Exemplary Values in the Arya Penangsang Folklore and Their Relevance to Local History Education
Nilai-Nilai Keteladanan dalam Folklore Arya Penangsang dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sejarah Lokal
DOI:
https://doi.org/10.36526/santhet.v10i4.9476Keywords:
Arya Penangsang, exemplary values, folklore, local historyAbstract
This study aims to examine the exemplary values embedded in the folklore of Arya Penangsang and its relevance as a source for local history education. As part of oral tradition, folklore serves as a medium for instilling and transmitting values across generations, particularly character values reflected in the story of Arya Penangsang. In this context, the theories of Collective Memory and Oral Tradition are employed within a qualitative approach combining library research, interviews, and the historical method. Data were collected through an examination of Babad Tanah Jawi, collections of folklore, scholarly journals, research articles, and other credible literature relevant to Arya Penangsang, folklore, local history, and history education. Qualitative data were obtained through interviews to explore oral traditions and collective memories while also examining character constructions that differ from those commonly represented in Javanese historiography. The findings indicate that the folklore of Arya Penangsang embodies five principal exemplary values: courage, leadership, loyalty and steadfastness, religiosity, and patriotism. The folklore is also relevant as a source for local history education, particularly in fostering character values and historical awareness, while encouraging students to recognize diverse perspectives in historical sources and reflect on values from the past in the context of contemporary life.
References
Addarisiy, M. S., & Wiyatmi. (2019). Dekonstruksi Karakter Arya Penangsang dalam Serial Penangsang Karya Nassirun Purwokartun. E-Journal Student: Sastra Indonesia, 8(4), 58–65. https://journal.student.uny.ac.id/index.php/bsi/article/view/16722
Ariyanti, L. (2017). Membangun Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Melalui 6 Kebajikan Positif Universal. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 1(2b). https://doi.org/10.30651/else.v1i2b.1058
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What Works in Character Education: A Research-Driven Guide for Educators. In Character Education Partnership. Washington DC: University of Missouri - St Louis.
Budiarta, I. W. (2023). Integrasi Kearifan Lokal Mulat Sarira dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Ika, 21(1), 1–7. https://doi.org/10.23887/ika.v21i1.40848
Fransiska. (2018). Perbandingan Cerita Arya Penangsang Versi Naskah Babad Pajang dan Cerita Rakyat Arya Penangsang di Masyarakat Jipang (Suntingan Teks dan Kajian Intertekstual). Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.
Halbwachs, M., & Coser, L. A. (1992). On Collective Memory. Chicago: University of Chicago Press.
Hasan, S. H. (2019). Pendidikan Sejarah untuk Kehidupan Abad Ke-21. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 2(2), 61–72. https://doi.org/10.17509/historia.v2i2.16630
Herlina, N. (2020). Metode Sejarah. Bandung: Satya Historika.
Lickona, T. (1992). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Mareta, Y., & Jamil, R. N. (2022). Pembelajaran Sejarah Lokal: Enkulturasi Berpikir Kritis. Tarikhuna: Journal of History and History Education, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.15548/thje.v4i1.4591
Marzuki. (2012). Pengintegrasian Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(1), 33–44. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i1.1450
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2007). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press.
Moleong, L. J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nasional, K. P. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.
Romadi, & Kurniawan, G. F. (2017). Pembelajaran Sejarah Lokal Berbasis Folklore Untuk Menanamkan Nilai Kearifan Lokal Kepada Siswa. Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 11(1), 79–94. https://doi.org/10.17977/um020v11i12017p079
Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Bandung: Rajawali Press.
Sardiman. (2017). Reformulasi Pembelajaran Sejarah: Sebuah Tantangan. ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah, 13(1). https://doi.org/10.21831/istoria.v13i1.17610
Sayono, J. (2021). Langkah-Langkah Heuristik dalam Metode Sejarah di Era Digital. Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 15(2). https://doi.org/10.17977/um020v15i22021p369-376
Sumiyardana, K. (2018). Arya Penangsang dalam Cerita Rakyat di Jepara dan Blora serta Perbandingannya dengan Teks Tertulis. Widyasastra, 1(2), 123–130.
Sumpana. (2024). Transmisi Nilai Budaya Melalui Folklore dalam Sejarah Lokal. AKADEMIKA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 23(1). https://journal.ipw.ac.id/index.php/akademika/article/view/83
Usman, H. (2013). Kepemimpinan Berkarakter Sebagai Model Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(3), 265–273. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i3.2749
Vansina, J. (2014). Tradisi Lisan sebagai Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Waluyo, S. (2019). Hegemoni Jawa Mataraman dalam Tari Soreng sebagai Ikon Budaya Kabupaten Magelang. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(1), 85–99. https://doi.org/10.14710/endogami.3.1.85-99
Waluyo, S. (2021). Arya Penangsang: Santri Kesayangan Sunan Kudus sebagai Pembangun Memori Kolektif dalam Revitalisasi Kota Cepu. Religious, 5(2), 161–174. http://doi.org/10.15575/rjsalb.v5i2.11350
Widja, I. G. (2018). Pembelajaran Sejarah yang Mencerdaskan: Suatu Alternatif Menghadapi Tantangan dan Tuntutan Jaman yang Berubah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 1(2), 117–134. https://doi.org/10.17977/um033v1i22018p117
Wijayanti, Y. (2017). Peranan Penting Sejarah Lokal dalam Kurikulum di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Artefak, 4(1), 53–60. http://doi.org/10.25157/ja.v4i1.735
Wiyanarti, E., Supriatna, N., & Winarti, M. (2020). Pengembangan Sejarah Lokal sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah yang Kontekstual. FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 9(1), 67–74. https://doi.org/10.17509/factum.v9i1.21666
Yasadipura I, R. N. (1939). Babad Tanah Jawi (Jilid 4): Nyariyosakên Risakipun Nagari Dêmak, Madêgipun Karaton Ing Pajang, Tuwin Rêjanipun Bumi Ing Mataram. Batawi Sèntrêm: Bale Pustaka.
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.





















