DEVELOPMENT OF VALUE-BASED INTERACTIVE LEARNING MEDIA “PETIK LIDI” IN INFORMATICS TO ENHANCE STUDENTS' DIGITAL LITERACY
DOI:
https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v15i2.7871Keywords:
media pembelajaran interaktif, berbasis nilai, literasi digital, informatikaAbstract
Rendahnya literasi digital siswa dan terbatasnya variasi media pembelajaran interaktif menjadi latar belakang dari penelitian ini. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan kondisi awal pembelajaran informatika, mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis nilai “PETIK LIDI”, menganalisis respon guru, respon siswa serta efektifitas produk pengembangan media pembelajaran di SMP Negeri 2 Binangun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX G sebagai kelas eksperimen (32 siswa) dan kelas IX F sebagai kelas kontrol (32 siswa) di SMP Negeri 2 Binangun, Cilacap. Observasi, wawancara, angket, validasi ahli, dan tes hasil belajar (pretest dan posttest) adalah teknik untuk mengumpukan data. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif, uji N-Gain Score, serta uji Independent Sample t-test. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal pembelajaran masih menggunkan media yang kurang inovatif, pengembangan produk menunjukkan valid, praktis, efektif berdasarkan, sebagai praktisi pembelajaran respon guru menunjukkan hasil validasi 96%. Respon siswa terhadap kepraktisan mencapai 94,46% (sangat praktis). Efektifitas penggunaan produk media pembelajaran interaktif siswa mencapai rata-rata 91,03% (sangat baik) hasil menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan.
References
Afrina, C., Zulaikha, S. R., & Jumila. (2024). Low digital literacy in Indonesia: Online media content analysis. Record and Library Journal, 10(2), 374–387. https://doi.org/10.20473/rlj.V10-I2.2024.374-387
Amar, A., & Widodo, S. (2022). Analisis manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan literasi digital siswa di SDN Jatiroke II. Journal of Professional Elementary Education, 1(2), 123–127.
Andriani, A., & Wakhudin, W. (2020). Implementasi pendidikan karakter melalui model pembelajaran Discovery Learning di MIM Pasir Lor Karanglewas Banyumas. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 51–63.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Arsyad, A. (2020). Media pembelajaran. Rajawali Pers.
B. P. K. R. Indonesia. (2025). Keputusan BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang capaian pembelajaran informatika. BPK RI.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.
Dewi, K. Y. F., Kusuma, K. H. A., & Puger, I. G. N. (2025). Differentiated learning model on students' digital literacy and socioemotional intelligence. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 58(2), 281–290.
Fauzul, M., Lubis, F., & Shofwan, N. (2025). Peran video pembelajaran interaktif dalam meningkatkan literasi digital siswa. Jurnal Pendidikan Inovatif, 6(1), 2518–2522.
Fikri, A., Rahman, A. N. U., & Wildania, D. (2025). Urgensi literasi digital dalam membangun karakter siswa di era media sosial. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2), 3899–3905.
Gilster, P., & Watson, T. (1997). Digital literacy. Meridian: A Middle School Computer Technologies Journal.
Hidayat. (2022). Pembelajaran informatika berbasis proyek. Jurnal Pendidikan Teknologi.
Kemendikbud. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Kemendikbud. (2015). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Lickona, T. (2019). Educating for character. Bantam Books.
Mayer, R. E., & Moreno, R. (1996b). Cognitive load and multimedia learning. Journal of Educational Psychology.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Nadin Aminasya. (2024). Rendahnya literasi digital: Faktor dan solusi. Central Publisher, 2, 2048–2054.
Ng, W. (2012). Can we teach digital natives digital literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078.
Pagarra, H., & Syawaludin, D. (2022). Media pembelajaran. Badan Penerbit UNM.
Piaget, J. (2015a). Perkembangan kognitif: Teori Jean Piaget. Intelektualita, 3(1).
Putri. (2020). Pembelajaran berbasis nilai di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan.
Rahmawati, & Suryana. (2021). Pembelajaran berbasis nilai dan kecerdasan sosial-emosional. Jurnal Pendidikan Karakter.
Reddy, P., Chaudhary, K., & Hussein, S. (2023). A digital literacy model to narrow the digital literacy skills gap. Heliyon, 9(4), e14878. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e14878
Samosir, E. D. B., Agung, A. A. G., & Suartama, I. K. (2023b). Interactive learning media based on character education in Indonesian subjects for Grade 1 elementary schools. Indonesian Values and Character Education Journal, 6(1), 12–23.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
Santoso. (2022). Literasi digital dalam pembelajaran informatika. Jurnal Informatika.
Sari. (2021). Pendidikan karakter dalam pembelajaran informatika. Jurnal Informatika Pendidikan.
Silvina Waroh, Amelia Putri, & Gusmaneli. (2025). Integrasi nilai-nilai Islam dalam penguatan literasi digital pada generasi milenial. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 323–332.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syahraini Putri, Ita Fitriati, Wahyudin, W., & Ahyar, A. (2024). Development of interactive multimedia to improve digital literacy in understanding the concept of informatics learning at SMPN 1 Monta. Expert Net: Exploration Journal of Technological Education Trends, 1(2), 35–41.
UNESCO. (2018). A global framework of reference on digital literacy skills. UNESCO.
Wahyuni. (2021). Integrasi teknologi dan nilai karakter dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan.




.png)













