KAJIAN ETNOBOTANI TANAMAN PANGAN DI DESA TANJUNGSARI, SIDOARJO DALAM KONTRIBUSI TERHADAP PROGRAM PANGAN NASIONAL

Authors

  • Muhammad Ainur Rosyid Ridho Sekolah Pascasarjana, Universitas Padjadjaran Bandung
  • Indah Trisnawati Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  • Kristanti Indah Purwani Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  • Tutik Nurhidayati Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  • Wina Intan Nur Aulia Fakultas Sains dan Analitika Data, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
  • Ridwan Ridwan SMA Negeri 2 Sikakap, Mentawai Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.36526/biosense.v9i3.9131

Keywords:

etnobotani, tanaman pangan, ketahanan pangan, pengetahuan masyarakat, kearifan lokal

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu isu penting dalam pembangunan berkelanjutan yang memerlukan optimalisasi sumber daya hayati lokal melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan pengetahuan tradisional masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan keanekaragaman tanaman pangan, menganalisis pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman pangan, serta mengidentifikasi organ tumbuhan yang dimanfaatkan di Desa Tanjungsari, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan etnobotani. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur dan semi-terstruktur terhadap 45 responden, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 20 jenis tanaman pangan yang dikelompokkan menjadi 5 jenis bahan pangan utama, 10 jenis rempah-rempah, dan 5 jenis kacang-kacangan. Tanaman dengan tingkat pengetahuan tertinggi adalah padi (Oryza sativa L.) (100%), diikuti cabai (Capsicum annuum L.) (97,78%), jagung (Zea mays L.) (93,33%), dan singkong (Manihot esculenta Crantz.) (88,89%). Organ tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah biji (40%), diikuti rimpang (25%), umbi (15%), buah (10%), serta daun dan batang masing-masing 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan etnobotani masyarakat Desa Tanjungsari masih terpelihara dengan baik dan berpotensi mendukung diversifikasi pangan, konservasi tanaman pangan lokal, serta penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Abstract

Food security is one of the major challenges in sustainable development, requiring the optimization of local biological resources through the conservation of biodiversity and traditional knowledge. This study aimed to document the diversity of food crops, analyze local community knowledge regarding their utilization, and identify the plant organs used by the community in Tanjungsari Village, Sidoarjo Regency, Indonesia. A descriptive-exploratory method with an ethnobotanical approach was employed. Data were collected through field observations, structured and semi-structured interviews with 45 respondents, and documentation. The data were analyzed descriptively using percentage analysis. The results identified 20 food crop species, categorized into five staple food crops, ten spice species, and five legume species. Rice (Oryza sativa L.) was the most widely recognized food crop (100%), followed by chili (Capsicum annuum L.) (97.78%), maize (Zea mays L.) (93.33%), and cassava (Manihot esculenta Crantz) (88.89%). The most frequently utilized plant organ was the seed (40%), followed by rhizomes (25%), tubers (15%), fruits (10%), and leaves and stems (5% each). The findings indicate that ethnobotanical knowledge related to food crops remains well preserved among the local community and has significant potential to support food diversification, the conservation of local food crop resources, and the strengthening of food security based on local wisdom.

References

Adefila, A. O., Ajayi, O. O., Toromade, A. S., & Sam-Bulya, N. J. (2024). Integrating traditional knowledge with modern agricultural practices: A sociocultural framework for sustainable development. World Journal of Biology Pharmacy and Health Sciences, 20(2), 125-135.

Andesmora, E. V., Putri, F. M., Oktaviani, W. B., & Saputra, D. Y. (2022). Zingiberaceae: jenis dan pemanfaatannya oleh masyarakat lokal Jambi. EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi, 5(2), 80-90.

Augustyn, G. H., Breemer, R., & Lekipiouw, I. (2016). Analisa kandungan gizi dua jenis tepung biji mangga (mangifera indica l) sebagai bahan pangan masyarakat Kecamatan Mola, Kabupaten Maluku Barat Daya. Jurnal Teknologi Pertanian, 5(1), 26-31.

