GANDRUNG DANCE IN BANYUWANGI IN 1767 - 1974

Authors

  • Ryndhu Puspita Lokanantasari Institut Seni Indonesia Surakarta
  • Nurmaria Institut Seni Indonesia Surakarta
  • Nandya Abror Nurmusabih Institut Seni Indonesia Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v14i4.6246

Keywords:

kesenian, gandrung, banyuwangi

Abstract

Compulsive dance is an art that originated from Banyuwangi, an area located at the eastern tip of Java Island, which is inhabited by the Osing, Javanese, Madura and Balinese tribes. This article explains the history of compulsive dance by raising several main problems as follows; First, What is the background of the emergence of compulsive dance art in Banyuwangi?; Second, How is the development and function of the art of gandrung dance in Banyuwangi?. The research method in this article is the historical method. Based on the results of research, gandrung dance is an art that emerged in the colonial era, used as a means of indigenous communication to fight against the colonial government. Then after the independence era, gandrung dance has become a phenomenon and has its own attraction for the audience, because of the charm of its attractive and dynamic form of presentation. This charm and attraction has encouraged the local government and the people of Banyuwangi to support and develop the gandrung dance as a cultural characteristic of the Banyuwangi people. This has also shown that the art of gandrung dance in its development has changed from the colonial era to the independence era.

References

Afcarina, Ghoziyah Ilza Rona, “History Of Gandrung Blambangan in Perspective Of Banyuwangi Culture”. Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan dan Humaniora 4, no 2 (Oktober 2020) : 55. https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/santhet.

Agoestin, L. 2017. Istilah-Istilah dalam Kesenian Gandrung pada Masyarakat Using di Kabupaten Banyuwangi. Skripsi. Jember: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

Anoegrajekti, Novi. 2003. Gandrung: Demi Hidup menyisir malam, Srinthil, Media Perempuan Kultural. Depok: Kajian Perempuan Desantara.

Anoegrajekti.N,. S. Macaryus, H. Prasetyo. 2016. Kebudayaan Using, Konstruksi, Identitas, dan pengembangannya. Yogyakarta: Ombak.

Bintoro, Y. P., dkk. (2022). Taman Patung Terakota Penari Gandrung di Banyuwangi Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha, 12(3), 220-233.

Dewi, Ayu Trisna, 2019 Festival Gandrung sewu di Kabupalten Banyuwangi pada tahun 2012-2018, Jember : skripsi Universitas Jember.

Dianto, Elan Fitra , Isun Hang Gandrung, dalam jurnal Joged Vol 8 No. 2 Nopember 2016.

D.E, Relin, Pementasan Tari Gandrung dalam Tradisi Petik Laut di Pantai Muncar, Desa Kedung Rejo, Bnayuwalngi, Jawa Timur (suatu kajian filosofi), dalam jurnal Seni Budaya vol 32 no 1 Februari 2017.

Fawaid, Moh, 2015, Eksitensi Seni Tari Gandrung di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, Skripsi : Universitas Jember.

Rahajo, Bahagio, Dinamika Kesenian Gandrung di Banyuwangi 1950-2013, dalam-Jurnal Humanis Universitas Udayana Vol. 15 2 Mei 2016.

Rini, Sulistyo, 2016, Bentuk Penyajian dan Nilai-nilai Kepahlawanan yang Terkandung dalam Tradisi Gandrung di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur,Yogyakarta : Skripsi Universitas Yogyakarta.

Soelarto, B. dan Ilmi, S. “Gandrung Banyuwangi” (Jakarta : Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan).

Suharti, Mamiek, “Tari Gandrung sebagai obyek wisata andalan Banyuwangi”. (Harmonia volume 12 No 1) : 24.

Sugiharta, H.M., “Bentuk dan Fungsi Drama Tari Gandrung di Banyuwangi”. Greget: Jurnal Kreativitas dan Study Tari 22 No 2 (Desember 2023) : 151.

Sejati, Irfanda Rizki Harmono, “Biola dalam Seni Pertunjukkan Gandrung Banyuwangi”.Harmonia: volume 12 no 2).

Syaiful, dkk. 2015, Jagat Osing (Seni Tradisi dan Kearifan Lokal Osing), Rumah Baca Osing.

Somari, Y. M. (2022). Meras Gandrung ‘Ritual Sinden Banyuwangi. 14kompasiana, 6 Juni 2022.

Triyono, J. (2022). Penyelenggaraan Festival Gandrung Sewu dan Pengelolaan Taman Gandrung Terakota Banyuwangi Sebagai Wisata Unggulan. Jurnal Sosial Ekonomi dan Humaniora, 8(4), 557- 564.

Windowati,Trinil, Gandrung Temu : Peran Perempuan dalam Kehidupan Seni Pertunjukan, dalam Jurnal Panggung, Vol. 28 No. 3 September 2018.

Yuliana, Ike, 2018, Gandrung Sebagai Identitas Kabupaten,Banyuwangi pada tahun 2002-2017, skripsi, Universitas Jember, Jember.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Ryndhu Puspita Lokanantasari, Nurmaria, & Nandya Abror Nurmusabih. (2025). GANDRUNG DANCE IN BANYUWANGI IN 1767 - 1974. SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL, 14(4), 3860–3868. https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v14i4.6246