STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI KAWASAN MUARA SUNGAI KONSERVASI CEMARA DAN MANGROVE KAWANG DESA WRINGIN PUTIH KECAMATAN MUNCAR

  • Fiya Maghfiroh Prodi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi
  • Fuad Ardiansyah Prodi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi
  • Hasyim As’ari Prodi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi
  • Nur Rohmatin Isnaningsih Pusat Penelitian Biologi LIPI (Lembaga Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Keywords: Gastropoda, estuari, Strukturkomunitas

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan kepulauan yang memiliki wilayah laut dan pantai yang cukup luas. Memiliki sekitar 17.508 km dengan panjang garis pantai sekitar 81.000 km(Dahuri,2000). Pada sebagian besar sungai yang ada di Indonesia terbentuk muara-muara sungai atau estuaria yang merupakan percampuran air tawar dan air laut sehingga terbentuk air payau dengan salinitas berfluktuasi.Salah satu biota yang hidup di kawasan estuari adalahGastropoda yakni hewan invertebrata yang melakukan aktivitas lokomosi dengan menggunakan perutnya sebagai kaki dan biasanya gastropoda ini memiliki cangkang yang berulir dan mempunyai kaki yang lebar untuk merayap serta memiliki kepala yang berkembang baik yang dilengkapi dengan tentakel dan mata (Laria, 2016). Kecenderungan dan aktivitas dari gastropoda ini di pengaruhi oleh pasang surut air laut (Nyabakken, 1998). Kawasan estuaria seperti ini salah satunya juga terdapat di daerah Kawang yang terletak di bagian timur Dusun Kabatmatren, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Di kawasan kawang ini terdapat gastropoda di sekitar daerah estuari oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Struktur komunitas gastropoda yang ada di kawasan kawang.tersebut.
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dan penentuan stasiun pengamatan menggunakan teknik purposive random sampling yaitu penentuan stasiun dengan memilih daerah yang mewakili lokasi pengamatan dengan berdasarkan kondisi lokasi. Dimana lokasi penelitian terdiri atas 3 stasiun (aliran sungai tawar), (muara sungai), (pantai mangrove) yang berukuran 10×10 m2. Yang mana 1 stasiun terdapat 3 plot yang 1 plot nya berukuran 1×1 m2
Kesimpulan: Analisis dalam penelitian Struktur komunitas gastropoda di kawasan muara sungai konservasi cemara dan mangrove kawang yakni mengenai indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks nilai penting

References

Dahuri R.2000. pendayagunaan sumberdaya kelautan untuk kesejahteraan rakyat (Kumpulan pemikiran DR. Ir. RokhminDahuri, MS). LISPI (Lembaga informasi dan studi pembangunan Indonesia) Direktotar jendral pesisir, pantai dan pulau-pulau kecil, Dep. Eksplorasi laut dan perikanan. Jakarta.
Handayani, E.A 2006. Keaneka ragaman jenis gastropoda di pantai randusanga kabupaten BrebesJawa Tengah. Skripsi. Jurusan Biologi. Skripsi. Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang. Diakses pada [20/01/2022].
Krebs, C.j. 1989. Ecological Methodology. Second edition. New York: An Imprint of the Addition Wesly Longman
Laria,”Gastropoda”http://lariajamift.wordpress.com/2007/10/04/gastropoda//(17maret2016)
Nybakken, J.W. 1998. Biologi Laut. Suatu pendekatan ekologis. PT. Gramedia Jakarta
Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Penerjemahan: Samingan, T dan B. Srigandono. Gajahmada University press. Yogyakarta.
Syafikri, D. 2008. Studi struktur komunitas bivalvia dan gastropodandi perairan muara sungai kerian dan sungai simbat kecamatan kaliwungu kabupaten Kendal. http://www.scribd.com/doc/7872478struktur-komunitasbivalvia-dangastropoda-A-di-perairan-muara-sungai-kerian-dan-simbat.pdf. diakses tanggal [20/01/2022].
Published
2022-01-29