Azizah, N. N., Ardiyansyah, F., & Nurchayati, N. (2019). Studi Etnobotani Dan Upaya Konservasi Tanaman Yang Digunakan Sebagai Pengobatan Tradisional Perawatan Wanita Di Suku Using Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Biosense, 2(2), 31–45. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v2i02.962

Baskoro, P. A., & Kurniawan, B. (2021). Implementasi kebijakan penanganan sampah di kecamatan taman kabupaten sidoarjo. Publika, 149-158.

Brush, S. B. (2008). Farmers? Bounty: locating crop diversity in the contemporary world. Yale University Press.

Carolina, C., & Hidajat, E. W. (2016). Kajian agroekologi terhadap strategi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pangan, 25(2), 83-94.

Febrianto, H. (2022). Merawat Tradisi Mempertahankan Eksistensi: Studi Etnobotani Tanaman Obat Suku Osing Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Biosense, 05(2), 100–110. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v5i2.2242

Harismah, K. (2017). Pemanfaatan daun salam (Eugenia polyantha) sebagai obat herbal dan rempah penyedap makanan. Warta Lpm, 19(2), 110-118.

Haryani, A., & Nindyarani, A. K. (2026). Ragam Polong, Kacang, dan Biji sebagai Sumber Lemak dan Protein Nabati Unggulan Sepanjang Zaman (Jilid 2). Penerbit Andi.

Hasan, S., Pomalingo, N., & Bahri, S. (2018). Pendekatan dan strategi pengembangan sistem pertanian terintegrasi ternak-tanaman menuju ketahanan pangan nasional. Integrated Farming System, 1-9.

Hastuti, H., Yunus, M., & Hasyim, A. (2022). Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Di Desa Pokkang, Kec. Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Junal Biosense, 05(01), 41–54. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v5i01.1916

Herdiyanti, A. G., Bella, A. L., Hudayah, N., Muhaimin, F. G., Firdausya, S. N., Refdiana, H., ... & Mahanal, S. (2026). Kajian Etnobotani Rempah sebagai Representasi Kearifan Lokal dan Pengetahuan Tradisional Masyarakat Desa Punten Kota Batu. Biocaster: Jurnal Kajian Biologi, 6(2), 950-975.

Jumiono, A., Judijanto, L., Apriyanto, A., Suryanto, A., Nuriadi, N., Fanani, M. Z., & Rusliyadi, M. (2024). Pengantar Ilmu Pertanian. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Junaidi, M., Arhafna, C. H., Zuhra, D. A., & Pandia, E. S. (2023). Keanekaragaman Tumbuhan Liar yang Berpotensi sebagai Tanaman Obat Pada Suku Tamiang Di Desa Tangsi Lama Kecamatan Seruway. Jurnal Biosense, 06(1), 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010

Khotima, K., Nurchayati, N., & Ridho, R. (2018). Studi Etnobotani Tanaman Berkhasiat Obat Berbasis Pengetahuan Lokal Masyarakat Suku Osing Di Kecamatan Licin Banyuwangi. Jurnal Biosense, 1(1), 36–50. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v4i01.1426

Khumairoh, S. L., Syalindri, D. R., Putri, S. A., Pitaloka, K. A. W., Muhaimi, F. G., & Mahanal, S. (2026). Kajian Etnobotani Tanaman Obat Oleh Masyarakat Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Malang. Jurnal Biosense, 9(1), 195–209. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.6878

Larasati, D., Putri, A. S., & Sudjatinah, M. (2025). Pelatihan Pembuatan Bubuk Cabai dan Pemanfaatannya Bagi Siswa SMK Negeri 1 Bawen. Jurnal Kabar Masyarakat, 3(1), 246-257.

Nurchayati, N., & As’ari, H. (2021). Studi Inventarisasi Ragam Tanaman Obat Keluarga Di Dusun Umbulrejo Desa Bagorejo Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Biosense, 04(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v4i01.1426

Putra, A. P., Fithratullah, R., & Lio, T. M. P. (2025). Optimalisasi Diversifikasi Pangan Lokal untuk Kedaulatan Pangan di Sulawesi Tenggara: Analisis Potensi Jagung, Sagu, dan Sorgum sebagai Alternatif Karbohidrat Non-Beras. Prosiding PITNAS Widyaiswara, 1(1), 322-334.

Ridho, M. A. R., & Indriani, R. D. (2025). The Potential of Curcuma longa as an Antidiabetic Agent: A Review. Technology, 2(1), 46-53.

