LAW ENFORCEMENT AGAINST HUMAN TRAFFICKING CRIMES (STUDY AT ASAHAN POLICE)
DOI:
https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v15i1.7479Keywords:
Human Trafficking; TPPO; law enforcement; criminal policy; Polres Asahan;Abstract
This study analyzes human trafficking (TPPO) in Asahan Regency during the period 2018–2023, focusing on modus operandi, criminal policies, and enforcement obstacles. The study employs a normative legal research method, using library research and analysis of legislation, official police documents, annual reports, and scholarly literature related to TPPO. The results indicate that TPPO modus operandi has evolved from traditional methods to modern forms that utilize technology, social media, and cross-regional networks. Perpetrators carry out various actions, including recruiting migrant workers without authorization, document forgery, domestic exploitation, and child exploitation in the plantation sector. These crimes emphasize economic and sexual exploitation of vulnerable groups, particularly women and children, and exploit victims’ lack of knowledge regarding legal procedures and legal migration. TPPO handling in Asahan Regency is conducted through a combination of penal and non-penal strategies. The penal approach emphasizes firm law enforcement oriented toward victims, through enhanced investigator capacity, establishment of special units, actions against organized networks, and optimization of asset seizure. The non-penal approach focuses on prevention through public education, awareness campaigns on illegal recruitment methods, strengthening community networks, monitoring high-risk areas, and providing integrated services for victims. However, law enforcement faces various structural, procedural, social, and institutional obstacles, including limited resources, low public legal awareness, victim trauma, and the complexity of transnational and covert modus operandi. To enhance the effectiveness of TPPO enforcement, a comprehensive strategy is required, including strengthening law enforcement capacity, providing adequate victim protection systems, implementing preventive policies based on education and community empowerment, fostering multi-stakeholder collaboration, and conducting continuous monitoring and evaluation of emerging forms of TPPO.
References
Amin, I. (2023). Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam Meminimalisir Kejahatan. Journal Kompilasi Hukum, 8(1), 24–34. https://doi.org/10.29303/JKH.V8I1.128
Ardin, A. J., & Harefa, B. (2021). Pemenuhan Hak Anak Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Jurnal Suara Hukum, 3(1), 174. https://doi.org/10.26740/jsh.v3n1.p174-196
Damayanti, I., & Paramudhita, R. R. (2024). Peran Restitusi dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang. UNES Law Review, 6(3), 8585–8591. https://doi.org/10.31933/UNESREV.V6I3.1744
Efritadewi, A., Anwar, M. S., & Ardiandy, S. (2023). Peran Masyarakat dalam Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Aufklarung: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 3(2), 1–5. http://www.pijarpemikiran.com/index.php/Aufklarung/article/view/457
Esther, J., Manullang, H., & Silalahi, J. (2021). Pola Penanganan dan Penindakan Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 9(1), 63–77. https://doi.org/10.29303/ius.v9i1.850
Kurniawan, M. A., Eddy, T., & Mansar, A. (2023). Konsepsi Ganti Kerugian Bagi Anak Korban dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang Berdasarkan Nilai Keadilan. Pena Justisia: Media Komunikasi Dan Kajian Hukum, 22(1), 1–10. https://doi.org/10.31941/PJ.V22I1.4192
Kurniawan, W. R., Hadiyanto, A., & Ciptono, C. (2024). Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam Perspektif Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia. Jurnal USM Law Review, 7(2), 688–698. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.8900
Maramis, M. R., & Rondonuwu, D. E. (2022). Perlindungan Hukum terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang di Indonesia . Lex Crimen, 11(3), 1–11. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexcrimen/article/view/40555
Meliala, P. R. (2025). Analisis Hukum Peranan Imigrasi Tanjung Balai dalam Penindakan terhadap Orang Asing yang Menyalahgunakan Visa Izin Tinggal di Asahan. J-Ceki: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(2), 244–254. https://doi.org/10.56799/JCEKI.V4I2.6249
Mubaraq, S., Makkuasa, A., & Hasbi, H. (2025). Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang. Legal Dialogica, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.53363/bureau.v3i1.177
Mulyawan, W. B., & Myharto, W. S. (2022). Perlindungan Hukum terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), 2061–2068. https://doi.org/10.31316/JK.V6I1.2926
Nissa, I., & Nasution, R. P. (2025). Perlindungan Hukum terhadap Pekerja Migran Indonesia Atas Penempatan Kerja Ilegal (Studi Putusan No.716/Pid.B/2025/PN Mdn). Jurnal Fundamental Justice, 6(2), 317–332. https://doi.org/10.30812/FUNDAMENTAL.V6I2.5719
Nola, L. F. (2024). Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang pada Pekerja Migran Indonesia (Eradication of Human Trafficking Crimes among Indonesian Migrant Wrokers). Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan, 14(2), 143–161. https://doi.org/10.22212/jnh.v14i2.4110
Pinem, W., Prayetno, Ramadhan, T., & Syahputra, H. (2025). Good Governance Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Demokrasi Lokal di Kabupaten Asahan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 6(2), 435–444. https://doi.org/10.29103/jspm.v6i2.21689
Pratama, M. I. W. (2023). Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Jurnal Fakta Hukum, 1(2), 98–108. https://doi.org/10.58819/jfh.v1i2.56
Rachman, A., Yochanan, E., & Samanlangi, A. I. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Saba Jaya Publisher.
Sipahutar, N. Z. (2025). Efektivitas Penerapan Sanksi Pidana dalam Menanggulangi Penyalahgunaan Narkotika di Kota Tanjungbalai. Jurnal Pengabdian Masyarakat Pengabdian Pencerahan Bangsa, 3(1), 1–13. https://jurnal.mediapencerahanbangsa.co.id/index.php/ppb/article/view/285
Suriani, Qoyyuum, O. J., Rahmah, M., Purwono, A., Wulandari, A., Khairani, A., & Diantoro, W. (2025). Sosialisasi Peran Remaja dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang di SMA Negeri 2 Kisaran. Jurnal Inovasi Dan Kolaborasi Nusantara, 6(1), 1–12. https://ejurnals.com/ojs/index.php/jikn/article/view/1470
Susanti, H., Syafrinaldi, S., & Hajri, W. A. (2022). Perbandingan Aturan Hukum tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang di Indonesia dan Malaysia. Jurnal Kodifikasi, 4(1), 91–108. https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/KODIFIKASI/article/view/1843
Vitasari, S. D., Sukananda, S., & Wijaya, S. (2020). Pelaksanaan Pemberian Restitusi terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Diversi: Jurnal Hukum, 6(1), 92. https://doi.org/10.32503/diversi.v6i1.998
Wahyuni, P., & Suparmin, S. (2025). Legal Protection for Victims of Persecution: An Analysis of Positive Criminal Law and Islamc Criminal Law in Batu Bara Regency. Jurnal Ilmiah Advokasi, 13(1), 32–52. https://doi.org/10.36987/jiad.v13i1.7003
Yanggolo, M., Waha, C. J. J., & Paseki, D. J. (2024). Implementasi Perlindungan Hukum terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kamboja. Lex Administratum, 12(4), 1–12. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/administratum/article/view/55718
Yanova, M. H., Komarudin, P., & Hadi, H. (2023). Metode Penelitian Hukum: Analisis Problematika Hukum dengan Metode Penelitian Normatif dan Empiris. Badamai Law Journal, 8(2), 394–408. https://doi.org/10.32801/DAMAI.V8I2.17423




.png)













