Analisis Pengendalian Persediaan Sparepart Glazing Line dengan Klasifikasi ABC-FSN dan Metode MIN-MAX Inventory di PT XYZ

Authors

  • Muchamad Fahrul Raharja Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia
  • Isna Nugraha Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia

Abstract

PT XYZ mengalami permasalahan overstock sparepart pada proyek perancangan ulang Glazing Line, dengan tingkat kelebihan persediaan yang bervariasi antara 6,02% hingga 37,50%. Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya biaya penyimpanan dan risiko penurunan kualitas komponen. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan sparepart berdasarkan nilai investasi dan tingkat pergerakan menggunakan metode ABC dan FSN (Fast, Slow, Non-Moving), serta mengendalikan persediaan sparepart prioritas menggunakan metode Min-Max Inventory. Data yang digunakan meliputi data pembelian dan pemakaian 20 jenis sparepart selama periode April 2025 hingga Maret 2026. Hasil klasifikasi ABC menunjukkan terdapat 11 sparepart kategori A, 3 kategori B, dan 6 kategori C. Klasifikasi FSN menghasilkan 4 sparepart fast-moving, 14 slow-moving, dan 2 non-moving. Berdasarkan penggabungan kedua metode, diperoleh 3 sparepart kategori Fast-A sebagai prioritas, yaitu besi siku, besi UNP, dan pillow block. Penerapan metode Min-Max Inventory menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp85.428.500, lebih efisien Rp46.771.500 atau 36,05% dibandingkan metode perusahaan sebesar Rp133.577.000. Peramalan kebutuhan periode Juni 2026–Maret 2027 menggunakan Weighted Moving Average merekomendasikan pemesanan besi siku 7 batang (34 kali/tahun), besi UNP 8 batang (33 kali/tahun), dan pillow block 6 set (32 kali/tahun) dengan estimasi total biaya persediaan Rp85.275.500

Downloads

Published

2026-10-28

How to Cite

[1]
M. F. Raharja and I. Nugraha, “Analisis Pengendalian Persediaan Sparepart Glazing Line dengan Klasifikasi ABC-FSN dan Metode MIN-MAX Inventory di PT XYZ”, V-MAC, vol. 11, no. 2, pp. 250–260, Oct. 2026.

Issue

Section

Artikel