Ridho, M. A. R., & Purwani, K. I. (2025). Studi Identifikasi Tumbuhan Obat di Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Jawa Timur. Jurnal Sains dan Seni ITS, 14(1), E1-E6.

Ridho, M. A. R., & Purwani, K. I. (2025). The Identification of Plants from the Zingiberaceae and Euphorbiaceae Families in a Mini Herbal Garden Based on Halal in Sumberbrantas Village, Bumiaji District, Batu, East Java. Halal Research Journal, 5(1), 71-83.

Ridho, M. A. R., Indriani, R. D., Wulansari, A. T., Purwani, K. I., Nurhidayati, T., Trisnawati, I., ... & Lekatompessy, V. C. (2025). Exploring the phytochemistry and pharmacological potentials of Annona squamosa L.: A systematic review of traditional uses and modern applications. Journal of Medicine and Health Technology, 2(2), 56-67.

Ridho, M. A. R., Irwandi, S. F., & Purwani, K. I. (2025). Barcoding Inventarisasi Tumbuhan Obat dan Studi Etnobotani di Kebon Omah Kedinding Lor, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Jurnal Sains dan Seni ITS, 13(6), E7-E12.

Ridho, M. A. R., Trisnawati, I., & Purwani, K. I. (2025). Potensi Tumbuhan Etnofarmasi dengan Pendekatan Nilai Guna Spesies di Kawasan Sumberbrantas Batu Jawa Timur. Biotropic: The Journal of Tropical Biology, 9(1), 34-46.

Ridho, M. A. R., Trisnawati, I., Nurhidayati, T., Purwani, K. I., Saptarini, D., & Kuswytasari, N. D. (2025). Ethnopharmacy and Traditional Knowledge Study with a Family Use Value Approach in Sumberbrantas Village, Bumiaji District, Batu City, East Java. Rumphius Pattimura Biological Journal, 7(2), 088-100.

Rosyadi, R. (2014). Sistem Pengetahuan Lokal Masyarakat Cidaun–Cianjur Selatan Sebagai Wujud Adaptasi Budaya. Patanjala, 6(3), 431-446.

Sanjesti, W., & Silviana, A. (2025). Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan kering. Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 9(2), 420-435.

Sarumaha, M. (2024). Sains Biologi Dalam Tradisi Lokal: Sosialisasi Kepada Masyarakat Teluk Dalam Untuk Pelestarian Alam Berdasarkan Kearifan Budaya. Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 109-124.

Syam, A. S., Ramadhani, N. O., Inayah, I., & Nuraeni, E. (2026). Kajian Literatur: Inventarisasi Dan Penggunaan Tumbuhan Obat Tradisional Di Indonesi. Jurnal Biosense, 9(1), 109–122. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.6814

Umami, R., As’ari, H., & Kurnia, T. I. D. (2019). Identifikasi Jenis Tanaman Bermanfaat sebagai Bahan Bangunan dan Kerajinan Suku Using Kabupaten Banyuwangi Ditinjau dari Segi Etnobotani. Jurnal Biosene, 2(2), 46–57. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v2i02.963

Yarmaliza, Y., Mursyidin, M., Farisni, T. N., Fitriani, F., & Rinaldy, R. (2025). Kesehatan Masyarakat Agraris: Konsep, Tantangan, dan Pemberdayaan. CV Eureka Media Aksara.

Yudianti, A., Utama, R. S., & Wibowo, R. F. S. H. (2023). Digitalisasi Desa Berbasis Aplikasi “Simpeldesa”: Inovasi Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Di Desa Cibiru Wetan. TheJournalish: Social and Government, 4(5), 73-92.

Downloads

Published

2026-07-22

How to Cite

Rosyid Ridho, M. A., Trisnawati, I., Purwani, K. I., Nurhidayati, T., Nur Aulia, W. I., & Ridwan, R. (2026). KAJIAN ETNOBOTANI TANAMAN PANGAN DI DESA TANJUNGSARI, SIDOARJO DALAM KONTRIBUSI TERHADAP PROGRAM PANGAN NASIONAL. JURNAL BIOSENSE, 9(3), 892–905. https://doi.org/10.36526/biosense.v9i3.9131