EVALUASI ANGKA KAPANG KHAMIR JAMU BERAS KENCUR SEDIAN CAIR DI SEKITAR STASIUN KALIBATA JAKARTA

Authors

  • Wulan Fitriani Safari Universitas Binawan
  • Nia Agustin Universitas Binawan
  • Shalsabilla Valerina Riantonia Universitas Binawan

DOI:

https://doi.org/10.36526/biosense.v9i3.8515

Keywords:

Jamu beras kencur; Yeast and mold count; BPOM Regulation No. 32 of 2019; SNI 21527-1:2012

Abstract

Jamu beras kencur merupakan minuman tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan dibuat dari campuran beras, kencur, jahe, serta air. Kualitas mikrobiologis jamu dapat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku, kebersihan pekerja, proses pengolahan, dan kondisi lingkungan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu mikrobiologis jamu beras kencur yang dijual di sekitar Stasiun Kalibata, Jakarta berdasarkan parameter Angka Kapang dan Khamir (AKK) serta menilai kesesuaiannya dengan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 32 Tahun 2019. Sebanyak lima sampel jamu beras kencur diperoleh dari pedagang di sekitar Stasiun Kalibata, Jakarta. Pengujian AKK dilakukan mengacu pada SNI 21527-1:2012. Sampel diencerkan secara berseri hingga pengenceran 10⁻⁷ menggunakan Buffered Peptone Water. Sebanyak 1 mL dari setiap pengenceran diinokulasikan ke dalam media Dichloran Rose Bengal Chloramphenicol Agar (DRBC), kemudian diinkubasi selama 5 hari. Koloni kapang dan khamir yang tumbuh dihitung untuk menentukan nilai AKK masing-masing sampel. Hasil pengujian menunjukkan nilai AKK pada sampel A, B, C, D, dan E berturut-turut sebesar 5,14 × 10⁵; 6,9 × 10⁴; 1,28 × 10⁴; 1,23 × 10⁶; dan 3,27 × 10³ koloni/mL. Seluruh sampel memiliki nilai AKK yang melebihi batas maksimum yang ditetapkan BPOM, yaitu 10³ koloni/mL. Dengan demikian, seluruh sampel dinyatakan tidak memenuhi persyaratan mutu mikrobiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan higiene dan sanitasi dalam produksi dan penjualan jamu beras kencur untuk menjamin keamanan produk bagi konsumen.

Abstract

Jamu beras kencur is a traditional Indonesian beverage widely consumed by the community and prepared from a mixture of rice, aromatic ginger (Kaempferia galanga), ginger, and water. The microbiological quality of herbal drinks can be affected by the quality of raw materials, worker hygiene, processing practices, and environmental conditions during production. This study aimed to evaluate the microbiological quality of beras kencur herbal drinks based on the Yeast and Mold Count (YMC) parameter and to assess their compliance with the standards established by the Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Regulation No. 32 of 2019. Five beras kencur samples were collected from vendors operating around Kalibata Station, Jakarta. YMC analysis was conducted in accordance with SNI 21527-1:2012 using Buffered Peptone Water as the diluent and Dichloran Rose Bengal Chloramphenicol Agar (DRBC) as the culture medium. Serial dilutions were prepared up to 10⁻⁷ using BPW. One milliliter of each dilution was inoculated onto DRBC medium and incubated for 5 days. The resulting yeast and mold colonies were counted to determine the YMC value of each sample. The YMC values of samples A, B, C, D, and E were 5.14 × 10⁵, 6.9 × 10⁴, 1.28 × 10⁴, 1.23 × 10⁶, and 3.27 × 10³ Colony/mL, respectively. All samples exceeded the maximum limit established by BPOM (10³ Colony/mL) and were therefore classified as non-compliant with microbiological quality requirements. These findings indicate the need for improved hygiene and sanitation practices during the production and distribution of jamu beras kencur to ensure consumer safety.

