KOMPARASI SERAPAN KARBONDIOKSIDA DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI DAN HUTAN HAS (HUTAN ALAM SEKUNDER) DI RPH SELOGIRI BKPH KETAPANG KPH BANYUWANGI UTARA

Authors

  • Dini Endah Tri Kusumawati Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas PGRI Banyuwangi
  • Hasyim As'ari Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas PGRI Banyuwangi
  • Nunuk Nurchayati Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Abstract

Hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan iklim global melalui kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer. Penyerapan CO₂ oleh vegetasi terjadi melalui proses fotosintesis dan disimpan dalam bentuk biomassa. Kemampuan serapan karbon suatu kawasan hutan dipengaruhi oleh jenis vegetasi, diameter batang, tinggi pohon, dan biomassa tegakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan serapan karbondioksida pada hutan produksi dan Hutan HAS (Hutan Alam Sekunder) di RPH Selogiri BKPH Ketapang KPH Banyuwangi Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 di petak 66M dan 67M menggunakan metode systematic sampling with random start. Parameter yang diamati meliputi diameter setinggi dada (Diameter at Breast Height/DBH) dan tinggi pohon. Estimasi biomassa dilakukan secara non-destruktif menggunakan persamaan alometrik, kemudian dikonversi menjadi cadangan karbon dan serapan CO₂. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petak 66M yang didominasi pohon jati (Tectona grandis) memiliki total biomassa sebesar 328,981 kg, cadangan karbon 154,617 kg, dan serapan CO₂ sebesar 482,51 ton/tahun. Sementara itu, petak 67M memiliki total biomassa sebesar 214,18 kg, cadangan karbon 100,66 kg/tahun, dan serapan CO₂ sebesar 0,37 ton/tahun. Hutan produksi menunjukkan potensi serapan CO₂ yang lebih tinggi dibandingkan Hutan HAS karena memiliki biomassa dan kerapatan tegakan yang lebih besar. Dengan demikian, pengelolaan hutan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan fungsi ekologis hutan sebagai penyerap karbon dan mendukung mitigasi perubahan iklim.

Abstract

Forests play an important role in maintaining global climate balance through their ability to absorb and store carbon dioxide (CO₂) from the atmosphere. CO₂ absorption by vegetation occurs through the process of photosynthesis and is stored in the form of biomass. The carbon sequestration capacity of a forest area is influenced by vegetation type, stem diameter, tree height, and stand biomass. This study aimed to analyze and compare carbon dioxide absorption in production forests and Secondary Natural Forests (HAS) in the Selogiri Forest Management Resort (RPH), Ketapang Forest Management Unit (BKPH), North Banyuwangi Forest Management Unit (KPH). The study was conducted in November 2025 in compartments 66M and 67M using a systematic sampling with random start method. The observed parameters included Diameter at Breast Height (DBH) and tree height. Biomass estimation was carried out non-destructively using allometric equations and subsequently converted into carbon stock and CO₂ sequestration values. The results showed that compartment 66M, dominated by teak trees (Tectona grandis), had a total biomass of 328.981 kg, carbon stock of 154.617 kg, and CO₂ sequestration of 482.51 tons/year. Meanwhile, compartment 67M had a total biomass of 214.18 kg, carbon stock of 100.66 kg/year, and CO₂ sequestration of 0.37 tons/year. The production forest exhibited a higher CO₂ sequestration potential than the Secondary Natural Forest due to its greater biomass and stand density. Therefore, sustainable forest management is necessary to maintain the ecological function of forests as carbon sinks and to support climate change mitigation efforts.

References

Afafi, S. N., Supartha, K. I., Fatmawati, H., Eka, N. H., Rissaldy, J. D., Al-husna, F. Y., Himawan, F. D., Aulia, M., Ardiansyah, M. B., & Mulyana, B. (2022). Simpanan Karbon Tegakan Jati Mega Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Wanagama , Daerah Istimewa Yogyakarta. Galam, 2(2), 66–76. https://doi.org/10.20886/GLM.2022.2.2.66-76

Afriansyah, D. (2019). Kontribusi Komposisi Vegetasi Dalam Pentimpanan Dan Serapan Karbon Di Hutan Rakyat Desa Negara Ratu II Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. 2(2), 112–118.

Anhar, S. (2020). Estimasi Serapan CO2 Berdasarkan Simpanan Karbon Pada Hutan Mangrove Desa Tambakbulusan Demak Jawa Tengah. 4(2).

Bagaskara, A., & Kusmana, C. (2024). Keragaan Komposisi Jenis, Struktur Tegakan, Biomassa Dan Simpanan Karbon Pada Tegakan Di Arboretum Bambu Kampus IPB Darmaga. Silvikultur Tropika, 15(02), 107–114.

