PRO BONO PUBLICO IN THE PROFESSIONS OF NOTARIES AND LAND DEED OFFICIALS (PPAT): AMARTYA SEN'S PERSPECTIVE ON JUSTICE
DOI:
https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v15i4.9254Keywords:
Notaris, PPAT, Pro Bono, KeadilanAbstract
This article analyzes the normative basis and the problems of implementing pro bono publico in the professions of notaries and Land Deed Officials, or Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) through Amartya Sen's framework of justice. The study employs normative legal research with statute and conceptual approaches. The primary legal materials comprise the Notary Office Law, the PPAT office regulation, the Legal Aid Law, and their implementing regulations; the secondary materials consist of the works of Amartya Sen and previous studies on free legal services. The findings show that the pro bono obligation is expressly stipulated in Article 37 paragraph (1) of Law Number 2 of 2014 and Article 31 paragraph (2) of the PPAT office regulation, but its normative effectiveness is constrained by three main problems: the absence of clear criteria for indigent persons, the lack of uniform institutional procedures and mechanisms, and the unavailability of a proportionate funding or cost-support scheme. From Sen's perspective, these conditions hinder the expansion of people's capabilities to exercise their civil and land-related rights in practice. The pro bono obligation cannot automatically be regarded as contradicting professionals' right to remuneration; the central issue lies in the distribution of the burden and the design of the regulation. The article recommends standards for verifying beneficiaries, service standards, recording and supervision, and measurable institutional support.
References
Adjie, H. (2008). Hukum Notaris Indonesia: Tafsir Tematik terhadap UU No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Bandung: Refika Aditama.
Bachtiar, H. S. (2013). Notaris dan Akta Autentik. Bandung: Mandar Maju.
Kadafi, B., dkk. (2002). Advokat Indonesia Mencari Legitimasi: Studi tentang Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).
Diharjo, D. D., & Shidarta. (2002). Pokok-Pokok Filsafat Hukum: Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Efendi, J., & Rijadi, P. (2022). Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris.
Sen, A. (2002). Rationality and Freedom. Cambridge, MA: Belknap Press.
Sen, A. (2009). The Idea of Justice. Cambridge, MA: The Belknap Press of Harvard University Press.
Abdillah, M. N. F., Wardah, S. N. R. S., & Cahyani, I. N. (2024). Etika Profesi Hukum Notaris Ditinjau dari Pemikiran Tiga Nilai Dasar Hukum Gustav Radbruch. Jurnal Ilmiah Nusantara.
Andry, M. A. M. (2025). Menafsir Ulang Keadilan: Epistemologi Emansipatif, Rekognisi Kontekstual, dan Kapabilitas Relasional: Reinterpreting Justice: Emancipatory Epistemology, Contextual Recognition, and Relational Capabilities. Jurnal Filsafat Indonesia, 8(2), 302-315.
Amini, S., & Suratman. (2023). Pentingnya Pendaftaran Tanah: Perspektif Teori Kepastian Hukum. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 6(3), 1347-1361. https://doi.org/10.33474/hukeno.v6i3.17712
Arshandi, A., Nuryanti, A., & Ismawartati, I. (2024). Analisis Penerapan Kewajiban Notaris dalam Memberikan Jasa Hukum Kenotariatan Secara Cuma-Cuma bagi Masyarakat Miskin. Tanjungpura Acta Borneo Jurnal, 2(2).
Aziz, A., Franciska, W., & Marniati, F. S. (2023). Kepastian Hukum Jaminan Hak Tanggungan atas Sertifikat Hak Pakai di atas Hak Milik Perorangan Terkait Penolakan Pembiayaan oleh Perbankan. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(12), 5062-5071. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i12.1891
Bidari, A. S. (2014). Ketidakadilan Hukum bagi Kaum Sandal Jepit. Ratu Adil.
Binawan, A. L. (2022). Empat Problematik Filosofis Hukum dalam Dinamika Hubungan Keadilan dan Kepastian. Masalah-Masalah Hukum, 51(3), 314-324. https://doi.org/10.14710/mmh.51.3.2022.314-324
Julio, C. E., & Triadi, I. (2025). A Philosophical Analysis of the Principle of Justice in Judicial Decisions in Indonesia. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. https://doi.org/10.5281/zenodo.17576982
Firdaus, H. (2019). Pemberian Jasa Hukum Secara Cuma-Cuma oleh Notaris Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014. Sapientia Et Virtus, 4(1), 18-45.
