ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA BAHAN MAKANAN MENGGUNAKAN INDIKATOR KUBIS UNGU (Brassica oleracea L.)

Authors

  • Aneka Sun Felisha Hombing Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Eliza Margareth Pangaribuan Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Kartika Permana Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Rahmadi Pasha Ramadhan Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Aurelya Oktaven Radotia Simangunsong Universitas Negeri Medan
  • Larasati Arum Utami Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan
  • Eka Setiawan Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.36526/biosense.v9i4.8311

Keywords:

Boraks, Kubis ungu, Antosianin, Indikator alami, Sampel makanan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan boraks pada berbagai bahan makanan menggunakan indikator alami dari ekstrak kubis ungu (Brassica oleracea L.). Metode yang digunakan adalah pengujian kualitatif dengan mengamati perubahan warna indikator setelah diteteskan pada sampel makanan. Sampel yang diuji meliputi pempek, mie kuning, bihun, nugget, siomay, lontong, bakso, cilok, ketupat, tahu, sosis, dan kerupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar sampel tidak mengalami perubahan warna signifikan dan tetap berwarna ungu, yang mengindikasikan tidak adanya kandungan boraks. Namun, pada sampel mie kuning dan siomay terjadi perubahan warna menjadi hijau dan biru kehijauan yang menandakan teridentifikasi mengandung boraks. Konsistensi hasil pada pengujian berulang menunjukkan bahwa metode ini cukup reliabel. Penggunaan ekstrak kubis ungu sebagai indikator alami terbukti efektif, praktis, dan ramah lingkungan dalam mendeteksi boraks secara kualitatif, meskipun masih memiliki keterbatasan dalam analisis kuantitatif sehingga diperlukan pengujian lanjutan untuk hasil yang lebih akurat.

Abstract

This study aims to analyze the presence of borax in various food products using a natural indicator derived from purple cabbage extract (Brassica oleracea L.). The method employed was a qualitative test by observing the color changes of the indicator after being applied to food samples. The tested samples included pempek, yellow noodles, vermicelli, nuggets, siomay, lontong, meatballs, cilok, ketupat, tofu, sausages, and crackers. The results showed that most samples did not exhibit significant color changes and remained purple, indicating the absence of borax. However, the yellow noodle and siomay samples changed color to green and bluish-green, indicating the presence of borax. The consistency of repeated test results demonstrated that this method is sufficiently reliable. The use of purple cabbage extract as a natural indicator proved to be effective, practical, and environmentally friendly for the qualitative detection of borax, although it still has limitations in quantitative analysis, thus further testing is needed to obtain more accurate results.

References

Aditama, W., Arianto, B., Sari, A., Khairunissa, & Zulfikar. (2022). Deteksi Boraks Dari Bahan Alami Ekstrak Kunyit Dan Penyuluhan Pada Ibu-Ibu Di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Bener Meriah. JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 61–71. https://doi.org/10.55227/ijhet.v1i5.100

Anton, L., Yearsi, S. E. N., & Habibi, M. (2019). Identifikasi Kandungan Berbahaya Jajanan Anak Sekolah Dasar SDN A dan SDN B Kota Samarinda Tahun 2018. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 30–45. https://doi.org/10.24903/kujkm.v5i1.828

Christina, O. D., & Supriyadi, M. Y. (2022). Analisa Kandungan Boraks Pada Makanan Menggunakan Indikator Kubis Ungu (Brassica Oleracea L). Indonesian Journal on Medical Science, 9(2), 2020–2023. https://doi.org/10.55181/ijms.v9i2.379

Earnestly, F., Muharni, R., Leni, D., Yermadona, H., Firdaus, & Muchlisinalahuddin. (2023). Pengenalan Bahaya Boraks dalam Makanan bagi Kesehatan pada Ikatan Keluarga Kotalaweh Kota Padang. Jurnal Salingka Abdimas, 3(1), 191–197. https://doi.org/10.31869/jsam.v3i1.4481

