Changes in the Livelihood System of the Kerang Dayo Village Community from Loggers to Oil Palm Farmers (2010-2020)

  • Rochgiyanti Universitas Lambung Mangkurat
  • Yunarti Sulistia
  • Fathurrahman
  • Daud Yahya
  • Rhoma Dwi Aria Yuliantri
Keywords: Livelihood, Woodcutter, Palm Farmer, Kerang Dayo Village

Abstract

This research aims to uncover and analyze changes in the livelihoods of the Kerang Dayo Village community in the period 2010-2020, focus on the transition from livelihoods as loggers to farmers palm oil. This research uses a historical methodology approach to understand the factors that influence this transformation. Primary data was obtained through interviews with residents of Kerang Dayo Village who work as palm oil farmers, while secondary data was obtained from the village fund budget, the village government agency, and the local government. statistical center, and related historical sources. The research results show that there are several factors that make the community in Kerang Dayo Village switched professions from loggers to palm oil farmers. In the past, wood was the source of main source of livelihood, but over time the supply of timber commodities in the forest has increased. restricted forest area. As a result of this, it encouraged logging workers looking for alternative jobs by becoming palm oil farmers. Interest people of Kerang Dayo Village become palm oil farmers because of the benefits that obtained is greater than being a woodchopper.

References

Apriansyah, A., Suleman, Z., & Yunindyawati, Y. (2020). Perubahan Sosial Akibat Keberadaan PT. Evans Lestari. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 7(2), 275–285. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31604/jips.v7i2.2020.275-285
BPS Provinsi Kalimantan Selatan. (2011). Kalimantan Timur dalam Angka 2011.
BPS Provinsi Kalimantan Selatan. (2015). Kalimantan Timur dalam Angka 2015.
BPS Provinsi Kalimantan Selatan. (2020). Kalimantan Timur dalam Angka 2020.
BPS Provinsi Kalimantan Selatan. (2021). Kalimantan Timur dalam Angka 2021.
Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. (2014). Statistik Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2014. Disbun Provinsi Kaltim.
Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. (2015). Statistik Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2015. Disbun Provinsi Kaltim.
Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. (2016). Statistik Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016. Disbun Provinsi Kaltim.
Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. (2017). Statistik Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2017. Disbun Provinsi Kaltim.
Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. (2018). Statistik Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2018. Disbun Provinsi Kaltim.
Effendi, R. (2020). Geografi dan Ilmu Sejarah: Deskripsi Geohistori untuk Ilmu Bantu Sejarah. Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.
Herawati, N. (2018). Model Pemberdayaan Ekonomi Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Perkebunan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lokal di Kawasan Perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak. Proyeksi: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 23(2).
Lisdayani, E., & Ameliyani, A. (2021). Dampak Industri Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan Di Desa Paya Kulbi, Aceh Tamiang. Prosiding Seminar Nasional Mutu Pendidikan, 2(1).
Nawiruddin, M. (2017). Dampak keberadaan perkebunan kelapa sawit dalam peningkatan pendapatan masyarakat di Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(1), 227–240.
Rochgiyanti, R. (2022). Konflik Antara Warga Desa dan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala (2007-2021). Yupa: Historical Studies Journal, 6(1), 33–44. https://doi.org/10.30872/yupa.v6i1.1048
Samarinda Niaga Asia. (2020). BPS Catat Produktivitas Kepala Sawit Triwulan II-2020 Menurun. Niaga.Asia. https://www.niaga.asia/bps-catat-produktivitas-kepala-sawit-triwulan-ii-2020-menurun/#:~:text=Dalam laporan BPS yang dirilis%2C Rabu %285%2F8%2F2020%29 secara,ditahun 2019 dengan mengurangi pemupukan hingga 40 persen.
Saraswanti. (2022). PT. Saraswanti Sawit Makmur. Saraswanti.Com. https://saraswanti.com/anak-perusahaan/pt-saraswanti-sawit-makmur/#:~:text=PT Saraswanti Sawit Makmur %28PT SSM%29 didirikan tahun,dan sisanya merupakan Areal Konservasi%2C Sarana dan Prasarana.
Subroto, W., & Rochgiyanti, R. (2018). Perubahan Struktur Ekonomi Masyarakat Akibat Masuknya Perkebunan Sawit di Lahan Rawa Desa Tabatan Baru Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 3(2).
Sulistia, Y., Rochgiyanti, R., & Yahya, D. (2023). Penyebab Perubahan Mata Pencaharian Dari Pekerja Penebang Kayu Ke Petani Sawit Pada Masyarakat Desa Kerang Dayo Tahun 2010-2020. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah, 8(3), 316–327.
Suryadi, S., Dharmawan, A. H., & Barus, B. (2020). Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit : Persoalan Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Hidup (Studi Kasus Kab. Pelalawan, Riau). Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 367–374. https://doi.org/10.14710/jil.18.2.367-374
Tapi, T., & Setiawan, I. (2018). Strategi Adaptasi Sebagai Bentuk Kemandirian Rumah Tangga Petani Plasma Sawit Dalam Menghadapi Tidak Beroperasinya Pks Dan Bangkrutnya Pt. Yi (Studi Kasus Di Distrik Prafi Manokwari Papua Barat). Jurnal Triton, 9(2), 10–21.
Utami, R., Kumala Putri, E. I., & Ekayani, M. (2017). Dampak ekonomi dan lingkungan ekspansi perkebunan kelapa sawit (Studi kasus: Desa penyabungan, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 22(2), 115–126. https://doi.org/10.18343/jipi.22.2.115
Yulian, B. E., Dharmawan, A. H., Soetarto, E., & Pacheco, P. (2017). Dilema nafkah rumah tangga pedesaan sekitar perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur. Jurnal Sosiologi Perdesaan, 5(3), 242–249. https://doi.org/10.22500/sodality.v5i3.19398.
Published
2023-11-06
How to Cite
Rochgiyanti, SulistiaY., Fathurrahman, YahyaD., & YuliantriR. D. A. (2023). Changes in the Livelihood System of the Kerang Dayo Village Community from Loggers to Oil Palm Farmers (2010-2020). Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, Dan Humaniora, 8(1), 81-88. https://doi.org/10.36526/santhet.v8i1.3205