IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LIAR SEBAGAI TANAMAN OBAT DI LINGKUNGAN JASA MAKMUR, KECAMATAN SEI LEPAN, KABUPATEN LANGKAT
DOI:
https://doi.org/10.36526/biosense.v9i3.8424Keywords:
Keanekaragaman, Pemanfaatan, Tumbuhan Liar, Tanaman ObatAbstract
Wild plants are part of biodiversity that has the potential to be a source of traditional medicine, but their use is still not optimal and has not been widely documented scientifically. This study aims to identify the diversity of wild plants that are used as medicinal plants by the community in the Jasa Makmur Environment, Sei Lepan District, Langkat Regency. The research uses a descriptive method with an ethnobotanical approach through observation, semi-structured interviews, and documentation. The determination of respondents was carried out using purposive sampling techniques. The results of the study show that there are 20 species of wild plants that belong to 16 families and are used as traditional medicinal plants. The most widely used part of the plant is the leaves, followed by roots, rhizomes, fruits, seeds, and flowers. The plant is used to treat various health problems, such as wounds, cough, diarrhea, fever, hypertension, as well as hair and burn treatments. The processing method carried out by the community is relatively simple, namely by boiling, mashing, applying, and consuming directly. The use of wild plants shows that the community still maintains local knowledge that has been passed down from generation to generation. Based on the results of the research, it can be concluded that wild plants in the Jasa Makmur Environment have a fairly high diversity and have the potential to be a source of traditional medicine, so they need to be preserved and utilized sustainably.
Abstrak
Tumbuhan liar merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang memiliki potensi sebagai sumber obat tradisional, namun pemanfaatannya masih belum optimal dan belum banyak terdokumentasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman tumbuhan liar yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat oleh masyarakat di Lingkungan Jasa Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 spesies tumbuhan liar yang tergolong dalam 16 famili dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun, diikuti oleh akar, rimpang, buah, biji, dan bunga. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, seperti luka, batuk, diare, demam, hipertensi, serta perawatan rambut dan luka bakar. Cara pengolahan yang dilakukan masyarakat relatif sederhana, yaitu dengan merebus, menumbuk, mengoleskan, dan mengonsumsi secara langsung. Pemanfaatan tumbuhan liar tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih mempertahankan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tumbuhan liar di Lingkungan Jasa Makmur memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi dan berpotensi sebagai sumber obat tradisional, sehingga perlu dilestarikan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
References
Destryana, R. A., & Ismawati. (2019). Etnobotani dan Penggunaan Tumbuhan Liar sebagai Obat Tradisional oleh Masyarakat Suku Madura (Studi di Kecamatan Lenteng, Guluk-Guluk, dan Bluto). Journal of Food Technology and Agroindustry, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.24929/jfta.v1i2.724
Diana, R., Matius, P., & Angela, T. (2023). Tumbuhan Liar yang Dimanfaatkan sebagai Obat pada Suku Kenyah di Desa Long Noran, Kalimantan Timur. Jurnal Tengkawang, 13(1), 43–56. https://doi.org/10.26418/jt.v13i1
Dyah, R. S., Putri, S. A., Khumairoh, S. L., Pitaloka, K. A. W., Muhaimin, F. G., & Mahanal, S. (2026). Kajian Etnobotani Tanaman Obat oleh Masyarakat Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Malang. JURNAL BIOSENSE, 9(1), 195–209. https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.6878
Jafar, J., & Djollong, A. F. (2018). Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat di Dataran Tinggi Kabupaten Enrekang. Jurnal Galung Tropika, 7(3), 198–203. https://doi.org/10.31850/JGT.V7I3.379
Jayanti, E. T. (2022). Etnobotani Tumbuhan Berkhasiat Obat pada Masyarakat Karang Bayan Kabupaten Lombok Barat. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 10(1), 409. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v10i1.5272
Junaidi, M., Arhafna, C. H., Zuhra, D. A., & Pandia, E. S. (2023). Keanekaragaman Tumbuhan Liar yang Berpotensi sebagai Tanaman Obat pada Suku Tamiang di Desa Tangsi Lama Kecamatan Seruway. JURNAL BIOSENSE, 6(1), 1–11. https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010
Mairing, P. P., & Ariantari, N. P. (2022). Review: Metabolit Sekunder dan Aktivitas Farmakologi Tanaman Mangrove Sonneratia alba. Jurnal Farmasi Udayana, 11(1), 1–7. https://doi.org/10.24843/jfu.2022.v11.i01.p01
Ningsih, I. S., Chatri, moralita, & Advinda, L. (2023). Senyawa Aktif Flavonoid yang Terdapat pada Tumbuhan. Jurnal Serambi Biologi, 8(2), 257–263. https://doi.org/10.24036/srmb.v8i2.206
Nomleni, F. T., Daud, Y., & Tae, F. (2021). Etnobotani Tumbuhan Obat Tradisional di Desa Huilelot dan Desa Uiasa Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi, 6(1), 60–73. https://doi.org/10.32938/jbe.v6i1.993
Nurchayati, N. (2022). Etnobotani Tanaman Liar sebagai Tanaman Obat Keluarga dalam Perspektif Masyarakat Dusun Umbulrejo Desa Bagorejo Kabupaten Banyuwangi. Prosiding Seminar Nasional MIPA UNIBA 2022, 2(1), 191–200.
Prabamukti, I., Oktoba, Z., Ulandari, A. S., & Oktarlina, R. Z. (2025). Ilyas,+et.al. Jurnal Farmasi, Kesehatan Dan Sains (FASKES), 3(1), 51–64. https://doi.org/10.32665/faskes.v3i1.5213
Putri, I. I., & Chatri, M. (2024). Peranan Metabolit Sekunder sebagai Antimikroba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 15933–15940. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.14652
Satira, G., Laila, I., Vidiapuri, P., & Supriatna, A. (2024). Identifikasi Keanekaragaman Tumbuhan Obat – obatan di Kawasan Desa Pataruman, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian, 1(2), 16–28. https://doi.org/10.62951/mikroba.v1i2.77
Sembiring, M. B., Safrianti, & Suwardi, A. B. (2021). Pengetahuan Masyarakat terhadap Keanekaragaman Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat dan Potensi Pemanfaatannya di Kecamatan Namorambe. Pros. SemNas. Peningkatan Mutu Pendidikan, 2(1), 14–18.
Sunani, S., & Hendriani, R. (2023). Review Article: Classification and Pharmacological Activities of Bioactive Tannins. Indonesian Journal of Biological Pharmacy, 3(2), 130–136. https://doi.org/10.24198/ijbp.v3i2.44297
Susanti, E. D., N, N., Fuad, A., Kurnia, T. I. D., & Anam, K. (2024). Studi Etnobotani Keanekaragaman Tanaman Pangan sebagai Referensi Ketahanan Pangan Masyarakat Using Banyuwangi. Jurnal Biosense, 7(01), 104–112. https://doi.org/10.36526/biosense.v7i01.3848
Syam, A. S., Ramadhani, N. O., Inayah, I., & Nuraeni, E. (2026). Kajian Literatur: Inventarisasi dan Penggunaan Tumbuhan Obat Tradisional di Indonesia. Jurnal Biosense, 9(1), 109–122. https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.6814
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL BIOSENSE

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

















