Studi Analisis Kadar Glukosa Pada Latihan Body Weight Training Untuk Latihan Otot Perut

  • Ratna Mustika Yasi Universitas PGRI Banyuwangi
  • Charis Fathul Hadi Universitas PGRI Banyuwangi

Abstract

Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi metabolisme energi glukosa dalam tubuh manusia. Aktivitas fisik berupa latihan dengan intensitas rutin akan memepengaruhi proses metabolisme. Energi pada waktu latihan dipenuhi melalui dua jalur yaitu aerobic dan anaerobik. Pada latihan fisik intensitas tinggi otot berkontraksi secara anaerobic yang berimbas pada ketersediaan Adenosine Triphosphate (ATP) melalui proses glikolisis. Pada saat melakukan aktivitas olahraga, jaringan otot hanya akan memperoleh energi dari pemecahan molekul (ATP). Molekul ATP dihasilkan melalui metabolisme energi yang melibatkan reaksi kimia. Glukosa dalam bentuk glikogen tersimpan dalam otot dan hati, sedangkan glukosa dalam bentukĀ  glukosa darah yang tersimpan dalam plasma darah. Fungsi glukosa dalam tubuh manusia selain sebagai bahan bakar bagi proses metabolisme dan sumber energi, tetapi berfungsi sebagai penghasil energi pada saat berolahraga. Latihan fisik Body Weight Training merupakan jenis latihan beban yang dapat dilakukan dengan menggunakan berat tubuh diri sendiri sebagai pengganti bebannya.Body weighttrainingakan melatih kekuatan dengan baik, di bagian otot mana pun yang ingin dilatih. Studi ini berfokus pada Studi Analisis Kadar Glukosa Pada Latihan Body Weight Training untuk Latihan Otot Perut

Published
2018-11-23
How to Cite
Yasi, R. M., & Hadi, C. F. (2018). Studi Analisis Kadar Glukosa Pada Latihan Body Weight Training Untuk Latihan Otot Perut. Prosiding Seminar Nasional IPTEK Olahraga (SENALOG), 1(1), IKOR 16-20. Retrieved from https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/semnassenalog/article/view/182