THE TRADITON OF PALEMBANG WEDDING AS A SOURCE OF HISTORY LEARNING
Nilai Tradisi Pernikahan Adat Palembang Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA
DOI:
https://doi.org/10.36526/santhet.v10i3.8748Keywords:
Palembang Traditional Marriage, Historical Values, History Learning Resources, History Education, Local CultureAbstract
This study aims to examine the historical values, cultural meanings, and educational significance embedded in the Palembang traditional marriage ceremony, as well as its relevance as an authentic history learning resource at the senior high school level. The study employed a qualitative descriptive method using a case study approach. Data were collected through observations conducted at SMAN 3 Palembang and the Sultan Mahmud Badaruddin II Museum, in-depth interviews with traditional leaders, customary authorities, cultural practitioners, and history teachers, as well as document analysis. The findings reveal that the Palembang traditional marriage ceremony preserves authentic historical traces inherited from the era of the Sriwijaya Kingdom and later refined during the reign of Sultan Mahmud Badaruddin II of the Palembang Sultanate. The ceremony embodies noble values, including mutual respect, deliberation, commitment, responsibility, sincerity, and family unity. As a living cultural heritage, this tradition serves as an effective history learning resource by connecting the past with the present, enabling students to gain a deeper understanding of local history while fostering historical awareness, cultural pride, and positive character development. It can be concluded that integrating the Palembang traditional marriage ceremony into history education significantly enhances students' understanding of local history and strengthens their cultural identity within the framework of the Merdeka Curriculum.
References
Andaya, B. W. (2021). Sejarah sosial dan budaya Sumatera. Penerbit Universitas Indonesia.
Annissa, B. D. (2025). Nilai budaya dan simbolisme dalam perkawinan adat Palembang. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 15(12), 321–330.
Azizah, N. (2019). Akulturasi budaya dalam busana adat pengantin Palembang. Jurnal Seni Rupa dan Desain, 11(2), 45–58.
Banks, J. A. (2021). Multikulturalisme dan pendidikan: Perspektif global. Pustaka Pelajar.
Barton, K. C., & Levstik, L. S. (2021). Mengajar sejarah untuk pemahaman. Penerbit Erlangga.
Cahyani, D., dkk. (2025). Pemanfaatan warisan budaya lokal sebagai sumber belajar sejarah di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 7(1), 45–59.
Fauzan, A. N., & Hasan, Z. (2025). Kajian budaya lokal pada perkawinan adat Palembang: Nilai, makna dan implementasinya bagi kehidupan sosial. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(6), 48–56.
Hanafiah, M. (2020). Pergeseran Tata Cara dan Makna Sejarah Pernikahan Adat Palembang Masa Kesultanan Hingga Kini. Mozaik: Jurnal Kajian Sejarah dan Budaya, 9(2), 78–95.
Hasan, M. (2025). Nilai budaya dan simbolisme dalam perkawinan adat Palembang. Jurnal Kebudayaan dan Tradisi, 8(2), 45–62.
Krismawati, N. U., Warto, & Suryani, N. (2018). Analisis kebutuhan pada bahan ajar penelitian dan penulisan sejarah di sekolah menengah atas (SMA). Brilliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 3(3), 300–311. https://jurnal.unublitar.ac.id/index.php/briliant/article/view/202
Kurniawan, S., & Firmansyah, H. (2020). Desain pembelajaran sejarah berbasis penguatan karakter. Penerbit Ombak.
Kholifah, S. N. (2024). Analisis kebutuhan buku digital sejarah lokal pada mata pelajaran sejarah di SMA PGRI 2 Palembang [Skripsi]. Universitas PGRI Palembang.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Patimah, M. Z. (2023). Proses upacara pernikahan adat Palembang dan makna simbolisnya [Laporan Akhir Studi]. Akademi Kesejahteraan Sosial AKK. http://repositori.aks-akk.ac.id/items/show/48
Putra, A. S. (2020). Peran sumber sejarah lokal dalam meningkatkan minat belajar siswa. Jurnal Pendidikan Sejarah, 3(2), 77–91.
Rahman, A. (2020). Keterampilan budaya lokal dalam konteks globalisasi. Gramedia Pustaka Utama.
Ramadhani, O. E. (2023). Adat pernikahan masyarakat Melayu Palembang. Universitas Islam Negeri Imam Bonjol.
