PEMANFAATAN SISIK IKAN DAN DAUN TURI SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK PERTUMBUHAN KANGKUNG HIDROPONIK
DOI:
https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.6932Keywords:
daun turi hidroponik kangkung pupuk organik cair sisik ikanAbstract
Kangkung ( Ipomoea Aquatica ) merupakan sayuran bernutrisi tinggi yang mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan lahan luas. Sistem hidroponik menjadi alternatif yang relevan karena mampu menyalurkan unsur hara secara optimal melalui pupuk organik cair. Limbah sisik ikan yang mengandung kitosan dan daun turi yang kaya nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik cair ramah lingkungan yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan kombinasi limbah sisik ikan dan daun turi ( Sesbania grandiflora ) terhadap pertumbuhan kangkung hidroponik, parameter tinggi batang, diameter batang, dan jumlah daun. Penelitian menggunakan rencana acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis POC (1,5; 2,5; 3,5; 4,5 ml) dan frekuensi penyiraman (1x, 2x, dan 3x per minggu). Data dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi dosis dan frekuensi penyiraman berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, namun tidak terdapat interaksi antar keduanya. Perlakuan dosis tertinggi (4,5 ml) dan frekuensi penyiraman satu kali per minggu memberikan pertumbuhan tinggi batang paling optimal. Diameter batang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan, meskipun terdapat kecenderungan peningkatan pada dosis tinggi dan frekuensi penyiraman rendah. Variasi dosis POC tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun, tetapi frekuensi penyiraman satu kali per minggu memberikan jumlah daun tertinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa POC berbahan limbah sisik ikan dan daun turi berpotensi mendukung pertumbuhan kangkung hidroponik, dengan efektivitas yang lebih dipengaruhi oleh frekuensi penyiraman dibandingkan peningkatan dosis.
Kata Kunci: daun turi; hidroponik; kangkung; pupuk organik cair; sisik ikan
Abstrak
Kangkung ( Ipomoea Aquatica ) merupakan sayuran yang sangat bergizi, mudah dibudidayakan, dan membutuhkan lahan yang minimal. Sistem hidroponik menjadi alternatif yang relevan karena dapat memberikan nutrisi secara optimal melalui pupuk organik cair. Limbah sisik ikan yang mengandung kitosan dan daun Sesbania grandiflora (turi) yang kaya nitrogen dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku inovatif dan ramah lingkungan untuk produksi pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (LOF) yang terbuat dari kombinasi limbah sisik ikan dan daun S. grandiflora terhadap pertumbuhan kangkung hidroponik, khususnya pada tinggi batang, diameter batang, dan jumlah daun. Percobaan menggunakan Rancangan Faktorial Acak Lengkap (CRFD) dengan dua faktor: dosis LOF (0, 1,5, 2,5, 3,5, dan 4,5 mL) dan frekuensi penyiraman (satu, dua, dan tiga kali per minggu). Data dianalisis menggunakan ANOVA Dua Arah pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis LOF dan frekuensi penyiraman secara signifikan mempengaruhi tinggi tanaman, tetapi tidak terjadi interaksi yang signifikan antara kedua faktor tersebut. Dosis tertinggi (4,5 mL) dan frekuensi penyiraman sekali seminggu masing-masing secara independen menghasilkan tinggi batang terbesar. Diameter batang tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan, meskipun tren sedikit meningkat diamati pada dosis yang lebih tinggi dan frekuensi penyiraman yang lebih rendah. Variasi dosis LOF tidak secara signifikan mempengaruhi jumlah daun; Namun, tanaman yang disiram sekali seminggu memiliki jumlah daun tertinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa LOF yang berasal dari limbah sisik ikan dan daun S. grandiflora berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan kangkung hidroponik, dengan efektivitasnya lebih dipengaruhi oleh frekuensi penyiraman daripada dosis pupuk.
