LIMITATION OF THE AUTHORITY OF THE DISTRICT OR CITY LAND OFFICE IN THE ISSUANCE OF BUILDING USE RIGHTS CERTIFICATES (HGB)
DOI:
https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v15i1.7453Keywords:
Limitation of authority; Building Use Rights; legal certainty; public service; Regency/Municipal Land Office (BPN);Abstract
The issuance of Building Use Rights Certificates (HGB) by Regency/Municipal Land Offices is part of the public service function aimed at providing legal certainty over land utilization. However, in practice, the authority of regional Land Offices has been subject to certain limitations, particularly regarding land with specific criteria that must be processed at the Regional Office or the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency (ATR/BPN). This situation potentially leads to service delays, legal uncertainty, and administrative burdens for both the public and business actors. Based on these issues, this research formulates two main problems: (1) how the restriction of authority affects the quality of land services and legal certainty; and (2) what legal consequences arise from the limitation of authority of Regency/Municipal Land Offices in the process of issuing HGB certificates. This study employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. Primary legal materials consist of land regulations and related legal documents, complemented by secondary legal materials such as literature and scholarly journals. The analytical techniques used are legal interpretation and legal construction to assess the consistency between normative provisions and service implementation. The results indicate that the limitation of authority is based on the principles of administrative prudence and vertical supervision to prevent abuse of power. However, its implementation creates obstacles in public service delivery through longer bureaucratic procedures, thereby reducing the effectiveness of land services and generating potential legal uncertainty. Therefore, a clearer coordination mechanism, standardized procedures, and enhanced transparency are needed so that the restriction of authority maintains legality without hindering public service and legal certainty.
References
Abdillah, S., Reza, S. A., Arifandi, M., & Karnesih, R. (2025). Penyuluhan Hukum Perubahan Status Hak Guna Bangunan Menjadi Hak Milik. Marsialapari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 116–126. https://doi.org/10.63424/marsialapari.v2i2.350
Adimansyah, S. S. (2025). Penerapan Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala BPN Nomor 6 Tahun 2018 Tentang PTSL Sebagai Upaya Memitigasi Sengketa Pertanahan (Studi Kasus Kantor Pertanahan Kabupaten Boalemo). Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(6), 886–900. https://doi.org/10.59435/MENULIS.V1I6.459
Alan, A. P. M., & Wardhana, M. (2026). Analisis Yuridis Putusan No.45/B/2021/PT.TUN.SBY tentang Pembatalan Sertifikat Hak Guna Bangunan Karena Surat Keputusan Pertahanan Nasional. Indonesian Journal of Contemporary Law, 1(1), 1–20. https://journal.unesa.ac.id/index.php/ijcl/article/view/48292
Ananda, M. P. L. S., Budiartha, I. N. P., & Ujianti, N. M. P. (2022). Penyelesaian Sengketa Penguasaan Tanah Hak Guna Bangunan di Atas Tanah Hak Pengelolaan Lahan Pemerintah Daerah. Jurnal Konstruksi Hukum, 3(2), 316–320. https://doi.org/10.22225/JKH.3.2.4818.316-320
Dewi, N. N., & Herma Setiasih. (2025). Penyelesaian Sengketa Tanah Melalui Mediasi di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Surabaya Berdasarkan Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 21 Tahun 2020. DEKRIT (Jurnal Magister Ilmu Hukum), 12(1), 21–42. https://ejournal.fh.ubhara.ac.id/index.php/dekrit/article/view/254
Fitriyana, D., Syarifuddin, H., & Herman, D. (2025). Implementasi Kebijakan Kepala Badan Pertanahan dalam Proses Pemisahan Sertifikat Tanah. Sosmaniora: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(3), 849–858. https://doi.org/10.55123/SOSMANIORA.V4I3.6266
Harris, F., & Meilana. (2025). Tanggung Jawab Badan Pertahanan Nasional (BPN) dalam Penerbitan Sertifikat Ilegal di Laut. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2), 2240–2246. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1502
Irmayanti, A., Simanjuntak, K., & Naim, S. (2024). Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Akibat Berakhirnya Jangka Waktu Hak Guna Bangunan yang Dibebani Hak Tanggungan. Judge : Jurnal Hukum , 5(2), 120–132. https://doi.org/10.54209/JUDGE.V5I02.669
Manurung, A. I. F., & Setyadji, S. (2025). Penyelesaian Masalah Penerbitan Sertipikat Berdasarkan Pemalsuan Surat oleh Kantor Pertanahan. Journal Equitable, 10(2), 250–270. https://doi.org/10.37859/jeq.v10i2.8802
Maula, N. R., Rahmatiar, Y., Abas, M., & Sanjaya, S. (2025). Legitimasi Penerbitan Sertifikat Hak Atas Tanah di Wilayah Perairan Laut dalam Hukum Agraria Indonesia. Jurnal USM Law Review, 8(3), 2139–2154. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12332
Muhammad, A. (2024). Hukum dan Penelitian Hukum. Citra Aditya.
