KAJIAN MORFOLOGI DAN ANATOMI PURUN DANAU (Lepironia articulata) SEBAGAI ADAPTASI EKOLOGIS TUMBUHAN RAWA

Authors

  • Rini pamundhi bekti universitas antakusuma
  • Alif Afri Diyana Dewi
  • Gusti Muhammad Juriansyah Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Ekologi Perikanan, Universitas Antakusuma

DOI:

https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.6873

Keywords:

Morfologi; Anatomi; Purun; Ekologi Tumbuhan Rawa

Abstract

Abstrak

Lahan rawa merupakan kawasan yang sepanjang tahun berada dalam kondisi jenuh air atau tergenang. Kondisi ekstrim seperti fluktuasi muka air, kadar oksigen terlarut yang rendah, serta tingkat keasaman yang tinggi menuntut organisme di dalamnya memiliki strategi adaptasi khusus agar mampu bertahan. Salah satu tumbuhan khas yang tumbuh alami pada ekosistem rawa yakni tumbuhan Purun Danau (Lepironia articulata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur morfologi dan anatomi serta hubungan antara struktur tersebut dengan strategi adaptasi ekologisnya. Penelitian ini dilakkan pada bulan November 2025 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji gambaran secara rinci tentang karakteristik morfologi dan anatomi Purun Danau (Lepironia articulata) sebagai bentuk adaptasi ekologis pada ekosistem rawa. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara anatomi dan morfologi tumbuhan purun mempunyai rimpang menjalar secara horisontal dan terdapat akar pendek yang kuat untuk menancap di substrat lumpur. Anatomi rimpang juga memiliki aerenkim yang berfungsi untuk mengantarkan udara. Batang purun berongga dan kuat yang memungkinkan bertahan hidup di daerah yang tergenang air. Anatomi batang terdapat aerenkim dan rongga udara untuk pertukaran gas. Daun purun mereduksi dan tanpa helaian terbentuk seperti pelepah.  Bunga tersusun atas spikelet dan terdapat glume (daun pelindung) serta biji yang keras sebagai perlindungan dari lingkungan rawa yang basah dan sering tergenang.

Kata kunci: Morfologi; Anatomi; Purun; Ekologi Tumbuhan Rawa

References

Arnida, A., Maulidia, M., Khairunnisa, A., Sutomo, S., & Faisal, F. (2021). Standardization of Simplicia and Ethanol Extract of Purun Danau (Lepironia articulata (Retz.) Domin) Rhizome. Borneo Journal of Pharmacy, 4(4), 273–282. https://doi.org/10.33084/bjop.v4i4.2794

BAPEDA LITBANG. (2024). Dokumen Kajian Kabupaten Kotawaringin Barat menuju Kota Dunia: Kota Pendidikan Berkarakter dan Berbudaya, Kota Silicon Valley, Kota Bisnis Baru, Kota Sehat dan Kota Juara: Pangkalan Bun

Batubara, R., Nurminah, M., & Affandi, O. (2021). Edukasi Kandungan Kimia Purun Danau Bahan Kerajinan di Desa Lubuk Kertang. Jurnal Abdidas, 2(3), 483–489. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i3.303

Bekti, R.P & Dewi, A.A.D. (2024). Karakteristik Struktur Morfologi dan Anatomi Tumbuhan Kiambang dan Eceng Gondok sebagai Sumber Belajar pada Mata Kuliah Tumbuhan Air. Science Education and Development Journal Archives, 2(2), 51–60. https://doi.org/10.59923/sendja.v2i2.246

Bendre, A.M & Kumar, A. (2010). A Text Book of Practical Botany 2. India: Rastogi Publications

Brink, M. ., & Escobin, R. P. (2003). Fibre plants. Backhuys Publishers.

Dewi, AAD & Bekti RP, (2025). Keanekaragama Tumbuhan Air di Sungai Tembaga Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Jurnal Biosense.Vol.8 No.3 Hal 291-309

Dhonanto, D., Pujowati, P., Enggal Nugroho, A., Safitri, A., Indana, K., Ferry Kurniadinata, O., (2022).Eksplorasi dan Identifikasi Purun Danau (Lepironia articulata) Lokal Sebagai Adsorben Alami pada Iklim Tropika Lembab di Kalimantan Timur. Jurnal Agroteknologi (Vol. 13, Nomor 1). 9-16

Indrayati, L 2011. Agroninovasi: Purun Tikus (Eleocharis dulcis) Berpotensi Perbaiki Kualitas Air di Rawa Pasang Surut, PT. Duta Karya Swasta, Jakarta.

Keng, H., Lum, S. K. Y., & Tan, H. T. W. (1998). The concise flora of Singapore: Volume II. Monocotyledons. Singapore University Press. Halaman 134

Kurniadinata, O. F., Pujowati, P., Khoiru Indana, D., Dhonanto, D., Agung, E., & Nugroho, S. P. (2021). Buku Saku Karakteristik Morfologi Purun Danau Kaltim: Universitas Mulawarman

Niwatbutra P, Khaopakro S.(2024). Culm Anatomy and Fiber Characteristics of Blue Rush (Lepironia articulata (Retz.) Domin). Pridiyathorn Science.Vol 3 no. 2

Purba, W., Saputra, E., Hutauruk, R., Tinambunan, T., Sianturi, H., Kristiani, P., Sriwahyuni Sinurat, D., Siagian, N., Rahmat Mulyadi, A., Marbun, R., Situmeang, M., Mastiar Marbun, W., Haryanto Lumbantoruan, E., & Endang Agustina Rahayuningsih, S. (2023). Pemberdayaan Sumber Daya Alam Purun (Lepironia articulata) sebagai Mata Pencharian Masyarakat Kelurahan Petuk Katimpun Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2), 203–207.

Rasaminirina, F., & Larridon, I. (2023). The genera of Cyperaceae of Madagascar. Plant Ecology and Evolution, 156(3), 276–310. https://doi.org/10.5091/plecevo.98847

RKPD Kobar, 2018. Peraturan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 16 Tahun 2017 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2018. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat 2017

Shaji, P. K., Shaju, T., Nair, P. K. K., & Sivadasan, M. (2009). Lepironia (Cyperaceae): A New Genus Record for Kerala. Rheedea (Vol. 19, Nomor 2).

Sodikin, E., Irmawati, I., Suwignyo, R. A., Halimi, E. S., Tampubolon, M., Yang, A. R., Yang, H., & Baral, H. (2024). Growth and Biomass Yield of Grey Sedge (Lepironia articulata Retz. Domin) under Different Shoot-Cutting Intervals in a Tropical Peatland. Sustainability (Switzerland), 16(20). https://doi.org/10.3390/su16208896

Suriadikarta, D. A. (2012). Teknologi Pengelolaan Lahan Rawa Berkelanjutan: Studi Kasus Kawasan Ex Plg Kalimantan Tengah Technology for Sustainable Management of Tidal Swampy Areas: Case Study in former PLG in Central Kalimantan Povince: Balai Penelitian Tanah Bogor

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

pamundhi bekti, R., Alif Afri Diyana Dewi, & Juriansyah, G. M. (2026). KAJIAN MORFOLOGI DAN ANATOMI PURUN DANAU (Lepironia articulata) SEBAGAI ADAPTASI EKOLOGIS TUMBUHAN RAWA. JURNAL BIOSENSE, 9(1), 323–338. https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.6873