Kata kunci: sisik ikan; hidroponik; pupuk organik cair (LOF) , daun Sesbania grandiflora; kangkung
References
Alencar, R. S. D., Viana, P. M. D. O., Dias, G. F., Bonou, S. I., Ribeiro, L. D., Lourenço de Araujo, Y. M., Cavalcante, I. E., Almeida, H. A. D., Viégas, P. R. A., & Melo, A. S. D. (2025). Chitosan mitigates water stress in cowpea plants through modulation of growth, homeostasis, and antioxidant activities. Frontiers in Plant Science, 16, 1591920. https://doi.org/10.3389/fpls.2025.1591920
Anzila, S. M., & Asngad, A. (2022). Efektivitas kombinasi POC bonggol pisang dan daun kelor terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.) dengan metode hidroponik. Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(2), 168–178. https://doi.org/10.31849/bl.v9i2.10754
Asmbangnirwana, I., Endryansyah, E., Rusimamto, P. W., & Zuhrie, M. S. (2022). Pengendalian suhu air nutrisi pada hidroponik NFT (nutrient film technique) berbasis fuzzy logic controller. Jurnal Teknik Elektro, 11(1), 108–116. https://doi.org/10.26740/jte.v11n1.p108-116
Coppola, D., Lauritano, C., Palma Esposito, F., Riccio, G., Rizzo, C., & De Pascale, D. (2021). Fish waste: From problem to valuable resource. Marine Drugs, 19(2), 116. https://doi.org/10.3390/md19020116
Dwisvimiar, I., Kusumaningsih, R., & Efriyanto. (2023). Pembuatan pupuk organik cair (POC). JILPI: Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi, 1(4), 679–690. https://doi.org/10.57248/jilpi.v1i4.190
Dwiratna, S., Amaru, K., & Nanda, M. A. (2022). The potential of hydroponic kit-based growing on a self-fertigation system for pagoda mustard (Brassica narinosa L.) production. The Scientific World Journal, 2022, 1–13. https://doi.org/10.1155/2022/1984297
El Amerany, F., Rhazi, M., Balcke, G., Wahbi, S., Meddich, A., Taourirte, M., & Hause, B. (2022). The effect of chitosan on plant physiology, wound response, and fruit quality of tomato. Polymers, 14(22), 5006. https://doi.org/10.3390/polym14225006
Kahar, A., Busyairi, M., Siswoyo, E., Wijaya, A., & Nurcahya, D. (2022). Pemanfaatan limbah rajungan (Portunus pelagicus) untuk memproduksi pupuk organik cair kitosan sebagai growth promotor. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 14(2), 122–135. https://doi.org/10.20885/jstl.vol14.iss2.art3
Kurniawan, D., Berliana, Y., Putra, I. A., Juniarsih, T., Nadhira, A., Razali, Sijabat, O. S., Wahyudi, E., Suprayetno, E., & Sugiarto, A. (2022). Pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan menggunakan limbah kulit pisang. Jurnal Abdimas Maduma, 1(1), 23–27. https://doi.org/10.52622/jam.v1i1.65
Lailiyah, W. N., & Luthfiyah, S. (2020). Uji konsentrasi EC (electro conductivity) dan tingkat naungan pada hasil dan pertumbuhan tanaman sawi pakcoy (Brassica chinensis L.) pada greenhouse paranet. TropicCrops (Indonesian Journal of Tropical Crops), 3(2), 21. https://doi.org/10.30587/tropicrops.v3i2.1834
Molina-Ramírez, C., Mazo, P., Zuluaga, R., Gañán, P., & Álvarez-Caballero, J. (2021). Characterization of chitosan extracted from fish scales of the Colombian endemic species Prochilodus magdalenae as a novel source for antibacterial starch-based films. Polymers, 13(13), 2079. https://doi.org/10.3390/polym13132079
Nandini, T., Sudhalakshmi, C., Sivakumar, K., Parameswari, E., & Thangamani, C. (2025). A review: Chitosan nanoparticles towards enhancing nutrient use efficiency in crops. International Journal of Biological Macromolecules, 306, 141433. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2025.141433
Oktora, G. I., Yusuf, A., Dwiratna, S., & Alam, H. S. (2024). Uji kinerja dan penerapan nanobubble generator pada hidroponik nutrient film technique (NFT) terhadap pertumbuhan selada. Jurnal Teknotan, 18(3), 189–198. https://doi.org/10.24198/jt.vol18n3.4
Prasetyo, A., Winarti, S., Zubaidah, S., Sulistiyanto, Y., & Chotimah, H. E. N. C. (2022). Pengaruh pupuk organik cair dan pupuk majemuk NPK terhadap pertumbuhan setek batang cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) pada tanah gambut. AgriPeat, 23(2), 82–95. https://doi.org/10.36873/agp.v23i2.5960
Rantung, R. C., Supit, C. H. P., Paulus, M. J., Rantung, M. R., Wanget, S. A., & Inkiriwang, E. B. A. (2025). Pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah dapur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir). Eugenia, 30(3), 14–20. https://doi.org/10.35791/eug.v30i3.60642
Rizkullah, Z. A., Udiyani, F. N., Urningsih, N., Antini, I., Asmatullah, P., Azzahra, R., Perdana, M. R. O., Hidayatullah, W., Andrian, M., & Alamsyah, A. (2024). Pembuatan teh herbal dari daun turi (Sesbania grandiflora) sebagai upaya pencegahan stunting. Jurnal Wicara Desa, 2(2), 76–82. https://doi.org/10.29303/wicara.v2i2.4111
Simbolon, V. A., Samosir, K., Erda, G., & Rahmi, A. (2024). Pengaruh campuran limbah cucian beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Sulolipu, 24(2), 184–193. https://doi.org/10.32382/sulo.v24i2.684
Sisriana, S., Suryani, S., & Sholihah, S. M. (2021). Pengaruh berbagai media tanam terhadap pertumbuhan dan kadar pigmen microgreens selada. Jurnal Ilmiah Respati, 12(2), 163–176. https://doi.org/10.52643/jir.v12i2.1886
Suwanchaikasem, P., Idnurm, A., Selby-Pham, J., Walker, R., & Boughton, B. A. (2024). The impacts of chitosan on plant root systems and its potential to be used for controlling fungal diseases in agriculture. Journal of Plant Growth Regulation, 43(10), 3424–3445. https://doi.org/10.1007/s00344-024-11356-1
Syamsia, S. (2024). The potential of liquid organic fertilizer for hydroponic nutrition: A systematic literature review. Journal of Agriculture, 3(1), 39–46. https://doi.org/10.47709/joa.v3i01.3720
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL BIOSENSE

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