Octaviani, D., & Hendrawarman, H. (2025). Analisa Yuridis terhadap Penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan di Wilayah Laut Pantai Indah Kapuk 2. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(5), 488–498. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i5.6680
Pellokila, C. A. Z., Affandi, N. K., & Zamil, Y. S. (2025). Sistem Pengawasan Penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan dan Sertifikat Hak Milik di Atas Laut. Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 8(2), 176–191. https://doi.org/10.23920/ACTA.V8I2.2275
Prabowo, S. A., Kamil, M. I., & Mauludin, N. A. (2023). Pelaksanaan Pelayanaan Pemecahan dan Pemisahan Sertipikat pada Kawasan “Lahan Sawah Dilindungi” Berdasarkan Peraturan Menteri Atr/Bpn Nomor 12 Tahun 2020 (Studi di Kantor Pertanahan Kota Mataram). Unizar Recht Journal (URJ), 2(1), 1–10. https://doi.org/10.36679/urj.v2i1.61
Pransisto, J. (2023). Analisis Yuridis Pengolahan Data Fisik dan Yuridis dalam Pendaftaran Tanah Menurut PP No 24 Tahun 1997 di Kantor Pertanahan Kabupaten Maros. Jurnal Litigasi Amsir, 219–238. http://journalstih.amsir.ac.id/index.php/julia/article/view/214
Prihandoyo, Y. M. (2025). Akibat Hukum Penerbitan Hak Guna Bangunan di Atas Laut Dakam Perspektif Hukum Agraria dan Tata Ruang. Justness : Jurnal Hukum Politik Dan Agama, 5(2), 1–10. https://doi.org/10.61974/justness.v5i2.102
Rahman, N. K., Elvira, O., Fatimah, G. N., & Tarina, D. D. Y. (2025). Tinjauan Yuridis terhadap Sengketa Hak atas Tanah SMAN 1 Bandung: Analisis Kedudukan Hukum Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai. Media Hukum Indonesia (MHI), 3(4), 381–389. https://doi.org/10.5281/ZENODO.17539503
Rusdiananto, G. F., Aufa, M. G., Ramadhani, P. S., & Syfiyah, S. (2025). Legalitas dan Dampak Penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) di Atas Permukaan Laut: Perspektif Hukum dan Keberlanjutan Lingkungan di Indonesia. Jurnal Batavia, 2(1), 27–36. https://doi.org/10.64578/batavia.v2i1.145
Sahnan, S., Arba, M., & Suhartana, L. W. P. (2019). Kewenangan Badan Pertanahan Nasional dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 7(3), 436. https://doi.org/10.29303/ius.v7i3.714
Sandika, F. L., Chandra, T. Y., & Kencanawati, E. (2023). Peran Badan Pertanahan Nasional dalam Penyelesaian Sengketa Tumpang Tindih Pertanahan Melalui Mediasi. Blantika: Multidisciplinary Journal, 1(3), 119–129. https://doi.org/10.57096/BLANTIKA.V1I3.30
Sarrahisdas, E. M. (2024). Peran Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Mamuju dalam Penyelesaian Sengketa Tanah. Jurnal Hukum Egalitaire, 1(3), 45–57. https://journal.umgo.ac.id/index.php/jhe/article/view/3013
Septiady, T. (2024). Kepastian Hukum Pemegang Hak Guna Bangunan terhadap Bidang Tanah Kosong Berlandaskan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang /Kepala BPN No 18 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Penetapan Hak Pengelolaan dan Hak Atas Tanah. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 1(4), 637–648. https://doi.org/10.61722/JMIA.V1I4.2354
Susilo, E., & Alfath, T. P. (2026). Kewenangan Kelurahan di Kota Surabaya dalam Menemukan Kepemilikan Hak Atas Tanah. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 28–39. https://doi.org/10.63822/9GVF3Z63
Tempatty, M. C. B. (2024). Tinjauan Yuridis terhadap Prinsip-Prinsip Hukum dalam Pencabutan Hak Atas Tanah Menurut Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022. Lex Crimen, 12(4), 1–11. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexcrimen/article/view/58844
Wirawan, A., & Simanjuntak, Y. N. (2025). Analisis Pemberian Sertifikat Hak Guna Bangunan di Atas Air Berdasarkan Teori Utilitarianisme. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 228–240. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.929




.png)













