DAMPAK ARTIFICIAL LIGHT AT NIGHT (ALAN) TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS MAKROFAUNA TANAH PADA AGROEKOSISTEM BUAH NAGA (Hylocereus spp.)

Authors

  • Silvia Apriliyanti FKIP, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
  • Susintowati Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
  • Magdalena Putri Nugrahani FKIP, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

DOI:

https://doi.org/10.36526/biosense.v9i4.9352

Keywords:

Artificial light at night; buah naga; keanekaragaman; makrofauna tanah

Abstract

Penerapan Artificial Light at Night (ALAN) pada budidaya buah naga (Hylocereus spp.) untuk merangsang pembungaan di luar musim berpotensi mengubah kondisi mikrohabitat permukaan tanah dan memengaruhi keberadaan organisme di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan ALAN terhadap struktur komunitas makrofauna tanah pada kebun buah naga di Dusun Sumberkepuh, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan menggunakan metode pitfall trap. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), Indeks Dominansi Simpson (C), Indeks Kemerataan (E), Indeks Kekayaan Jenis Margalef (R), serta Uji ANOVA Satu Jalur. Penelitian ini menemukan 21 spesies makrofauna tanah yang tergolong dalam 18 genus, 15 famili, 12 ordo, dan kelompok Collembola sebagai spesies yang paling melimpah di seluruh perlakuan. Nilai indeks H', E, dan R tercatat lebih tinggi pada lahan berlampu (ALAN), sedangkan nilai C tertinggi ditemukan pada lahan tanpa lampu. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan ALAN berpengaruh signifikan terhadap indeks keanekaragaman (H') (Sig.=0,032) dan kemerataan (E) (Sig.=0.037), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap indeks dominansi (C) (Sig.=0.336)  maupun kekayaan jenis (R) (Sig.=0.116). Penyinaran ALAN lebih memengaruhi distribusi individual antarspesies dibandingkan jumlah total jenis maupun tingkat dominansi makrofauna tanah pada agroekosistem tersebut.

References

Ahmad, S. W., Asrina, A., Jamili, Mukhsar, & Rudia, L. O. A. P. (2024). Keanekaragaman makrofauna tanah pada areal perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. BioWallacea: Jurnal Penelitian Biologi, 11(1), 136–146. https://biowallacea.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/30

Annisa. (2025). Indeks dominansi, keanekaragaman, dan kemerataan makrofauna di Bukit Umbul Kunci, Pesawaran, Lampung. Haumeni Journal of Education, 5(3), 197–212. https://ejurnal.undana.ac.id/haumeni/

Astuti, L.P., Mario, M.B., Aulia, S.V., Batubara, R.N., Harianto, E.N.P., 2022. Kunci identifikasi serangga pasca panen: Coleoptera dan Lepidoptera. UB Press. Malang. P: 252.

Badan Pusat Statistik. (2024). Produksi tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan menurut kabupaten/kota dan jenis tanaman di Provinsi Jawa Timur (Statistik Pertanian Hortikultura SPH). BPS-Statistics Indonesia. https://jatim.bps.go.id/id/statistics table/3/U0dKc1owczVSalJ5VFdOMWVETnlVRVJ6YlRJMFp6MDkjMw==/produksi-tanaman-buah-buahan-dan-sayuran-tahunan-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-tanaman-di-provinsi-jawa-timur--2022.html

Barrios, E. (2007). Soil biota, ecosystem services and land productivity. Ecological Economics, 64(2), 269-285.

Bennie, J., Davies, T. W., Cruse, D., & Gaston, K. J. (2016). Ecological effects of artificial light at night on wild plants. Journal of Ecology, 104(3), 611-620.

Bucher, S. F., Uhde, L., Weigelt, A., Cesarz, S., Eisenhauer, N., Gebler, A., Kyba, C., Römermann, C., Shatwell, T., & Hines, J. (2023). Artificial light at night decreases plant diversity and performance in experimental grassland communities. Philosophical Transactions of the Royal Society B, 378(1892), 20220358. https://doi.org/10.1098/rstb.2022.0358

Cai, J., & Gaston, K. J. (2025). Artificial light at night alters earthworm communities and soil aggregation. Journal of Applied Ecology, 62(12), 3408–3420. https://doi.org/10.1111/1365-2664.70202

Davies, T. W., Bennie, J., Inger, R., Hempel de Ibarra, N., & Gaston, K. J. (2017). Artificial light alters natural regime of night-time sky brightness. Scientific Reports, 7(1), 1-10.

