STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN TANAMAN Oxalidaceae OLEH MASYARAKAT LOKAL

Authors

  • Annisa Putri Ginting Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Farah Su’ada Ayumi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Fira Khairun Niswah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Krisdayanti Febyola Angelina Ambarita Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Alifya Kurnia Ramadani Bahri Siregar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Heppy Setya Prima Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.36526/biosense.v9i3.8330

Keywords:

Etnobotani

Abstract

This study discusses the utilization of Oxalidaceae plants by local communities in Medan City and its surrounding areas. This study aimed to identify the types of Oxalidaceae plants known by the community and describe their utilization in daily life. The research used a descriptive method with simple qualitative and quantitative approaches. Data were collected through closed questionnaires distributed to 20 respondents and analyzed based on response percentages. The results showed that all respondents recognized and had used Oxalidaceae plants, especially Averrhoa bilimbi and Averrhoa carambola. The most frequently used plant part was the fruit, which was utilized as food, cooking seasoning, and traditional medicine. These plants are believed to help treat coughs, hypertension, mouth ulcers, and fever. Community knowledge was mostly obtained from parents and family, indicating the inheritance of traditional knowledge across generations. This study shows that Oxalidaceae plants have important value as food sources, traditional medicine, and part of local wisdom.

Abstrak

Penelitian ini membahas pemanfaatan tanaman famili Oxalidaceae oleh masyarakat lokal di Kota Medan dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman Oxalidaceae yang dikenal masyarakat serta mendeskripsikan bentuk pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui angket tertutup kepada 20 responden dan dianalisis berdasarkan persentase jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengenal dan pernah memanfaatkan tanaman Oxalidaceae, terutama belimbing wuluh dan belimbing manis. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah buah, baik sebagai bahan makanan, penyedap masakan, maupun obat tradisional. Tanaman ini dipercaya bermanfaat untuk membantu mengatasi batuk, hipertensi, sariawan, dan demam. Pengetahuan masyarakat sebagian besar diperoleh dari orang tua dan keluarga, sehingga menunjukkan adanya pewarisan pengetahuan secara turun-temurun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman Oxalidaceae memiliki nilai penting sebagai sumber pangan, obat tradisional, dan bagian dari kearifan lokal masyarakat.

References

Azizah, N. N., Ardiyansyah, F., & Nurchayati, N. (2019). Studi Etnobotani Dan Upaya Konservasi Tanaman Yang Digunakan Sebagai Pengobatan Tradisional Perawatan Wanita Di Suku Using Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Biosense, 2(2), 31–45. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v2i02.962

Damayanti, R., Umami, S. S., & Suhirman. (2021). The Ethnobotany Study of Medicinal Plants in Lombok Island. Biota: Jurnal Biologi Dan Pendidikan Biologi, 14(2), 56–73.

Eldeen, I. M. S., Effendy, M. A. W., & Tengku-Muhammad, T. S. (2016). Ethnobotany: Challenges and future perspectives. Research Journal of Medicinal Plant, 10(6–7), 382–387.

Hastuti, H., Yunus, M., & Hasyim, A. (2022). Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat Di Desa Pokkang, Kec. Kalukku, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Junal Biosense, 05(01), 41–54. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v5i01.1916

Junaidi, M., Arhafna, C. H., Zuhra, D. A., & Pandia, E. S. (2023). Keanekaragaman Tumbuhan Liar yang Berpotensi sebagai Tanaman Obat Pada Suku Tamiang Di Desa Tangsi Lama Kecamatan Seruway. Jurnal Biosense, 06(1), 1–11. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v6i01.2010

Khotima, K., Nurchayati, N., & Ridho, R. (2018). Studi Etnobotani Tanaman Berkhasiat Obat Berbasis Pengetahuan Lokal Masyarakat Suku Osing Di Kecamatan Licin Banyuwangi. Jurnal Biosense, 1(1), 36–50. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v4i01.1426

Khumairoh, S. L., Syalindri, D. R., Putri, S. A., Pitaloka, K. A. W., Muhaimi, F. G., & Mahanal, S. (2026). Kajian Etnobotani Tanaman Obat Oleh Masyarakat Desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Malang. Jurnal Biosense, 9(1), 195–209. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v9i1.6878

Kubade, M., & Shetti, P. (2024). Medicinal Importance of Traditional Indian Herbal Plant Oxalis Corniculata: A Review. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 15(4), 1015–1024.

Nisak, H., & Munawarah, I. (2025). Kearifan Lokal dalam Sepucuk Minyak: Studi Etnobotani Proses Pengolahan Minyak Pala Tradisional. Semasa: Jurnal Sosial Dan Budaya Dunia Melayu Raya, 1(1), 57–78.

Nurchayati, N., & Ardiyansyah, F. (2018). Kajian Etnobotani Tanaman Famili Zingiberaceae Pada Masyarakat Suku Using Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Biosense, 1(1), 24–35. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v4i01.1426

Nurchayati, N., & As’ari, H. (2021). Studi Inventarisasi Ragam Tanaman Obat Keluarga Di Dusun Umbulrejo Desa Bagorejo Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Biosense, 04(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v4i01.1426

Pebiana, N. P. N., Puspasari, Y. D., Dewi, R. M., & Arnyana, I. B. P. (2021). Kajian Etnobotani Loloh dan Teh Herbal Lokal sebagai Penunjang Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Tradisional Penglipuran Kabupaten Bangli-Bali Study of Loloh Ethnobotany and Local Herbal Tea as Supporting Creative Economy of Penglipuran Traditional Village Communities Bangli-Bali Regency. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 23(2), 91–99.

Raihandhany, R., & Ramadian, M. A. (2021). Studi keanekaragaman jenis dalam Suku Oxalidaceae di Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Ganesha. Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi, 10(2), 129–142.

Tamalene, M. N., Nasichah, A. Z., & Syahdar, S. A. (2017). Etnobotani tumbuhan Obat untuk Perawan Kehamilan dan Persalinan Etnis Tobaru di Pulau Halmahera. Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya (JB&P), 4(2), 32–40.

Umami, R., As’ari, H., & Kurnia, T. I. D. (2019). Identifikasi Jenis Tanaman Bermanfaat sebagai Bahan Bangunan dan Kerajinan Suku Using Kabupaten Banyuwangi Ditinjau dari Segi Etnobotani. Jurnal Biosene, 2(2), 46–57. https://doi.org/https://doi.org/10.36526/biosense.v2i02.963

Yulianty, Y., Nurcahyani, E., Rosa, E., & Pertiwi, P. S. (2024). Pelatihan Penggunaan Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) untuk Kesehatan di Pekon Banjar Agung Udik, Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi

Yusuf, M. A., & Ramadhania, Z. M. (2024). Indonesian Journal of Biological Pharmacy Review on the Therapeutic Potential of Creeping Woodsorrel Leaves (Oxalis corniculata L.) in Relation to its Secondary Metabolites. Indonesian Journal of Biological Pharmacy, 4(1), 62–72.

Downloads

Published

2026-07-22

How to Cite

Ginting, A. P., Ayumi, F. S., Niswah, F. K., Ambarita, K. F. A., Siregar, A. K. R. B., & Prima, H. S. (2026). STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN TANAMAN Oxalidaceae OLEH MASYARAKAT LOKAL. JURNAL BIOSENSE, 9(3), 705–721. https://doi.org/10.36526/biosense.v9i3.8330

Most read articles by the same author(s)