ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA BAHAN MAKANAN MENGGUNAKAN INDIKATOR KUBIS UNGU (Brassica oleracea L.)
DOI:
https://doi.org/10.36526/biosense.v9i4.8311Keywords:
Boraks, Kubis ungu, Antosianin, Indikator alami, Sampel makananAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan boraks pada berbagai bahan makanan menggunakan indikator alami dari ekstrak kubis ungu (Brassica oleracea L.). Metode yang digunakan adalah pengujian kualitatif dengan mengamati perubahan warna indikator setelah diteteskan pada sampel makanan. Sampel yang diuji meliputi pempek, mie kuning, bihun, nugget, siomay, lontong, bakso, cilok, ketupat, tahu, sosis, dan kerupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel tidak mengalami perubahan warna signifikan dan tetap berwarna ungu, yang mengindikasikan tidak adanya kandungan boraks. Namun, pada sampel mie kuning dan siomay terjadi perubahan warna menjadi hijau dan biru kehijauan yang menandakan teridentifikasi mengandung boraks. Konsistensi hasil pada pengujian berulang menunjukkan bahwa metode ini cukup reliabel. Penggunaan ekstrak kubis ungu sebagai indikator alami terbukti efektif, praktis, dan ramah lingkungan dalam mendeteksi boraks secara kualitatif, meskipun masih memiliki keterbatasan dalam analisis kuantitatif sehingga diperlukan pengujian lanjutan untuk hasil yang lebih akurat.
Abstract
This study aims to analyze the presence of borax in various food products using a natural indicator derived from purple cabbage extract (Brassica oleracea L.). The method employed was a qualitative test by observing the color changes of the indicator after being applied to food samples. The tested samples included pempek, yellow noodles, vermicelli, nuggets, siomay, lontong, meatballs, cilok, ketupat, tofu, sausages, and crackers. The results showed that most samples did not exhibit significant color changes and remained purple, indicating the absence of borax. However, the yellow noodle and siomay samples changed color to green and bluish-green, indicating the presence of borax. The consistency of repeated test results demonstrated that this method is sufficiently reliable. The use of purple cabbage extract as a natural indicator proved to be effective, practical, and environmentally friendly for the qualitative detection of borax, although it still has limitations in quantitative analysis, thus further testing is needed to obtain more accurate results.
References
Aditama, W., Arianto, B., Sari, A., Khairunissa, & Zulfikar. (2022). Deteksi Boraks Dari Bahan Alami Ekstrak Kunyit Dan Penyuluhan Pada Ibu-Ibu Di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Bener Meriah. JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 61–71. https://doi.org/10.55227/ijhet.v1i5.100
Anton, L., Yearsi, S. E. N., & Habibi, M. (2019). Identifikasi Kandungan Berbahaya Jajanan Anak Sekolah Dasar SDN A dan SDN B Kota Samarinda Tahun 2018. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 30–45. https://doi.org/10.24903/kujkm.v5i1.828
Christina, O. D., & Supriyadi, M. Y. (2022). Analisa Kandungan Boraks Pada Makanan Menggunakan Indikator Kubis Ungu (Brassica Oleracea L). Indonesian Journal on Medical Science, 9(2), 2020–2023. https://doi.org/10.55181/ijms.v9i2.379
Earnestly, F., Muharni, R., Leni, D., Yermadona, H., Firdaus, & Muchlisinalahuddin. (2023). Pengenalan Bahaya Boraks dalam Makanan bagi Kesehatan pada Ikatan Keluarga Kotalaweh Kota Padang. Jurnal Salingka Abdimas, 3(1), 191–197. https://doi.org/10.31869/jsam.v3i1.4481
Erniati. (2017). Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Sikap Pedagang Bakso Dan Penggunaan Boraks Pada Bakso Di Sdn Lemahputro III Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(2), 209–216. https://doi.org/10.20473/jkl.v9i2.2017.209-216
Gafur, A., Ilham, A. M. N., Ridwang, & Adriani. (2023). Rancang Bangun Pendeteksi Formalin dan Boraks pada Makanan berbasis Internet of Things (Iot). AGENTS: Journal of Artificial Intelligence and Data Science, 3(2), 1–8. https://doi.org/10.24252/jagti.v3i2.69
Haq, S. U., Aghajamali, M., & Hassanzadeh, H. (2021). Cost-effective and sensitive anthocyanin-based paper sensors for rapid ammonia detection in aqueous solutions. RSC Advances, 11(39), 24387–24397. https://doi.org/10.1039/d1ra04069c
Istiqomah, S., Sudarwanto, M. B., & Sudarnika, E. (2017). Penambahan Boraks dalam Bakso dan Faktor Pendorong Penggunaannya Bagi Pedagang Bakso di Kota Bengkulu. Jurnal Sain Veteriner, 34(1), 1–8. https://doi.org/10.22146/jsv.22806
Maman, R., Krisna, I., & Ratnaningsih, A. (2016). Analisis Kandungan Boraks pada Makanan: Studi Kasus di Wilayah Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. Jurnal Matematika, Saint, Dan Teknologi, 17(1), 40–49. https://doi.org/10.33830/JMST.V17I1.186.2016
Maulida, A., & Aswaro, R. (2022). Analisis Deteksi Cepat Hidrokuinon Menggunakan Metode Kolorimetri Berbasis Pencitraan Digital Menggunakan Reagen Ekstrak Kubis Ungu (Brassica oleraceae var. capitate L.). Jurnal JIFS : Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(2), 83–90. https://doi.org/10.30867/jifs.v2i2.17
Misbah, S. R., Darmayani, S., & Nasir, N. (2018). Analisis Kandungan Boraks Pada Bakso Yang Dijual Di Anduonohu Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Jurnal Kesehatan Manarang, 3(2), 81–85. https://doi.org/10.33490/jkm.v3i2.41
Rahma, D., Sari, E., & Nurfajriah, S. (2023). Identifikasi Kandungan Boraks Pada Bakso Yang Beredar Di Pasar Tradisional Kecamatan Tambun Selatan. Journal of Research and Education Chemistry, 5(1), 59–73. https://doi.org/10.25299/jrec.2023.vol5(1).12502
Riniati, Widyabudiningsih, D., & Sularasa, A. (2020). Penggunaan Indikator Kubis Ungu Pada Analisis Asam Lemak Bebas dengan Metode Titrasi. IJCA (Indonesian Journal of Chemical Analysis), 3(2), 56–64. https://doi.org/10.20885/ijca.vol3.iss2.art3
Rochyani, N. (2018). Comparison Analysis of Anthocyanin Substances in various Plants for Testing Media of Formalin and Borax Content in Food. E3S Web of Conferences, 68, 1–9. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20186803005
Yanti, F., Hepni, & Wydia Simamora. (2023). Identification Test Of Borax And Formaline Content In Food Sold At Laguboti Market. International Journal of Health Engineering and Technology, 1(5), 637–644. https://doi.org/10.55227/ijhet.v1i5.100
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL BIOSENSE

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


