Dietenberger, M. (2024). Reducing the fatal attraction of nocturnal insects using tailored and shielded road lights. Communications Biology, 7. https://doi.org/10.1038/s42003-024-06304-4

Fitriani. (2018). Identifikasi predator tanaman padi (Oryza sativa) pada lahan yang diaplikasikan dengan pestisida sintetik. Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian, 3(2). http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6441

Johnston, A. S., Kim, J., & Harris, J. A. (2025). Widespread influence of artificial light at night on ecosystem metabolism. Nature Climate Change, 15(12), 1371–1377. https://doi.org/10.1038/s41558-025-02481-0

Jouquet, P., Traoré, S., Choosai, C., Hartmann, C., & Bignell, D. (2011). Influence of termites on ecosystem functioning. Ecosystem services provided by termites. European Journal of Soil Biology, 47(4), 215–222. https://doi.org/10.1016/j.ejsobi.2011.05.005

Karinasari, F., Penata Gama, Z., & Setyo Leksono, A. (2021). Composition and ecological role of soil macrofauna in Selorejo and Punten citrus farming, Malang - East Java. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 9(1), 10–18. https://biotropika.ub.ac.id/

Lilies, Christina. (1991). Kunci Determinasi Serangga. Sleman: PT. Kanisius.

Margalef, R. (1958). Information theory in ecology. General Systems, 3, 36–71. https://www.vliz.be/imisdocs/publications/ocrd/139371.pdf

Magurran, A. E. (2004). Measuring biological diversity. Blackwell Publishing.

Manopo. (2021). Keanekaragaman Serangga Hama Padi Sawah. Vol. 2, No. 2, Oktober 2021, Hal. 34–48. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/samrat-agrotek/article/download/35313/34261/78325

Mittmannsgruber, M., Kavassilas, Z., Spangl, B., Gruber, E., Jagg, E., & Zaller, J. G. (2024). Artificial light at night reduces earthworm activity but increases growth of invasive ragweed. BMC Ecology and Evolution, 24, 10. https://doi.org/10.1186/s12862-024-02249-3

Muhsin, Jamili, Indrawati, Muhamad, I., Rudia, L. O. A. P., & Amirullah. (2024). Karakteristik morfometrik kutu kayu (Armadillidium vulgare) pada lahan karst Kecamatan Gu dan Lakudo Kabupaten Buton Tengah. BioWallacea: Jurnal Penelitian Biologi (Journal of Biological Research), 11(2). https://biowallacea.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/709

Odum, E. P. (1993). Dasar-dasar ekologi (Edisi ketiga, terjemahan). Gadjah Mada University Press.

Paoletti, M. G., Somerville, M., & Stinner, B. R. (2021). Agricultural Ecosystems: Unifying Concepts. Springer Nature.

Potapov, A., Bellini, B., Chown, S., Deharveng, L., Janssens, F., Kováč, Ľ., Kuznetsova, N., Ponge, J.-F., Potapov, M., Querner, P., Russell, D., Sun, X., Zhang, F., & Berg, M. (2020). Towards a global synthesis of Collembola knowledge – challenges and potential solutions. Soil Organisms, 92(3), 161–188. https://doi.org/10.25674/so92iss3pp161

Ramadhan. (2024). Efisiensi warna lampu berbeda pada light trap terhadap ketertarikan serangga nokturnal pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Agrotropika. https://jurnal.fp.unila.ac.id/index.php/JAT/article/view/8362

Ruslan, H. 2024. Keanekaragaman serangga di Giam-Siak Kecil Bukit Batu. Penerbit LPU-UNAS. Jakarta. P:124.

Singh, J., Schöning, I., & Schrader, S. (2020). Fauna-mediated ecosystem functions in agricultural soils under changing climate. Geoderma, 375, 114503.

Sunarko, Y.A., J. Setiawan, L. Irwansyah, Sutadi, A.M. Shahroni, R. Bintoro, I. Y. Wafa, N. Rahma, F. Ash. (2024). Serangga Taman Nasional Baluran. Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Suin, N. M. (2012). Ekologi Hewan Tanah (Cetakan keempat). Jakarta: Bumi Aksara.

https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjfr/article/view/1658)

Suleman, dkk. (2025). Kelimpahan dan keanekaragaman makrofauna tanah sebagai perekayasa kesuburan tanah pada penggunaan lahan yang berbeda di Kota Kendari. https://www.researchgate.net/publication/393073191

Wulandari, A., & Andriani, N. (2024). Studi keanekaragaman makrofauna tanah diurnal di area persawahan Desa Watugaluh Kabupaten Jombang. EPIC: Exact Papers in Compilation, 6(4), 32–38.

Yulipriyanto, H. (2010). Biologi Tanah dan Strategi Pengelolaannya. Yogyakarta: Graha Ilmu. ISBN 978-979-756-606-7. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=79981

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Apriliyanti , S., Susintowati, & Nugrahani, M. P. (2026). DAMPAK ARTIFICIAL LIGHT AT NIGHT (ALAN) TERHADAP STRUKTUR KOMUNITAS MAKROFAUNA TANAH PADA AGROEKOSISTEM BUAH NAGA (Hylocereus spp.). JURNAL BIOSENSE, 9(4), 975–991. https://doi.org/10.36526/biosense.v9i4.9352