KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN TINGKAT TINGGI DI DESA BENDE KABUPATEN KOLAKA
DOI:
https://doi.org/10.36526/biosense.v9i3.8676Keywords:
Keywords: Keywords: flora diversity; higher plants; Shannon-Wiener index; Bende Village; vegetation.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi di Desa Bende, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2026 menggunakan metode transek kuadrat pada tiga stasiun pengamatan yang mewakili kondisi vegetasi yang berbeda. Data yang dikumpulkan meliputi jenis tumbuhan, jumlah individu setiap spesies, serta parameter lingkungan berupa suhu, kelembapan udara, dan pH tanah. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), kelimpahan relatif (KR), indeks kemerataan (e), dan indeks dominansi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 19 spesies tumbuhan tingkat tinggi yang termasuk dalam 19 genus. Nilai indeks keanekaragaman (H’) pada Stasiun I, II, dan III berturut-turut sebesar 1,50; 1,80; dan 1,58 yang tergolong kategori sedang. Nilai indeks kemerataan (e) berkisar antara 0,84–0,93 yang menunjukkan komunitas tumbuhan sangat merata. Nilai dominansi (C) berkisar antara 0,18–0,27 yang termasuk kategori dominansi rendah, sehingga tidak terdapat spesies yang mendominasi secara berlebihan. Parameter lingkungan yang terukur yaitu suhu 30,6–31,4°C, kelembapan udara 73,4–74,9%, dan pH tanah 6–6,2 yang masih mendukung pertumbuhan berbagai jenis tumbuhan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi di Desa Bende berada pada kategori sedang dengan kondisi komunitas yang relatif stabil dan merata.
Abstract
This study aims to determine the diversity of higher plants in Bende Village, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi. This study was conducted in April–May 2026 using a quadrat transect method at three observation stations representing different vegetation conditions. Data collected included plant species, the number of individuals of each species, and environmental parameters such as temperature, air humidity, and soil pH. Data were analyzed using the Shannon-Wiener diversity index (H’), for example, the relative index (KR), the evenness index (e), and the dominance index (C). The results showed that 19 species of higher plants were found belonging to 19 genera. The diversity index (H’) values at Stations I, II, and III were 1.50; 1.80; and 1.58, respectively, which are included in the moderate category. The evenness index (e) ranged from 0.84–0.93, indicating a very uniform plant community. The dominance value (C) ranged from 0.18–0.27, which is included in the low dominance category, so that no species dominated excessively. The environmental parameters measured were temperature 30.6–31.4°C, air humidity 73.4–74.9%, and soil pH 6–6.2, which still support the growth of various plant species. Based on the research results, it can be concluded that the diversity of higher plants in Bende Village is in the moderate category with relatively stable and even community conditions.
References
Alas, F. (2025). Pengembangan Modul Taksonomi Tumbuhan Tinggi Melalui Eksplorasi Dan Karakterisasi Famili Sapotaceae Di Taman Buah Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang (Doctoral dissertation).
Apriliani, A., Dewi, N. K., & Irawanto, R. (2025, March). Keanekaragaman Hayati Sebagai Edukasi Etnobotani di Madiun. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas' Aisyiyah Yogyakarta (Vol. 3, pp. 658-666).16(1), 7–11.
Azizah, N., & Utami, S. (2021). Keanekaragaman jenis tumbuhan di Taman Cerdas Kota Samarinda. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 23(1), 18–24.
Bando, A. H., Siahaan, R., & Langoy, M. D. (2016). Keanekaragaman vegetasi riparian di Sungai Tewalen, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains,
Domisofa, M., & Chatri, M. (2026). Keanekaragaman Tumbuhan Dikotil Di Kampus Universitas Negeri Padang. Jurnal Biogenerasi, 11(1), 163-167.
Jumrodah, J., Ikhwannor, M., & Sari, D. E. (2025). Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi Di Kawasan Kampus UIN Palangka Raya. Biosfer: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, 10(2), 200-211.
Lestariningsih, N., Handayani, F., & Salasiah, S. (2018). Karakteristik Tanah Gambut dan Keanekaragaman Tumbuhan Tinggi di Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah. Biosfer: Jurnal Tadris Biologi, 9(1), 114-139.
Nahlunnisa, H., Zuhud, E. A. M., & Santosa, Y. (2016). Keanekaragaman spesies tumbuhan di areal nilai konservasi tinggi (NKT) perkebunan kelapa sawit Provinsi Riau. Media Konservasi, 21(1), 91–98.
Oktaviani, S. I., Hanum, L., & Negara, Z. P. (2018). Analisis Vegetasi di Kawasan Terbuka Hijau Industri Gasing. Jurnal Penelitian Sains, 19(3), 124-131.
Putra, D. S., Irawan, H., & Zulfikar, A, 2015. Keanekaragaman Gastropoda Di Perairan Litoral Pulau Pengujan Kabupaten Bintan. Repository Umrah.
Rahmawati, D. I., Dewi, B. S., Harianto, S. P., & Nurcahyani, N. (2019). Kelimpahan dan kelimpahan relatif dung beetle di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Universitas Lampung pada blok lindung TAHURA Wan Abdul Rachman. Gorontalo Journal of Forestry Research, 2(2), 77–87.
Simamora, H. P., Khairijon, K., & Isda, M. N. (2014). Analisis vegetasi mangrove di ekosistem mangrove Desa Tapian Nauli I Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara (Doctoral dissertation, Riau University).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL BIOSENSE

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

















