Situs Problematika Pariwisata Situs Kota Cina Medan

Indonesia

  • Zuliana Lia Universitas Negeri Medan
  • Nadia Resya Siregar Universitas Negeri Medan, Jalan Williem Iskandar, Pasar V Medan Estate
  • Elsarah Natasha Sitepu Universitas Negeri Medan, Jalan Williem Iskandar, Pasar V Medan Estate
Keywords: China City, Probe, Tourism.

Abstract

The research was conducted to find out the problems of Kota Cina Sites tourism as educational and cultural tourism. The technique used in this research is the technique of interview, observation, and documentation. Qualitative data whose sources consist of primary and secondary sources. The data collection technique is using purposive sampling technique, while the data analysis technique is in the form of qualitative descriptive data. The results of this study indicate a complex problem in Kota Cina Site tourism which includes three things, including (a) Community; (b) Government; and (3) Natural and Non-Natural Disasters. The problem is the lack of attention from the community and government in preserving and managing the Kota Cina Site to develop it as a historic site that has the potential for educational and cultural tourism. As well as sea tides that caused the Kota Cina site to experience sea intrusion and also the problem of conflict of interest. However, attention is still getting from the private sector, archaeologists, and academics

References

Hendarso, E. Susanti. (2007). Penelitian Kualitatif: Sebuah Pengantar, dalam Metode Penelitian Sosial. Kencana Perdana Media Group. Jakarta.
Jurnalis Sindo. (2016). “Situs Sejarah Kota Cina Belum Dimaksimalkan”. Okezone.com.
Mc Kinnon. E. Edwards. (1993/1994). “Arca-Arca Tamil di Kota Cina”. Saraswati Esai-Esai Arkeologi 2, Kapaltaru Majalah Arkeologi No. 2: 53-79.
Mukhtar. 2013. Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif. GP Press Group. Jakarta.
Nababan, A. Surya. (2018). “Pemanfaatan Situs Kota Cina Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal di Kota Medan”. Intelektiva: Jurnal Ekonomi, Sosial dan Humaniora. Vol. 01 No. 04: 49-55.
Observasi dan wawancara 10 orang informan diantaranya, 2 penduduk, 1 penjaga museum, 6 pengunjung situs dan museum, serta 1 pendiri museum Situs Kota Cina.
Palimbunga, Ika Pujiningrum. 2017. “Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata di Kampung Wisata Tablanusu Kabupaten Jayapura Provinsi Papua: Kajian Pariwisata Budaya”. Melanesia: Jurnal Ilmiah Kajian Sastra dan Bahasa. Vol. 1 No. 2: 15-32.
Purnawibowo, S. dkk. (2015). “Strategi Pengelolaan Kawasan Kota Cina Medan, Provinsi Sumatera Utara”. SBA. Vol. 18. No. 01: 57-76.
Putra, G.K. Pande., dkk. (2018). “Partisipasi Masyarakat Desa Jungutbatu di Daya Tarik Wisata Mangrove Tour Nusa Lembongan Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung”. Jurnal Destinasi Pariwisata. Vol. 6 No. 1: 129-133.
Rindrasih, E. & Mujiasih, S. (2015). “Bencana dan Pariwisata: Bagaimana Pariwisata Merespon Cuaca Ekstrim”. Jurnal Riset Kebencanaan Indonesia. Vol. 1 No. 2: 54-64.
Simamora, R. Kristin. Sinaga, R. Salam. (2016). “Peran Pemerintah Daerah dalam Pembangunan Pariwisata Alam dan Budaya di Kabupaten Tapanuli Utara”. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik. Vol. 4 No. 1: 79-96.
Soeroso, A., & Susiilo, Y.S. (200). “Strategi Konservasi Kebudayaan Lokal Yogyakarta”. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan, Vol. 1 No. 2: 144-161.
Tempo, co. (2019. “5 Dampak Bencana pada Pariwisata Indonesia, Simak Solusinya”. Travel Tempo. com. (Diakses 01/05/2021).
Triyono, J., dkk. (2018). “Pengaruh Daya Tarik dan Promosi Wisata terhadap Kepuasan Pengunjung Kampoeng Wisata di Desa Melikan Kabupaten Klaten”. Jurnal Kepariwisataan, 12 (1), 29-40.
Published
2022-01-28
How to Cite
Lia, Z., Nadia Resya Siregar, & Elsarah Natasha Sitepu. (2022). Situs Problematika Pariwisata Situs Kota Cina Medan: Indonesia. Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan, Dan Humaniora), 6(1), 27-39. https://doi.org/10.36526/santhet.v6i1.1688