References

Adriani, A., Pritasari, W., & Abstrak, I. A. (2024). Literature Review: Jenis dan Manfaat Jamu di Indonesia. Biology And Education Journal, 4(1), 69-79.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2019). Peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2019 tentang persyaratan keamanan dan mutu obat tradisional. https://peraturan.bpk.go.id/Details/285067/peraturan-bpom-no-32-tahun-2019

Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 21527-1:2012 Mikrobiologi bahan pangan dan pakan—Metode horizontal untuk enumerasi khamir dan kapang—Bagian 1: Teknik hitung koloni dalam produk dengan aktivitas air lebih besar dari 0,95. Badan Standardisasi Nasional.

Bangun, A., M., Siregar, M., A., B., Tamba, W., O., V., & Arwita, W. (2025). Analisis Angka Kapang Dan Khamir (AKK) Pada Roti Pedagang Kaki Lima Dengan Penggunaan Media Dichloran Rose Bengal Chloramphenicol Agar (DRBC). Jurnal Kesehatan dan Teknologi Medis (JKTM), 07(02),13-19.

Bento de Carvalho, T., Silva, B. N., Tomé, E., & Teixeira, P. (2024). Preventing fungal spoilage from raw materials to final product: Innovative preservation techniques for fruit fillings. Foods, 13(17), Article 2669. https://doi.org/10.3390/foods13172669

Dewi, R., Utami, C., S., W. (2023). Analisis Angka Lempeng Total Dan Angka Kapang Khamir Pada Jamu Beras Kencur di Pasar Tradisional Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Biologi, 1(1),19-27.

Dion, R., & Purwantisari, S. (2020). Analisis Cemaran Kapang dan Khamir pada Jamu Serbuk Instan Jahe Merah dan Temulawak. Berkala Bioteknologi, 3(2), 15-21.

Gunawan, M., Fitriani, E., Bagas, M., F., Yuliani. (2026). Pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) Dan Angka Kapang Khamir (AKK) Pada Jus Jambu Biji Merah Yang Beredar Di Kelurahan Harjosari. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 19216-19221.

Hasanah, S., Kiromah, N. Z. W., & Fitriyati, L. (2023). Uji Angka Lempeng Total (ALT) Dan Angka Kapang Khamir (AKK) Pada Jamu Gendong Di Pasar Tradisional Wonokriyo Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Jurnal Farmasi Sains Dan Terapan, 10(1), 51–56. https://doi.org/10.33508/jfst.v10i1.4195

Herlina, N., Wahyuningrum, C., Nheistricia, N., Aryudha, T., Ananda Safira, D., & Herlina, E. (2023). Aktivitas Penghambatan Radikal Bebas Jamu Modifikasi Beras Kencur dan Pengaruhnya terhadap Ketahanan Fisik Mencit Free Radical Scavenging Activity of Jamu Beras Kencur Modification and Its Effect on Endurance Exercise in Mice. Pharmacy: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia, 20 02), 130-136.

Imamah, N. (2025). Analisis kontaminasi coliform pada air limbah domestik. Jural Biosense, 8(4), 491–496. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v8i4.5266

Jayanti, A. S., Hermawan, B., Ariani, A., & Septemuryanto, S. A. (2025). Innovation Of Jamu Beras Kencur into a Healthy Processed Food Product (Custard Pudding). Gastronomy and Culinary Art, 4(1), 88-98. https://doi.org/10.36276/gastronary.v4i1.924

Lakosono, F., A., P., Dwiyanti, R., D., Rifqoh, Insana, A. (2022). Pengaruh Lama Penyimpanan Jamu Beras Kencur terhadap Pertumbuhan Kapang. Jurnal Laboratorium Medis, 04(02), 101-108.

Mohamed, H. M. A., Aljasir, S. F., Moftah, R. F., & Younis, W. (2023). Mycological evaluation of frozen meat with special reference to yeasts. Veterinary World, 16(3), 571–579. https://doi.org/10.14202/vetworld.2023.571-579

Monita, K., Sari, N., A., & Nurhayati. (2021). Angka Kuman, P., Dan Identifikasi Bakteri Patogen Pada Jamu Beras Kencur di Pasar Tradisional Kota Surakarta. IJMS-Indonesian Journal On Medical Science, 8(2), 142-146.

