HISTORICAL ROOTS OF SOCIAL HARMONY AMONG MULTI-RELIGIOUS COMMUNITIES IN THE PETIK LAUT TRADITION OF CANDIKUSUMA VILLAGE - BALI
Jejak Historis Harmoni Sosial Masyarakat Multi Agama pada Tradisi Petik Laut di Desa Candikusuma, Bali
DOI:
https://doi.org/10.36526/santhet.v10i3.8510Keywords:
Candikusuma, Village, Coastal, Community, Collaboration, Sea, Harvest, Tradition, History, Learning, SupplementAbstract
This study aims to determine the background of the coastal community of Candikusuma Village in carrying out the sea harvest tradition, the forms of collaboration in the sea harvest tradition in Candikusuma Village, and aspects of character education that can be used to develop a history learning supplement in high school. This research is a qualitative study using descriptive methods. Informants in this study were selected by snowball sampling. The informants in this study were the Head of Candikusuma Village, the Head of the Banjar Tirtakusuma Environment, the head of the sea harvest committee, representatives of Hindu religious leaders, representatives of Islamic religious leaders, and representatives of Christian religious leaders. Research data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the background of the sea harvest tradition is carried out as a form of gratitude to God Almighty for the marine products obtained, as well as a request for safety, blessings, and smoothness in carrying out activities as fishermen. Forms of collaboration in the implementation of the sea harvest tradition are seen from the active involvement of the entire community in every stage of the activity, from preparation to the main implementation. Furthermore, the sea harvest tradition encompasses various educational aspects that can be utilized as learning resources in high school history lessons, including spiritual, social, cultural, and historical aspects. This tradition demonstrates the continuity of cultural values and practices passed down from previous generations, making it a contextual and relevant resource for local history learning in students' lives.
References
Angkat, C. A. B., Lubis, M. Z. H., & Ginting, L. D. C. U. (2024). Warisan Budaya Karo yang Terancam: Upaya Pelestarian dan Pengembangan Tradisi Topeng Tembut-Tembut. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 3(8), 2281–2290.
Anriani, T., & Nasution, K. (2024). Adaptasi Mahasiswa Perantau di Kota Yogyakarta: Perspektif Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger. Huma: Jurnal Sosiologi, 3(2), 168–177. https://doi.org/10.20527/h-js.v3i2.226
Ansaar. (2019). Sistem Pengetahuan Pelayaran dan Penangkapan Ikan pada Masyarakat Nelayan di Kelurahan Rangas, Kabupaten Majene. Walasuji, 10(2), 139-154.
Arfan, A., & Athroz Arfan, I. (2021). A strategy for strengthening public perception toward banking. Banks https://doi.org/10.21511/bbs.16(2).2021.16
Arta, K. S. (2021). Integrasi Sosial Antar Agama dalam Subak, Studi Kasus Subak Pancoran Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Klaten: Lakeisha.
Asih, S. A., & Kurniawan, B. (2024). Upaya Pelestarian Tradisi Gredoan Melalui Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Nilai Kebudayaan (Studi Kasus di Desa Macan Putih Kabupaten Banyuwangi). Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 4(10), 1-19.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (2018). Tafsir Sosial atas Kenyataan Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan.Jakarta: LP3ES.
Bourdieu, P. (1986).The Forms of Capital. Dalam J. Richardson. Handbook of Theory and Reserch for the Sociology of Education (Halaman 241-258). London: Greenwood Press.
Buton, L. H., Susiati, S., & Taufik, T. (2021). Konstruksi Sosial Masyarakat Namlea atas Pola Hidup Bertoleransi Antara Umat Beragama. Sang Pencerah, 7(4), 618–629. https://doi.org/10.35326/pencerah.v7i4.1554
Dala, I. M., Maemunah, & Saddam. (2021). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kampung Adat Tutubhada Sebagai Desa Wisata. In Seminar Nasional Paedagoria, 1, 112–125.
Field, J. (2010). Modal Sosial. Terjemahan Nurhadi. Bantul: Kreasi Wacana.
Habibuddin, Hanapi, & Burhanuddin. (2023). Pelestarian Lingkungan Pesisir Melalui Ritual Nyalamaq Dilauq di Desa Tanjung Luar Keruak Lombok Timur. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 7(1), 130-141.
Juliana, I., Safitri, N. L., & Fadillah, W. (2023). Pemaknaan Tradisi Petik Laut Bagi Masyarkat Pesisir. Tuturan: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 1(2), 218–232.
Junaidi, A. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Lokal Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Sikap Toleransi Siswa. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 4(1).
