. Laut NasionalIII, Jakarta.
Rani Triana. 2015. Identifikasi Echinodermata di selatan Pulau Tikus,Gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta
Ratna F D. 2002. Pengaruh penambahan gula dan lama fermentasi terhadap mutu pasta fermentasi gonad bulu babi Echinoidea dengan Lactobacillus plantarum sebagai kultur starter [skripsi].Bogor :Departemen Teknologi Hasil Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Romimohtarto, K. dan S Juwana. 2005. Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan Tentang
Biologi Laut.Djambatan. Jakarta. 540 hal.
Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif. Usaha Nasional. Surabaya.
Sugiarto, H dan Supardi. 1995. BeberapaCatatan Tentang Bulu Babi MargaDiadema. Balai Penelitian BiologiLaut, Pusat Penelitian danPengembangan Oseanolog– LIPI.Jakarta.Oseana 20 (4): 35.
Thamrin, Y. J. Setiawan dan S. H. Siregar. 2011. Analisis Bulu Babi Diademasetosum Pada Kondisi Terumbu Karang Berbeda di Desa Mapur Kepulauan Riau. Jurnal IlmuLingkungan Universitas Riau. 5(1) :45- 48.
Trinidad. 1989. Analisis Ekosistem Terumbu Karang Di Pulau Menjangan Kawasan Taman Nasional Bali Barat. Laporan Penelitian DIPA. Universitas Pendidikan Ganesha. Bali.
Yusron E. 2009. Keanekaragaman Jenis Ekhinodermata Di Perairan Teluk Kuta, Nusatenggarabarat. Jurnal makara sains 13 (1) = 45-49
Published
2020-12-30
How to Cite
AimatuzzahroA., SufajarA., & NurchayatiN. (2020). Keragaman Bulu Babi (Echinoidea) di Perairan Pantai Pulau Merah Pesanggaran Banyuwangi. JURNAL BIOSENSE, 3(2), 37-50. https://doi.org/10.36526/biosense.v3i2.1159