Pengaruh Katalis CaO Dari Cangkang Bekicot Pada Pembuatan Biodiesel Dari Lemak Sapi Dengan Proses Transesterifikasi

  • Reni Listia Nirmala Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI Banyuwangi
  • Eko malis Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI Banyuwangi
  • Rosyid ridho Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI Banyuwangi
Keywords: Transesterifikasi, Katalis, CaO, Cangkang Bekicot

Abstract

Lemak sapi merupakan produk hasil ikutan (by product) dari pemotongan sapi yang potensi ketersediaannya cukup tinggi dan masih dianggap sebagai limbah pemotongan karena pemanfaatannya belum maksimal sehingga dapat diarahkan pada produksi biodiesel sebagai alternatif energi yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis katalis CaO Cangkang bekicot serta rasio lemak dengan metanol terhadap optimalisasi biodiesel. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai metode penerapan teknologi bidang pengolahan limbah hasil ternak dalam mendukung energi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui (renewable). Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental berdasarkan dengan mencari nilai optimum dari 3 variasi mol metanol dan lemak sapi (1:9, 1:10, 1:11) Jumlah katalis (4, 5, 6 dan 7) w/w% dan Suhu 55, 60, 60 dan 65oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai optimum yang didapat dari masing-masing variasi adalah 1:10, 5 w/w % dan 600oC sedangkan hasil karakterisasi Inframerah CaO Cangkang bekicot menunjukkan adanya pita gelombang pada bilangan gelombang kurang dari 600 cm-1 yang menunjukkan Katalis CaO, Hasil karakterisasi Metil Ester menunjukkan munculnya puncak pada spektrum dibilangan gelombang 2922,42 cm-1 dan 2852,80 cm-1 yang menunjukkan adanya –CH3, –CH2 pada bilangan gelombang 1742,99 cm-1 menunjukkan adanya gugus karbonil C=O (Ester) dan pada bilangan gelombang antara 1300-1000 cm-1 menunjukkan adanya gugus karboksil C-O, sedangkan hasil karakterisasi GC-MS menunjukkan 3 peak tertinggi merupakan senyawa ester dengan nama Metil palmitat (C17H34O2) sebesar 33,64%, Metil Stearat (C19H38O2) sebesar 24,76% dan Metil Oleat (C19H36O2) sebesar 17,39.

Published
2019-07-15