Darlina, I., Wilujeng, S., & Nurmajid, F. (2023). Estimasi Cadangan Karbon Dan Serapan Karbon Di Taman Maluku Kota Bandung. Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 11(1), 163. https://doi.org/10.35138/paspalum.v11i1.556

Djayanto, A. T., Asyari, M., Kehutanan, P. S., Kehutanan, F., & Lambung, U. (2022). POTENSI TEGAKAN HUTAN ALAM SEKUNDER DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS ( KHDTK ) UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT. 05(3), 469–479.

Drupadi, T. A. (2021). Pendugaan Kadar Biomassa dan Karbon Tersimpan pada Berbagai Kemiringan dan Tutupan Lahan di KHDTK Gunung Bromo UNS. 32(2), 112–119.

Firmansyah, M. (2025). Estimasi serapan karbon dan nilai jasa lingkungan pada hutan mangrove Blok Jati Papak Taman Nasional Alas Purwo. JURNAL BIOSENSE, 8(4), 552–569. https://doi.org/10.36526/biosense.v8i4.5288

Hakim, R. (2021). Estimasi Cadangan Karbon Atas Permukaan Tanah Di Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Sylva Scienteae, 04(5), 793–802.

Heriyanto, N. M., Priatna, D., & Samsoedin, I. (2020). Struktur Tegakan dan Serapan Karbon pada Hutan Sekunder Kelompok Hutan Muara Merang, Sumatera Selatan. Jurnal Sylva Lestari, 8(2), 230–240. https://doi.org/10.23960/jsl28230-240

Irnawati. (2019). Studi Sekuestrasi Karbon Pada Tegakan Jati (Tectona grandis) Di Areal Penghijauan Kabupaten Sorong. 11, 26–38.

Kaskoyo, H., Darmawan, A., Indriani, Y., Kehutanan, J., Pertanian, F., Lampung, U., & Lampung, B. (2020). Kajian Kesehatan Hutan Dalam Pengelolaan Hutan Konservasi ( Forest Health Studies in Conservation Forest Management ). Hutan Tropis, 70–76.

Lestari, I., Yoza, D., Sribudiani, E., & Mardhiansyah, M. (2024). Identifikasi Keanekaragaman Jenis Pohon Peneduh di Universitas Riau Identification of Shade Tree Species Diversity at Riau University. 1094–1110.

Mulyana, B. (2020). Potensi Simpanan Karbon Ranting-Daun Kayu Putih di KPH Yogyakarta. Of Forestry Research, 3(April), 23–30.

Naylom, L. L. E. (2025). Potensi Simpanan Dan Serapan Karbon Pada Ruang Terbuka Hijau Kampus Universitas Nusa Cendana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. 7, 17–24.

Purnawan, E. I. (2016). Teknik Estimasi Cadangan Karbon Serapan karbondioksida & Produksi Oksigen Hutan Alam Dipterocarpa. 0–20.

Rahman, Effendi, H., & Rusmana, I. (2016). Estimasi Stok dan Serapan Karbon pada Mangrove di Sungai Tallo, Makassar Stock Estimation and Carbon Absorption of Mangrove in Tallo River, Makassar. 19–28. https://jurnal.ugm.ac.id/jikfkt

Salsabila, T., & Susetyo, C. (2025). Pemetaan Spasial Produksi Emisi Karbon Dioksida (CO2) pada Kawasan Industri di Koridor Jalan Lingkar Timur Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Teknik ITS, 14(1), 628–636. https://doi.org/10.12962/j23373539.v14i1.140799

Syafa, R., & Farhaby, A. M. (2023). Estimasi Cadangan Karbon Tersimpan pada Ekosistem Hutan Mangrove di Desa Kurau Timur , Kabupaten Bangka Tengah. 15(1), 52–64. https://doi.org/10.24259/jhm.v15i1.24293

Widyaningrum, W. Y., Radiansyah, R. R., & Sukaryo, Y. (2021). Peran Perum Perhutani Wilayah Iii Dalam Mengatasi Penyalahgunaan Lahan Di Kaki Gunung Patuha Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung. Jurnal JISIPOL: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 5(3), 61–76. https://ejournal.unibba.ac.id/index.php/jisipol/article/view/609

Zahara, F. (2021). Pengaruh Cahaya Matahari Terhadap Proses Fotosintesis. 1, 1–4.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Kusumawati, D. E. T., As’ari, H., & Nurchayati, N. (2026). KOMPARASI SERAPAN KARBONDIOKSIDA DI KAWASAN HUTAN PRODUKSI DAN HUTAN HAS (HUTAN ALAM SEKUNDER) DI RPH SELOGIRI BKPH KETAPANG KPH BANYUWANGI UTARA. KANOPI: Jurnal Eksplorasi Keanekaragaman Hayati, 1(1), 41–52. Retrieved from https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/kanopi/article/view/8923