Erniati. (2017). Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Sikap Pedagang Bakso Dan Penggunaan Boraks Pada Bakso Di Sdn Lemahputro III Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(2), 209–216. https://doi.org/10.20473/jkl.v9i2.2017.209-216

Gafur, A., Ilham, A. M. N., Ridwang, & Adriani. (2023). Rancang Bangun Pendeteksi Formalin dan Boraks pada Makanan berbasis Internet of Things (Iot). AGENTS: Journal of Artificial Intelligence and Data Science, 3(2), 1–8. https://doi.org/10.24252/jagti.v3i2.69

Haq, S. U., Aghajamali, M., & Hassanzadeh, H. (2021). Cost-effective and sensitive anthocyanin-based paper sensors for rapid ammonia detection in aqueous solutions. RSC Advances, 11(39), 24387–24397. https://doi.org/10.1039/d1ra04069c

Istiqomah, S., Sudarwanto, M. B., & Sudarnika, E. (2017). Penambahan Boraks dalam Bakso dan Faktor Pendorong Penggunaannya Bagi Pedagang Bakso di Kota Bengkulu. Jurnal Sain Veteriner, 34(1), 1–8. https://doi.org/10.22146/jsv.22806

Maman, R., Krisna, I., & Ratnaningsih, A. (2016). Analisis Kandungan Boraks pada Makanan: Studi Kasus di Wilayah Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. Jurnal Matematika, Saint, Dan Teknologi, 17(1), 40–49. https://doi.org/10.33830/JMST.V17I1.186.2016

Maulida, A., & Aswaro, R. (2022). Analisis Deteksi Cepat Hidrokuinon Menggunakan Metode Kolorimetri Berbasis Pencitraan Digital Menggunakan Reagen Ekstrak Kubis Ungu (Brassica oleraceae var. capitate L.). Jurnal JIFS : Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(2), 83–90. https://doi.org/10.30867/jifs.v2i2.17

Misbah, S. R., Darmayani, S., & Nasir, N. (2018). Analisis Kandungan Boraks Pada Bakso Yang Dijual Di Anduonohu Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Jurnal Kesehatan Manarang, 3(2), 81–85. https://doi.org/10.33490/jkm.v3i2.41

Rahma, D., Sari, E., & Nurfajriah, S. (2023). Identifikasi Kandungan Boraks Pada Bakso Yang Beredar Di Pasar Tradisional Kecamatan Tambun Selatan. Journal of Research and Education Chemistry, 5(1), 59–73. https://doi.org/10.25299/jrec.2023.vol5(1).12502

Riniati, Widyabudiningsih, D., & Sularasa, A. (2020). Penggunaan Indikator Kubis Ungu Pada Analisis Asam Lemak Bebas dengan Metode Titrasi. IJCA (Indonesian Journal of Chemical Analysis), 3(2), 56–64. https://doi.org/10.20885/ijca.vol3.iss2.art3

Rochyani, N. (2018). Comparison Analysis of Anthocyanin Substances in various Plants for Testing Media of Formalin and Borax Content in Food. E3S Web of Conferences, 68, 1–9. https://doi.org/10.1051/e3sconf/20186803005

Yanti, F., Hepni, & Wydia Simamora. (2023). Identification Test Of Borax And Formaline Content In Food Sold At Laguboti Market. International Journal of Health Engineering and Technology, 1(5), 637–644. https://doi.org/10.55227/ijhet.v1i5.100

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Hombing , A. S. F., Pangaribuan, E. M., Permana, K., Ramadhan, R. P., Simangunsong, A. O. R., Utami , L. A., & Setiawan , E. (2026). ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA BAHAN MAKANAN MENGGUNAKAN INDIKATOR KUBIS UNGU (Brassica oleracea L.). JURNAL BIOSENSE, 9(4), 918–929. https://doi.org/10.36526/biosense.v9i4.8311

Most read articles by the same author(s)