Reid, A. (2020). Sejarah modern Asia Tenggara: Dari abad ke-19 hingga sekarang. Gramedia Pustaka Utama.
Sari, R. P., & Susetyo, B. (2022). Nilai budaya dan simbolisme dalam perkawinan adat Palembang. Jurnal Kajian Budaya, 12(1), 34–47. https://mahasiswaindonesia.id/nilai-budaya-dan-simbolisme-dalam-perkawinan-adat-palembang/
Sari, R., & Susanto, H. (2020). Simbolisme dan makna filosofis busana Aesan Gede pada pernikahan adat Palembang. Jurnal Antropologi Budaya, 14(3), 201–218.
Sholeh, K., & Wandiyo. (2022). Nilai-nilai sejarah Rumah Limas Seratus Tiang di Desa Sugih Waras Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 8(1), 45–56. https://www.researchgate.net/publication/362521083_NILAI-NILAI_SEJARAH_RUMAH_LIMAS_SERATUS_TIANG_DI_DESA_SUGIH_WARAS_KABUPATEN_OGAN_KOMERING_ILIR_SEBAGAI_SUMBER_PEMBELAJARAN_SEJARAH_LOKAL
Sholeh, K., Suriadi, A., & Maryadi. (2021). Nilai-nilai sejarah sebaran situs peninggalan masa Islam di Palembang sebagai sumber pembelajaran sejarah. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 9(2), 45–56. https://paperity.org/p/339321771/nilai-nilai-sejarah-sebaran-situs-peninggalan-masa-islam-di-palembang-sebagai-sumber
Smith, J. D. (2023). Pembelajaran berbasis budaya: Teori dan penerapannya di sekolah. Alfabeta.
Sudijono, A. (2022). Pembelajaran digital berbasis budaya lokal: Strategi dan implementasi. Pustaka Pelajar.
Sudarto. (2021). Peningkatan apresiasi siswa terhadap nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah dengan media tradisi sedekah laut Cilacap. Jurnal Artefak, 8(2), 280–297. https://jurnal.unicag.ac.id/index.php/artefak/article/view/6713
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suswandari, Absor, N. F., Aprilia, D., Nurahman, L., & Novriansyah, A. (2021). Pemanfaatan situs sejarah Buddhisme di Palembang sebagai suplemen materi pembelajaran sejarah. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Estoria. https://journal.unindra.ac.id/index.php/estoria/article/view/599
Syahlia, R., & Isnawijayani, D. (2020). Simbolisme dan makna ritual dalam pernikahan adat Palembang. Jurnal Antropologi Indonesia, 12(1), 112–128.
Syahlia, T. F., & Isna, W. (2022). Makna suap-suapan dan cacap-cacapan pada pernikahan adat di Kota Palembang. Jurnal Inovasi, 16(2), 16–25.
Syarofie, A. (2020). Pergeseran tata cara pelaksanaan adat pernikahan di Palembang 1990–2010. Mozaik: Jurnal Ilmu Humaniora, 10(3), 225–242. https://jurnal.unicag.ac.id/index.php/artefak/article/view/6713
UNESCO. (2022). Pedoman pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya dalam pendidikan. Kantor Perwakilan UNESCO Indonesia.
Utami, S. W. (2023). Akulturasi budaya dalam tradisi pernikahan adat Palembang. Jurnal Kebudayaan dan Sejarah, 1(1), 22–35. https://www.researchgate.net/publication/335570998_Kesultanan_Palembang_Darussalam_Sejarah_dan_Warisan_Budayanya
Van Boxtel, C., & Grever, M. (2021). Mengajarkan sejarah: Berpikir sejarah dan kesadaran sejarah. Penerbit Universitas Terbuka.
Yenuari, S. (2023). Prosesi pernikahan adat Palembang. Budaya-Indonesia.org. https://www.budaya-indonesia.org/Pernikahan-Adat-Palembang
Yin, R. K. (2018). Studi kasus: Desain dan metode (Edisi ke-6). Rajawali Pers.
Zainuddin, A. (2019). Tradisi pernikahan Melayu Palembang: Makna dan filosofi. Lembaga Penelitian Budaya Daerah Sumatera Selatan.
Zulfa, M. (2023). Nilai-nilai filosofis dalam tradisi pernikahan adat Palembang. Jurnal Kajian Sejarah dan Budaya, 10(1), 29–42.





















