ANALYSIS OF THE VALUE OF THE TEPUK TEPUNG TAWAR TRADITION IN TRADITIONAL WEDDING CEREMONIES IN LINGGA REGENCY

Analisis Nilai Tradisi Tepuk Tepung Tawar pada Upacara Adat Pernikahan Kabupaten Lingga

Authors

  • Julia julia Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Dody Irawan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Maritim raja Ali Haji, Tanjungpinang
  • Ahada Wahyusari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Maritime raja Ali Haji, Tanjungpinang
  • Suhardi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Maritime raja Ali Haji, Tanjungpinang
  • Legi elfitra Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Maritime raja Ali Haji, Tanjungpinang
  • Abdul Malik Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Maritime raja Ali Haji, Tanjungpinang

DOI:

https://doi.org/10.36526/santhet.v10i4.7337

Keywords:

traditional values, semiotic, pat in plain flour, wedding customs

Abstract

This study aims to analyze the traditional values ​​embodied in the "puking bumbu tawar" traditional ceremony at weddings in Lingga Regency. Data were obtained through observation, in-depth interviews with traditional leaders and cultural figures, and documentation of ceremonial activities. The results show that the "puking bumbu tawar" tradition possesses a deeply meaningful sign system, based on Charles Morris's semiotic theory, which consists of signs, signals, and symbols. This tradition is a form of cultural expression passed down from generation to generation and plays a crucial role in shaping the social, spiritual, and moral order of society. The "puking bumbu tawar" tradition plays a crucial role in maintaining the continuity of Malay cultural values, strengthening social relations, and strengthening regional identity. "puking bumbu tawar" serves not only as a traditional ritual but also as a medium for transmitting cultural values, a means of character education, and strengthening the identity of the Lingga Malay community amidst the tide of modernization.

References

Adam, A. (2020). Dinamika Pernikahan Dini. Al-Wardah, 13(1), 14. https://doi.org/10.46339/al-wardah.v13i1.155

Andika, R. juli. (2018). Upacara Tepuk Tepung Tawar dalam Proses Perkawinan Adat Melayu (Studi Pandangan Tokoh Adat di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Jurusan AL-Ahwal Asy-Syakhsiyyah, Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Ariana, R. (2016). Legislasi Wali Anak Hasil Kawin Hamil Dalam Perspektif Hukum Islam. 1–23.

Armansyah, M. D. (2023). Perkawinan Adat Melayu di Desa Kembang Mekar Sari, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir ditinjau dalam Hukum Islam. Jurusan Hukum Keluarga, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Karim Riau.

Embon, D. (2018). Sistem Simbol Dalam Upacara Adat Toraja Rambu Solo : Kajian Semiotik. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 4(7), 1–10.

Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. CAPS (Center for Academic Publishing Servise).

Ferwani, S. (2024). Nilai Kearifan Lokal pada Mantra Penawar Masyarakat Melayu Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun. Jurursan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Husnah, Dewi, I., & Fajaruna, E. (2023). Tradisi Tepuk Tepung Tawar Dalam Perspektif Hukum Islam. Comparativa: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab Dan Hukum, 4(1), 17–32. https://doi.org/10.24239/comparativa.v4i1.129

Jauhari, H. (2018). Folklor bahan kajian ilmu budaya,sastra,dan sejarah (Tim Editorial IPS (ed.)). Yrama Widya. Juliana, S. (2024). Analisis Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Desa Sungai Buluh, Kabupaten Lingga. Jurursan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Juwati. (2018). Sastra Lisan Bumi Silampari Teori, Metode, dan Penerapannya. CV Budi Utama.

Makbul, M. (2021). Metode pengumpulan data dan instrumen penelitian. Pharmacognosy Magazine, 75(17), 399–405.

Malik, A. (2016). Penelitian Deskriptif untuk Bidang Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Sosial-Budaya. FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Malik, A. (2018). Materi Kuliah Metodologi Penelitian Sastra Indonesia. FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Permana, C. S., & Sigit, R. (2017). Model Penciptaan Karya Lagu Anak. 2(2), 107– 125.

Pradopo, R. D. (2023). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Gajah Mada University Press.

Rusmana, D., & Ag, M. (2005). Dadan Rusmana, M.Ag. Tazkiy Press.

Sahir, S. H. (2021). Metodologi Penelitian. KBM Indonesia.

Suhardi. (2015). Dasar-Dasar Ilmu Semantik. AR-RUZZ MEDIA.

Suhardi. (2021). Folklore Melayu Dalam Bentuk dan Keragaman. CV Budi Utama.

Susanto, D. (2016). Pengantar Kajian Sastra. PT Buku Seru.

Usman, L., Hitam, R. H., & Hasbi, M. (2019). Adat Tepuk Tepung Tawar Di Bunda Tanah Melayu. Milaz Grafika.

Warsito. (2020). Folklor Di Kabupaten Magetan (Bahan ajar sastra, berbasis kearifan lokal). Indocamp.

Downloads

Published

2026-08-05

How to Cite

julia, J., Dody Irawan, Ahada Wahyusari, Suhardi, Legi elfitra, & Abdul Malik. (2026). ANALYSIS OF THE VALUE OF THE TEPUK TEPUNG TAWAR TRADITION IN TRADITIONAL WEDDING CEREMONIES IN LINGGA REGENCY: Analisis Nilai Tradisi Tepuk Tepung Tawar pada Upacara Adat Pernikahan Kabupaten Lingga . Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 10(4), 1320–1327. https://doi.org/10.36526/santhet.v10i4.7337

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>