THE HISTORY OF THE TRADITIONAL JONGGAN DANCE IN THE DAYAK KANAYATN COMMUNITY OF WEST KALIMANTAN PROVINCE FROM 1998 - 2025
Sejarah Tarian Tradisional Jonggan dalam Masyarakat Suku Dayak Kanayatn Provinsi Kalimantan Barat pada Tahun 1998-2025
DOI:
https://doi.org/10.36526/santhet.v10i1.5913Keywords:
Dance of Jonggan, , Dayak Kanayatn,Abstract
This research discusses the history of Jonggan traditional dance in the Dayak Kanayatn community, West Kalimantan, from 1998 to 2025. The research objectives include understanding the dynamics, socio-cultural roles, and relevance of Jonggan dance to education in that time span. The research uses historical method with four stages: source collection (heuristics), source criticism (verification), interpretation, and writing (historiography). The results showed that Jonggan dance experienced significant changes due to technological advances and the influence of foreign cultures. Its popularity has decreased because the younger generation is less concerned about preserving it, causing a decrease in value in society. The meaning of the dance also shifted from sacred rituals and cultural identity to commercial performances that lost symbolic and spiritual contexts. Sacred elements, such as social satire verses are now diminishing due to excessive commercialization. The change in values occurred because indigenous people began to adjust to modern entertainment, such as local bands and DJs that are more attractive to the younger generation. As a result, Jonggan dance is considered boring and has lost its appeal. The regeneration crisis of Jonggan dance is getting worse due to the lack of support from the government and educational institutions. This shows that without serious preservation efforts, traditional dances such as Jonggan can become extinct and lose their place in the socio-cultural life of the Dayak Kanayatn community.
References
Fitriany. A., & Fajriyah. I. (2015) Sejarah Budaya Kawin Siri di Desa Kalisat Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan . Jurnal Edukasi, 1(2) 253-274.
Louis Gottschalk. Mengerti Sejarah. Jakarta: Armico. 1975
M. Aristo Ranto M., Christianly Jeri Silaban (2022) Bentuk Penyajian dan Fungsi Jonggan di Desa Bebatung Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. TACET (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, 1(2), pp. 28-35.
Parsudi Suparlan (2002) Multikulturalisme. Jurnal Ketahanan Nasional, VI(1).
Soedarsono. 1978. Kamus Istilah : Tari dan Karawitan. Jakarta: Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan daerah.
Sudarsono. 1982. Pengantar Pengetahuan Tari. Jakarta: Depdiknas.
Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabet.
Sugiyono, 2010. Memahami Peneltian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabet Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosda
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabet
Turyati (2015). Pertunjukan Jonggan Dalam Konteks Sosial Kemasyarakatan Suku Dayak Kanayatn. E-Jurnal ISBI Bandung (Institut Seni Budaya Indonesia), 25(3).
Wibowo, S. (2022). Kesenian Topeng Dalang Sumenep Tahun 2000-2010: Nilai sejarah dan budaya terhadap perilaku moral masyarakat. Jurnal Ilmu Sejarah dan Budaya, 12(1).
Yovi Kristova, Henny Sanulita, Imma Fretisari (2014) Analisis Fungsi Tari Jonggan Pada Suku Dayak Kanayatn Kabupaten Landak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 3(8)
Yudhi Alan Setiawan, Agus Syahrani, Imma Fretisari. (2017) Bentuk Penyajian Tari Jonggan Suku Dayak Kanayatn di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 6(8).
Kasuwan. (2025. Mei 26). Wawancara tentang Sejarah Tarian Jonggan di Kalimantan Barat. (bersama masyarakat lokal dayak)
Robertus Haryanto. (2025. Mei 27). Wawancara tentang Sejarah Tarian Jonggan di Kalimantan Barat. (bersama bapak Kepala Desa Mandor)
Sopianus. (2025. Mei 29). Wawancara tentang Sejarah Tarian Jonggan di Kalimantan Barat. (bersama pemilik sanggar tarian jonggan)
Syaiful D. (2025. Mei 28). Wawancara tentang Sejarah Tarian Jonggan di Kalimantan Barat. (bersama Timanggong Desa Mandor)





