Halim, A., & Nurman, M. (2023). Implementasi Pemberian Bantuan Jasa Hukum Kenotariatan kepada Masyarakat Kurang Mampu di Situbondo. CERMIN: Jurnal Penelitian, 7.
Islamiyati. (2018). Kritik Filsafat Hukum Positivisme sebagai Upaya Mewujudkan Hukum yang Berkeadilan. Law & Justice Journal, 1(1), 82-96.
Iswahyudi, I., & Asnawi, N. (2024). Menuju Kebijakan Sosial Berorientasi Kapabilitas: Telaah Pemikiran Amartya Sen dan Martha Nussbaum. Multikultura, 3(4), 4.
Kurniawan, A., Hartanto, F. B. A. F. A., & Dewantary, A. (2025). Praktik Personal Branding Notaris terhadap Batasan, Etika dan Legalitasnya Ditinjau dari Undang-Undang Jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris. Perspektif Hukum, 365-387.
Malindo, M. (2025). Pro Bono Legal Aid as a Social Response to Inequality in Access to Justice in Indonesia.
Manik, F. P. B. (2021). Sanksi bagi Notaris yang Menolak Memberikan Jasa Hukum Secara Cuma-Cuma kepada Orang yang Tidak Mampu. Recital Review, 3(1).
Muslih, M. (2013). Negara Hukum Indonesia dalam Perspektif Teori Hukum Gustav Radbruch (Tiga Dasar Nilai Hukum). Legalitas, 4.
Muflikh, A. A. M., Hert, D. E., Purba, C. A., & Silalahi, B. B. S. (2025). Bantuan Hukum Pro Bono sebagai Pilar Strategis dalam Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Media Hukum Indonesia, 2(5).
Novira, F., Hasbi, M., & Syofyan, S. (2026). Kewajiban Notaris dalam Memberikan Jasa Hukum Secara Cuma-Cuma kepada Masyarakat yang Tidak Mampu Berdasarkan Pasal 37 UUJN di Kota Padang. SIBATIK JOURNAL, 5(2), 951-974.
Nusantara, R. H. G., & Harahap, N. T. H. (2025). Filsafat Hukum dan Keadilan Sosial: Analisis Teoritis tentang Peran Hukum dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat. Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains dan Sosial Humaniora, 3(1).
Pratama, E., & Astariyani, N. L. G. (2025). Peran Notaris dalam Memperkuat Fungsi Hukum sebagai Sarana Rekayasa Sosial. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 10(2), 275-289.
Prianto, Y., Ananda, H., & Nazhimah, S. (2024). Peran Filsafat Hukum dalam Mewujudkan Keadilan pada Sistem Hukum Modern. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 5(1).
Priyatama, L., & Syahril, D. (2025). Peran Pro Bono dalam Mengatasi Kesenjangan Hukum di Indonesia, 4(1).
Santoso, H. A. (2021). Perspektif Keadilan Hukum Teori Gustav Radbruch dalam Putusan PKPU “PTB”. Jatiswara, 36(3).
Sari, V. J., & Fendri, A. (2025). Pertanggungjawaban Notaris/PPAT Terkait Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum. Jurnal Niara, 17(3), 230-238.
Setyawan, M. A., & Priyono, E. A. (2024). Analisis Yuridis Pasal 3 Huruf h dan Pasal 13 Undang-Undang Jabatan Notaris Ditinjau dari Perspektif UUD 1945 dan Asas Hukum. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(8), 8577-8585. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i8.5040
Sridana, C. V. M., & Westra, I. K. (2020). Kewajiban Pemberian Jasa Hukum Secara Cuma-Cuma oleh Notaris pada Orang Tidak Mampu (Disertasi doktoral, Universitas Udayana).
Meliono, I. Dimensi Budaya dalam Prinsip Keadilan Amartya Sen dan Relevansinya di Indonesia.
Runesi, W. F. (2022). Membongkar Rasionalitas: Pemikiran Amartya Sen tentang Kekuasaan Ekonomi. MELINTAS: An International Journal of Philosophy and Religion, 38(3), 329-351.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum.
Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum dan Penyaluran Dana Bantuan Hukum.
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum dan Penyaluran Dana Bantuan Hukum.
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum dan Penyaluran Dana Bantuan Hukum.





.png)














