Redesain Alat Perontok Padi Tradisional Berbasis Ergonomi untuk Mengurangi Risiko Cedera Muskuloskeletal pada Petani
Abstract
Penelitian ini membahas analisis ergonomi pada aktivitas perontokan padi tradisional menggunakan gebotan yang masih banyak digunakan oleh petani di Desa Wanasaba Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Aktivitas kerja yang dilakukan secara manual dengan posisi membungkuk dan gerakan berulang berpotensi menimbulkan gangguan muskuloskeletal pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal, mengevaluasi tingkat risiko ergonomi berdasarkan postur kerja petani, serta memberikan usulan rancangan alat perontok padi yang lebih ergonomis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nordic Body Map untuk mengidentifikasi keluhan pada bagian tubuh pekerja dan Rapid Entire Body Assessment untuk menilai tingkat risiko postur kerja. Penelitian melibatkan 30 orang petani sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan muskuloskeletal paling dominan dirasakan pada bagian leher, punggung, pinggang, dan bahu akibat postur kerja membungkuk serta aktivitas memukul yang dilakukan secara berulang dalam waktu lama. Hasil analisis dengan metode REBA menunjukkan skor akhir berkisar antara 4-7 yang termasuk kategori risiko sedang sehingga memerlukan tindakan perbaikan dalam waktu dekat. Sebagai upaya perbaikan, penelitian ini menghasilkan usulan desain ulang gebotan berbasis ergonomi, sehingga diharapkan mampu menciptakan postur kerja yang lebih alami dan mengurangi risiko MSDs pada petani.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Fathunnuri, Fikrihadi Kurnia, I Gusti Agung Ketut Chatur Adhi Wirya Aryadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
uthors who publish with this journal agree to the following terms:
1. Copyright on any article is retained by the author(s).
2. The author grants the journal, the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
3. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
4. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
5. The article and any associated published material is distributed under the Commons Attribution 4.0 International License.