Kusnadi, A., & Assa'diyah, F. (2023). Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengimplementasikan Pendidikan Multikultural Berbasis Nilai-nilai Pendidikan Islam di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nasional Plus Tunas Global Kota Depok. Accident Analysis and Prevention, 183(2), 153–164.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Naim, N., & Ilyya, A. S. (2021). Pendidikan Multikultural Konsep Dan Aplikasi. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.
Nicodemus, J. C., Matheosz, J. N., & Matheosz, J. E. T. (2023). Tradisi Ritual Adat Tulude di Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir Kota Bitung. Jurnal Holistik, 16(2), 1-14.
Nurmalasari, E. (2023). Nilai Kearifan Lokal Upacara Petik Laut Muncar Sebagai Simbol Penghargaan Nelayan Terhadap Limpahan Hasil Laut. Jurnal Artefak, 10 (1), 43 – 54.
Pageh, I. M. (2024). Ideologi pendidikan baliseering: Pengajaran sejarah kritis yang menantang di era globalisasi. Klaten:Lakeisha
Purnawati, D. M. O. (2021). “Rarud Ke Alas Cekik” dalam Sejarah dan Kearifan Lokal di Era Globalisasi. Klaten: Lakeisha.
Qomariyah, R. S., Firdaussy, A. N., Kurniawati, A., Puspita, D., & Zamili, F. (2024). Tradisi Petik Laut Sebagai Pelestarian Kearifan Lokal di Pesisir Mayangan Probolinggo. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 1(4), 1141–1143.
Riyadi, A., & Azizah, N. (2019). Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural melalui Tradisi Petik Laut di Muncar Banyuwangi. Jurnal Sosiologi Agama: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan Perubahan Sosial, 13(1), 125-144.
Salamah, N., Raihan, F. A., Marbun, R. N., Pusparini, A. R. Y., & Dewi, I. O. R. S. (2023). Ketaatan Sosial di Dalam Tradisi Saparan pada Masyarakat Desa Kopeng Salatiga. Jurnal Kultur, 2(2), 150-156.
Simatupang, G. A. R., Arta, K. S., & Pardi, I. W. (2024). Migrasi Suku Bugis Sebagai Peletak Dasar Nilai-Nilai Multikulturalisme di Kampung Bugis Buleleng Bali dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA. Jurnal Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 12(2), 85–97. undiksha.ac.id
Siregar, M. U., Khoiriyah, J., Hayani, R. N., & Amini, A. (2023). Perkembangan Sosial Masyarakat Indonesia Sepanjang Sejarah. GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat, 1(2), 106-116.
Soekanto, S. (2019). Sosiologi: Suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Supriatna, N., & Pageh, I. M. (2022). Living museum sebagai sumber pembelajaran Sejarah (comparative studies in Bali and West Java). Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran IPS, 7(1), 42–58. https://doi.org/10.17977/um022v7i22022p42.
Suryana, Y. (2015). Pendidikan Multikultural; Suatu Upaya Pengamatan Jati Diri Bangsa Konsep-Prinsip-Praktek. Bandung: Pustaka Setia.
Suwito. (2019). Merawat Pluralisme Merawat Indonesia (Potret Pendidikan Pluralisme Agama di Jembrana-Bali). Sleman: Deepublish.
Syafe'i, I., & Wasehudin, I. A. (2023). "The Role Of Islamic Religious Education Teachers In Mental Strengthening Post-Covid-19 Pandemic Students In The Coastal District Of Serang." Scandinavian Journal. https://doi.org/10.5281/SJIS.775151
Usman, S. (2018). Modal Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wirawan, I. G. M. A. S. 2021. Restorasi dan Kebertahanan Local Genius Di Era New Normal dalam Sejarah dan Kearifan Lokal di Era Globalisasi. Klaten: Lakeisha.
Wulandari, M., Ismail, M., Alqadri, B., & Zubair, M. (2023). Implementasi nilai-nilai sosial dalam pelaksanaan tradisi Banjar Begawe (Di Desa Gerisak Semanggleng, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(3), 871–878.
Yasa, I. W. P., Lasmawan, I., & Suharta, I. G. (2023). Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Berbasis Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Pelajar Indonesia Pancasilais: Peluang Dan Tantangan. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 6, 239. https://doi.org/10.17977/um0330v6i2p239-253
Yasa, I. W. P., & Luh Suci Yastini. (2024). Bali sebagai live museum masyarakat multikultural: Peluang dan tantangan. Dalam Harmoni: Merajut kebhinnekaan dan membangun inklusivitas melalui pendidikan multikultural. Klaten: Lakeisha.
Zuchdi, D., & Afifah, V. N. (2019). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Tradisi Lokal sebagai Sumber Belajar Sejarah. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 4(2).





















