Pengaruh Stadia Mekar Bunga Mawar terhadap Rendemen Minyak Atsiri dengan Metode Hidrodestilasi
The Effect of Rose Flower Stage on Essential Oil Yield Using the Hydrodistillation Method
Keywords:
Rose flower, hydrodistillation, essential oil, oil yield, Flower stageAbstract
Bunga mawar (Rosa spp.) merupakan salah satu komoditas penghasil minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan dalam industri parfum, kosmetik, farmasi, dan aromaterapi. Kualitas dan rendemen minyak atsiri mawar dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah stadia mekar bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stadia mekar bunga mawar terhadap hasil minyak atsiri yang diperoleh menggunakan mesin hidrodestilasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan stadia mekar bunga mawar yaitu kuncup (P1), setengah mekar (P2), mekar penuh (P3), dan bunga mulai layu (P4), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi berat bunga segar, rendemen minyak atsiri, warna minyak, aroma, densitas, dan indeks bias minyak atsiri. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan mesin hidrodestilasi selama 4 jam. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen berpengaruh nyata terhadap hasil dan kualitas minyak atsiri mawar. Fase bunga mekar penuh (P3) menghasilkan rendemen minyak atsiri tertinggi dengan karakteristik mutu fisikokimia dan kualitas aroma terbaik dibandingkan fase lainnya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tristi Indah, Siti Lutfiah Anggraeni, Heru Widyatmoko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.