Novitasari, A., Arini, V. S., Maula, I., Imamah, N., As'ari, H., Nazilah, L., Mukarromah, M., Utami, P., & Agustin, E. (2024). Potensi Kontaminasi Kapang Pada Asinan Kubis (Sauerkraut). Jurnal Biosense: Jurnal Penelitian Biologi dan Terapannya, 7(1), 23–34. https://doi.org/10.36526/biosense.v7i01.3444

Prabandari, A. S. (2023). Total Kapang Khamir dan Identifikasi Bakteri Patogen pada Sediaan Jamu Tradisional. Indonesian Journal on Medical Science, 10(1), 70–76. https://doi.org/10.55181/ijms.v10i1.408

Prabandari, A., S., & Darwati, S., M. (2022). Identifikasi Cemaran Kapang Patogen Pada Jamu Serbuk Pegal Linu Yang Beredar Di Kota Surakarta. Avicenna: Journal of Health Research, 5(1), 10-18. https://doi.org/10.36419/avicenna.v5i1.588

Rahayu, K., D., A., Jirna, I., N., Burhannuddin. (2019). Uji Angka Kapang Khamir Dan Identifikasi Aspergillus Species Pada Jamu Kunyit Di Denpasar Selatan. Meditory, 7(1), 17-26.

Rahayu, T., P., Fitriyani, L., Amalia, P. (2022). Uji Cemaran Mikroba Angka Kapang/Khamir (AKK) Sediaan Jamu Gendong Di Pasar Karanganyar Kabupaten Kebumen. Prosiding 16th Urecol: Seri MIPA dan Kesehatan, 1642-1654.

Rahmawati, A., N., & Cahya, F., N. (2022). Angka Kapang Khamir pada Jamu Beras Kencur di Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten. Jurnal Farmasi Galenika, 9(2), 112-118.

Salsabila, S. F., Santika Rahmasari, K., Vandian Nur, A., & Pambudi, D. B. (2024). Analisis Cemaran Escherichia Coli Dan Salmonella Typhi Pada Jamu Gendong Dengan Metode Most Probable Number (MPN). Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(3), 199–208. https://doi.org/10.26874/kjif.v9i3.809

Santika, F., Y., Marhamah, Dinutanayo, W., W. (2020). Perbedaan Angka Kapang Khamir Pada Jamu Beras Kencur Gendong Di Pasar Tradisional Dengan Jamu Beras Kencur Kemasan di Depot Jamu Kota Bandar Lampung. Jurnal Medika Malahayati, 4(3), 160-167.

Sa’adah, M., & Hadi, M. I. (2026). Deteksi Kontaminasi Bakteri Escherichia coli pada Alat Makan Di Beberapa Tempat Makan Di Kabupaten Gresik. Jurnal Biosense, 9(1), 43–54. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.6549

Waris, M., A., A. (2025). Analisis Angka Kapang Khamir Sediaan Jamu Kunyit Asam di Pasar Ngepos, Kabupaten Klaten Pharmacology and Pharmacy Scientific Journals, 4(2), 122-127.

Yenew, C., Mekonen, S., Ambelu, A., & Yeshiwas, A. G. (2025). Mitigation of fungal contamination in vegetables: Key factors from a study in Debre Tabor, Ethiopia. Food Science & Nutrition, 13(7), Article e70412. https://doi.org/10.1002/fsn3.70412

Zubaidah, S. N., Cahyani Widiastuti, T., C., & Kiromah, N., Z., W. (2022). Uji ALT Dan AKK Pada Jamu Gendong Kunir Asam Dan Beras Kencur Di Pasar Tradisional Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Jurnal Farmasi Klinik dan Sains, 2(2), 27-32.

Downloads

Published

2026-07-22

How to Cite

Wulan Fitriani Safari, Nia Agustin, & Shalsabilla Valerina Riantonia. (2026). EVALUASI ANGKA KAPANG KHAMIR JAMU BERAS KENCUR SEDIAN CAIR DI SEKITAR STASIUN KALIBATA JAKARTA. JURNAL BIOSENSE, 9(3), 773–784. https://doi.org/10.36526/biosense.v9i3.8515